Highlight

OLGA LYDIA : Business is Fun

 

“Saya mulai punya penghasilan dari umur 7 tahun, yaitu jualan kartu,” ujar Olga sore itu di Poke Sushi, salah satu restoran miliknya. Memang waktu itu tetangga rumahnya berjualan kartu natal dan lebaran. Sang Kakak yang ketika itu sudah kelas 6

OLGA LYDIA : Business is Fun

SD mulai berjualan kartu natal di sekolah. Muncullah keinginan dalam diri Olga untuk mengikuti jejak sang kakak. “Emang kamu bisa jualan?” kata sang kakak. “Bisa,” jawab Olga dengan mantap.

 

Dibawanyalah 30 buah kartu natal ke sekolah. Bisnis pun segera dimulai. Padahal, peraturan sekolah mengatakan bahwa setap siswa tidak diperbolehkan membawa uang. Olga harus memutar otaknya agar bisa berjualan di sekolah. Ia pun menunjukkan semua barang dagangannya kepada teman-teman sekolah.

Salah seorang teman tampak tertarik dengan kartu-kartu itu. Katanya, “mmm.. aku suka yang ini. Tapi harus nanya mama dulu ya.”

“Oh ya, bawa dulu aja ke mama,” ujar Olga.

Pulanglah teman-teman Olga membawa sejumlah kartu yang menarik hati mereka. keesokan harinya, seorang teman yang membawa 6 kartu sekaligus akhirnya mengembalikan hanya 2 kartu saja.

“Nih, aku beli 4 kartu ya,” katanya sembari mengembalikan kartu-kartu itu sekaligus menyodorkan sejumlah uang kepada Olga.

Pada tahun berikutnya kartu yang Olga jual tidak hanya bergambar segala hiasan yang bernuansa Natal. Ia mulai menjual kartu-kartu yang ada gambar ketupat, mesjid, lilin, dll.

Kini, Olga betul-betul menjalankan bisnis yang bisa dibilang tidak main-main lagi. Selebriti cantik kelahiran Jakarta, 4 Desember 1976 ini telah memiliki 5 bisnis dalam rentang waktu 6 tahun saja. 2004, Olga bersama ketiga temannya mendirikan La Forca, sebuah tempat bilyard yang berada di bilangan Setia Budi. 2005, berdiri Poke Sushi. Sedangkan Vin + , sebuah wine house dan Elbow ia dirikan pada tahun 2009. Dan di tahun 2010 berdiri Naraya di Mall Taman Anggrek.

***

Apa yang melatarbelakangi Anda, yang notabene seorang selebriti, untuk berbisnis?

Kalau saya dari dulu berpikir bahwa saya harus punya investasi yang baik. Karena pekerjaan saya ini jika tidak masuk kerja ya tidak dapat uang. Repot juga ya. Bagaimana kalau liburan? Sudah tidak kerja, keluar uang pula. Yang amit-amit, kalau misalkan kita sakit. Itu kan repot. Penghasilan tidak ada, pengeluaran besar. Nah, harus ada yang lebih menjamin,yang tidak mengharuskan saya hadir di situ tapi ada pemasukan. Ya jawabannya, investasi.

 

Artikel selengkapnya dapat Anda temukan di Majalah Bisnis EXCELLENT edisi Februari 2011.

tgh

Artikel Lainnya

artikel

Nukegraphic - Web Design and Development
Komunitas Excellent
Seminar Excellent
Coach Ellies
twitter Excellent
Facebook EXCELLENT BUSINESS MAGZ
Scanie
TV Excellent
Excellent mall
BEST RAJA AMPAT