Highlight

MARTHA TILAAR : The Local Wisdom Go Global

 

Seorang anak perempuan berlari menghampiri sang ibu dan memberitahukan bahwa ia mendapat rangking di kelasnya. Sang ibu bertanya, “Dapat rangking berapa?” Jawabnya,”Rangking ketiga, Bu, dari belakang.” Waktu puluhan tahun berlalu beg

MARTHA TILAAR : The Local Wisdom Go Global

itu saja. Kini sang anak tersebut menjadi seorang pengusaha wanita yang menjadi ikon dari bisnis kecantikan Indonesia.

 

Ditemui di ruang kantornya, Martha Tilaar menerima kehadiran Majalah Bisnis EXCELLENT dengan keramahan seorang ibu. Di usia ke-74, ibu bagi keempat anaknya ini tetap tampil cantik dan anggun. Tumbuh di tengah keluarga Jawa, Martha Tilaar banyak menerima ilmu, kearifan lokal (local wisdom) dari sosok ibu dan eyang puterinya.

Sang ibu telah mengajarinya keterampilan kerja, keterampilan berdagang dan mengembangkan kecerdasan emosional dan spiritual dalam diri Martha Tilaar. Ketika masih bersekolah, Martha belajar bagaimana membuat sebuah kerajinan tangan dari bahan-bahan yang tersedia di kebun sekitar rumah, seperti Sogok Telik dan Jali-jali Putih. Tidak hanya membuat kerajinan tangan dan menjualnya sendiri, bahkan ia pernah diminta menjual buah-buahan hasil kebun oleh sang ibu. “Jadi saya belajar dari situ bahwa jika anak bodoh itu tidak boleh dibodoh-bodohi. Tapi kita harus memberinya spirit, semangat,” ujar istri dari Prof Dr. H.A.R. Tilaar ini.

Sedangkan eyang puteri telah mengajarkannya perihal kearifan lokal yang menurutnya selama ini mulai pudar di tengah-tengah masyarakat. Melalui pendidikan yang dialaminya ketika kanak-kanak, Martha Tilaar menjadi seorang pengusaha yang sangat memperhatikan kekayaan alam di Indonesia. “Saya baru tahu apa esensi dari kearifan lokal yang diajarkan eyang ketika belajar tentang Tri Hita Kirana di Bali. Nah eyang saya dari dulu sudah mengajarkan itu dalam bahasa Jawa” ujarnya. TriHita Kirana itu adalah hubungan harmonis antara kita dengan Tuhan, antar manusia dengan manusia (sharing), dan antar manusia dengan lingkungan.

“Dahulu eyang puteri saya yang ahli jamu berpesan bahwa jika saya memakai ramu-ramuan atau tanaman untuk kehidupan saya, saya jangan lupa untuk menanamnya kembali. Nah, itu ‘kan yang sekarang dikatakan sebagai recycling, reuse it,” ujar wanita kelahiran Kebumen, 4 September 1937 ini.

Artikel selengkapnya dapat Anda temukan di Majalah Bisnis EXCELLENT, edisi April 2011. 

tgh

Artikel Lainnya

artikel

Nukegraphic - Web Design and Development
Komunitas Excellent
Seminar Excellent
Coach Ellies
twitter Excellent
Facebook EXCELLENT BUSINESS MAGZ
Scanie
TV Excellent
Excellent mall
BEST RAJA AMPAT