Highlight

ALIM MARKUS : Nasionalisme, Pengalaman dan Strategi Bisnis

 

Melihat sebuah setrika, kipas angin hingga panci teflon di rumah, segera terlintas sebuah perusahaan bernama PT. Maspion. Tapi siapa sangka bahwa perusahaan yang berada di naungan Maspion Grup ini hanyalah salah satu saja dari sederet perusahaan besar di be

ALIM MARKUS : Nasionalisme, Pengalaman dan Strategi Bisnis

rbagai bidang usaha? Setidaknya ada 18 anak perusahaan yang bergerak di 5 bidang bisnis yang tergabung di dalam Maspion Grup. Di balik itu semua, ada 1 sosok pribadi bernama Alim Markus.

Kebesaran Maspion Grup tidak muncul begitu saja dalam kedipan mata. Sore itu, di salah satu  satu sudut lounge di Hotel Mulia, Alim Markus menuturkan perjalanan bisnisnya. Sejarah mencatat, tahun 1961 berdiri UD Logam Jawa, sebuah perusahaan yang didirikan oleh Alim Husin, ayah Alim Markus. Produknya waktu itu adalah lampu teplok yang terbuat dari tinplate. Kemudian, produk yang dihasilkan bertambah dengan diproduksinya lampu perahu bagi para nelayan. Barulah ketika tahun 1970-an, perusahaan ini membuat perabot rumah tangga dengan bahan plastik. Tahun 1972, keluarga Alim Husin mendirikan perusahaan baru bernama Maspion. Praktis, perjalanan  UD Logam Jawa berakhir di sini yang sekaligus juga menjadi awal berdirinya Maspion Group.

Alim mengatakan bahwa nama “Maspion” itu bukan sekadar sebuah kata saja. Maspion adalah akronim dari Mengajak Anda Selalu Percaya Industri Olahan Nasional. “Kalo, bahasa asingnya lebih keren, namanya Master Champion,” ujar Alim.

Perkembangan usaha keluarga tersebut tentunya tidak lepas dari faktor utama yang mendarah daging di dalam diri Alim Markus. Pengalaman bisnis dari Sang Ayah menunjukkan bahwa usaha bisa berkembang jika keuntungan atau laba yang diperoleh harus disisihkan dan diakumulasi sebagai modal perluasan usaha.

Alim mengakui bahwa di masa-masa awal berdirinya PT. Maspion, ia harus menghadapi persoalan modal usaha yang kurang mencukupi. Artinya perlu dilakukan akumulasi profit. Profit bisa diperoleh dengan menggenjot bidang pemasaran (marketing). Waktu itu ia berupaya agar bagaimana caranya dapat menguasai pasar dan memperoleh market share yang besar.

Alim juga menempuh jalan meminjam dana dari pihak bank, selain meningkatkan profit dari hasil penjualan. Profit yang diperoleh saat itu memang minim. Tapi menurutnya, selama ada perkembangan jumlah penjualan terus menerus, maka market share yang diperolehnya semakin besar. Hanya dalam tempo 6-7 tahun saja, market share yang diperoleh besar dan modal cepat kembali.

 

Artikel selengkapnya dapat Anda temukan di Majalah Bisnis EXCELLENT edisi Februari 2011.                                                                                          

tgh

Artikel Lainnya

artikel

Nukegraphic - Web Design and Development
Komunitas Excellent
Seminar Excellent
Coach Ellies
twitter Excellent
Facebook EXCELLENT BUSINESS MAGZ
Scanie
TV Excellent
Excellent mall
BEST RAJA AMPAT