Highlight

DR. PONIJAN LIAW : Komunikasi, Bukan Sekadar Ngomong!

 

Keberadaan manusia di dunia ini bersama dengan sesama manusia adalah sebuah fakta empiris yang tidak terbantahkan. Berbagai macam kepentingan yang melatar belakangi relasi antar individu bisa menjadi kait yang menghubungkan tiap-tiap individu. Di sinilah le

DR. PONIJAN LIAW : Komunikasi, Bukan Sekadar Ngomong!

tak pentingnya komunikasi. Pertanyaannya kemudian, apakah komunikasi sekadar berbicara dengan lawan bicara? Bagaimana caranya agar komunikasi berhasil? Ponijan Liaw, seorang pakar komunikasi yang belakangan dikenal sebagai Komunikator No. 1 Indonesia, melalui penuturan perjalanan hidupnya sekaligus menjelaskan apa itu komunikasi..

 

Terlahir di sebuah desa kecil bernama Desa Pon, yang berjarak sekitar 60 km dari kota Medan, Ponijan Liaw menjalani masa kanak-kanaknya sebagai seorang beretnis Tionghoa. Ponijan menempuh pendidikan dasar di SD Muhammadiyah selama 3 tahun, yaitu di kelas 1, 2 dan 3. Sedangkan 3 tahun berikutnya, ia melanjutkan pendidikan dasarnya di SD Katolik Cinta Kasih di Medan.

Memasuki bangku SMP, Ponijan kembali ke desanya untuk bersekolah di SMP Muhammadiyah yang saat itu merupakan SMP terbaik di desanya. Saat masa SMA, Ponijan bersekolah di SMP Negeri Sei. Rampah yang berjarak sekitar 15 km dari desanya.

Pendidikan tinggi ia lanjutkan di IKIP Negeri Medan, jurusan Bahasa Inggris. “Saat itu, saya ingin menjadi seorang guru bahasa Inggris karena terinspirasi oleh guru bahasa Inggris saya di SMP Muhammadiyah yang mengajar dengan begitu tulus dan luar biasa. Beliau sungguh menghayati dan menikmati profesinya sebagai guru bahasa Inggris,” ujar Ponijan.

Tahun 1993, Ponijan lulus dari IKIP Negeri Medan. Ia kemudian memilih berkarir sebagai guru. Ia membuka sebuah kursus bahasa asing di Medan yang memberi kursus bahasa Inggris, Jerman dan Jepang. Tahun 1996, Ponijan berkesempatan melanjutkan studinya di Merlbourne, Australia. Di sana ia menyelesaikan jenjang pendidikan Magister untuk jurusan Marketing di Monash University. Tahun 1997, ia kembali ke Medan. Selang beberapa bulan saja, Ponijan memutuskan untuk hijrah dan berkarir di Jakarta.

Merasa belum memiliki pendidikan yang mumpuni, Ponijan kembali memasuki dunia kampus dengan mengambil program Magister Pendidikan di Universitas Pelita Harapan pada tahun 2002. Gelar Magister Pendidikan akhirnya ia raih di tahun 2004.

Tahun 2007 lalu, Ponijan meneruskan kembali jenjang pendidikan hingga tingkat tertinggi, program Doktoral di Universitas Satyagama, Jakarta untuk bidang Ilmu Manajemen Pemerintahan. Pada sidang terbuka doktoralnya, Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga saat itu, Dr. Adhyaksa Dault, turut menghadirinya sebagai bentuk dukungan terhadap Ponijan. Memang kehadiran tersebut bukan tanpa alasan. Saat itu, Ponijan adalah salah satu Tenaga Ahli Menpora.

                                                                        ***

Artikel selengkapnya dapat Anda temukan di Majalah Bisnis Excellent edisi Maret 2011.

tgh

Artikel Lainnya

artikel

Nukegraphic - Web Design and Development
Komunitas Excellent
Seminar Excellent
Coach Ellies
twitter Excellent
Facebook EXCELLENT BUSINESS MAGZ
Scanie
TV Excellent
Excellent mall
BEST RAJA AMPAT