Highlight

GUNAWAN : Bisnis Kuliner yang Tidak Pernah Mati

Siang itu jarum jam menunjukkan angka 2. Kami memasuki sebuah pintu di suatu restoran masakan Sunda di bilangan Tanah Abang. Segera seorang gadis berpakaian tradisional Sunda menyapa kami dengan hangatnya. Tidak jauh dari tempat itu, tampak sosok pria yang wajahnya tidak asing b

GUNAWAN : Bisnis Kuliner yang Tidak Pernah Mati

agi kami.

 

“Selamat siang,” sapanya. Pria yang dikenal sebagai model dan aktor ini popular dengan nama Gunawan. Kami pun menghampirinya dan segera memulai perbincangan dengannya.

“Sebetulnya saya tidak sepenuhnya seorang franchisee, melainkan seorang mitra bagi Bumbu Desa,” ujarnya ketika ditanya mengenai status dirinya dan Restoran Bumbu Desa. Restoran Bumbu Desa memang banyak memiliki banyak mitra bisnis dan sebagian dari kalangan selebriti, seperti Gunawan.

Bumbu Desa merupakan bisnis Gunawan yang kedua, setelah dahulu ia pernah bergabung dengan temannya berbisnis di bidang interior desain. Bagaimana Gunawan menjalankan bisnisnya? Berikut ini adalah wawancara Majalah Bisnis EXCELLENT bersama Gunawan.

***

Mengapa Anda memilih berbisnis di bidang kuliner?

 Pada dasarnya saya dari awal dahulu ibu saya buka katering di kejaksaan, pengadilan Jakarta Timur. Saya memang suka masak.dan suka membantu di tempat katering ibu.

Kebiasaan ini berlanjut terus. Hingga akhirnya pada suatu ketika saya diskusi dengan isteri saya tentang usaha apa yang bagus. Kami pelajari beberapa usaha selama hampir 3 bulan. Dari itu semua, kayaknya kami kurang interest.

Akhirnya saya ke Bandung dan ketemu dengan Restoran Bumbu Desa. Buat saya ini menarik dari penyajiannya, atmosfir-nya, variasi makanannya jugacukup banyak. Secara service berbeda dari restoran lain. Ia bisa membuat setiap pengunjung merasa senang.

Akhirnya saya memutuskan untuk mengambil Restoran Bumbu Desa sebagai bisnis saya. Tentunya setelah kami melakukan perhitungan ya. Kami hitung-hitungan. Jika kami menginvestasikan sekian, kapan break event point-nya.

Lalu kami juga pelajari karakter dari masyarakat di Jakarta. Mereka suka makanan dalam negeri ketimbang masakan luar negeri. Faktor ini pula yang menjadi pertimbangan kami untuk memilih bisnis. Dan sekarang kami sudah berdiri selama 2 tahun.

Tapi pada dasarnya, karena makanan itu kebutuhan primer. Setiap orang akan membutuhkan makanan. Setiap orang pasti akan makan.

 

 

Artikel selengkapnya dapat Anda temukan di Majalah Bisnis EXCELLENT edisi Mei 2011.

tgh

Artikel Lainnya

artikel

Nukegraphic - Web Design and Development
Komunitas Excellent
Seminar Excellent
Coach Ellies
twitter Excellent
Facebook EXCELLENT BUSINESS MAGZ
Scanie
TV Excellent
Excellent mall
BEST RAJA AMPAT