Highlight

MOCHTAR SARMAN : Penjual Mimpi

“Indonesia memang seperti itu. Kalau kita tidak berani, sampai tahun 2020 pun kita tidak akan buka office.” Kalimat provokatif itu terlontar dari seorang Mochtar Sarman yang kini menjadi General Manager PT. Fun Character International di Indonesia. Kalimat p

MOCHTAR SARMAN : Penjual Mimpi

rovokatif itu memang sangat menantang bagi pihak manajerial untuk membuka kantor di Jakarta ketika saat itu, tahun 2002, sedang santer berita mengenai bom di sejumlah lokasi di Indonesia. Barangkali tanpa provokasinya, Walt Disney tidak akan membuka kantor dan mengembangkan bisnis licensing-nya di Indonesia.

 

Selepas SMA, Mochtar melanjutkan pendidikan ke Amerika Serikat. Yang unik, orang tuanya kala itu tidak mau dipusingkan oleh urusan mau ambil jurusan apa dan di mana kampus yang dipilih Mochtar. Barangkali saja hal ini lantaran Mochtar sudah terlalu gandrung dengan hobi yang sekaligus menjadi passion-nya, menggambar.

Pilihan jatuh ke Art Center Design, salah satu sekolah desain terbaik di dunia. Mengenai almamaternya ini, Mochtar hanya berkelakar, “Masuknya gak mudah, keluarnya juga susah.” Sang ayah langung mengizinkannya. Hanya saja catatan yang terlampir adalah Mochtar harus belajar bisnis pula. Setelah 6 tahun ‘belajar menggambar’ di negeri orang, Mochtar akhirnya lulus juga.

Sesuai dengan catatan terlampir dari sang ayah, Mochtar kemudian melanjutkan studi S2 di bidang bisnis international dan berhasil meraih gelar MBA. Seusai menuntut ilmu, Mochtar kembali ke Indonesia dan mendirikan sebuah perusahaan advertising bersama seorang temannya.

Tahun 1997, perjalanan karir Mochtar mulai beralih. Ia mendapat kesempatan untuk menjadi creative manager di Walt Disney di Indonesia. Tahun 1998, Indonesia terkena krisis moneter yang menjadi krisis multidimensi dan terjadi kerusuhan di Jakarta. Praktis, kantor Walt Disney di Jakarta segera tutup. Operasional pindah ke Singapura.

“Saya salah satu dari beberapa pegawai Disney di Jakarta yang ditransfer ke Singapura,” ujar Mochtar. Ia masih ingat betul kala itu ia harus langsung berangkat ke Singapura dan tidak sempat mengambil barang-barangnya di kantornya di Jakarta.

 

Artikel selengkapnya dapat Anda temukan di Majalah Bisnis EXCELLENT edisi Desember 2010-Januari 2011.

tgh

Artikel Lainnya

artikel

Nukegraphic - Web Design and Development
Komunitas Excellent
Seminar Excellent
Coach Ellies
twitter Excellent
Facebook EXCELLENT BUSINESS MAGZ
Scanie
TV Excellent
Excellent mall
BEST RAJA AMPAT