Highlight

HANDAKA SANTOSA : Properti Bukan Hanya Lokasi

 

Sebagai seorang CEO di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta tidak serta merta memberikan kenyamanan bagi seorang Handaka Santosa, CEO Senayan City. Keterlibatannya dalam perencanaan, pembangunan dan pengembangan Senayan City telah menunjukkan sosok Handaka seba

HANDAKA SANTOSA : Properti Bukan Hanya Lokasi

gai salah seorang tokoh di bidang property di Indonesia.

Selain memimpin Senayan City, Handaka masih terlibat dalam dinamika PT. Agung Podomoro Land, Tbk. sebagai Vice President Director. Di luar itu, ia aktif dalam Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) di DKI Jakarta sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD). Jejak kesuksesannya dalam APPBI DKI Jakarta bisa kita lihat pada pertengahan tahun 2011 dengan suksesnya penyelenggaraan Festival Jakarta Great Sale. Dalam Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI), Handaka kini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum. Selain itu ia juga berkecimpung dalam KADIN, Apindo, dll.

Ketika ditanya mengenai kesanggupannya terlibat secara aktif di berbagai organisasi dan perusahaan, Handaka mengakui bahwa dirinya merasa kurang jika hanya berkecimpung di dunia bisnis. “Itulah mengapa saya ingin memberikan warna dan memberikan satu dorongan kepada organisasi-organisasi di mana saya berada di situ,” ujarnya.

***

Selain bidang property, Anda juga memiliki pengalaman di bidang retail. Bagaimana Anda menyatukan kedua bidang tersebut dalam pekerjaan Anda?

Awalnya ‘kan latar belakang saya adalah retail selama 17 tahun. Jadi ketika mulai di bidang  property ini, saya melihat ada sesuatu yang mirip antaraproperty danretail. Karena dalam bidang retail itu ada satu istilah: retail is detail. Jadi kalau seseorang sudah enjoy diretail, ia pasti seseorang yang detail. Karena tidak bisa seseorang menjalankan bisnisretail hanya di lapisan ‘kulit’ aja. Harus prepare mulai dari produknya. Seperti kita bicara saja soal Lebaran. Lebaran tahun ini di akhir Agustus. Beberapa bulan sebelumnya kita harus mempersiapkannya. Produk-produk apa yang akan dijual ketika Lebaran? Apa yang ada? Bagaimana cara display-nya? Apa saja bahannya? Itu yang harus kita lakukan.

Kalau saya berpedoman dasar bahwa detail bukanlah suatu problem.  

Bagi mereka yang tidak terbiasa terhadap detail, mereka maunya secara global, umum saja. Tapi kalau sudah menguasai secara detail, sepertinya masuk ke property itu ya sama saja dengan retail. Karena property itu adalah ‘payung’ bagi retail. Jadi di dalam satu pusat belanja itu biasanya terdiri dari beberapa yang berkaitan dengan perdagangan. Yaitu pertama adalah space atau ruang itu sendiri atau tempat berjualan. Kedua, retail-nya, tenant yang ada di dalam, yang berjualan. Ketiga, supplier yang kadang-kadang juga menjadiretailer juga.  Ya seperti baju misalnya baju Hammer. Dia kan produsen, memproduksi  tshirt, baju. Ia masuk kedepartement store sebagai supplier. Tapi ketika ia membuka toko sendiri ia menjadi retailer.

 

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Bisnis Excellent edisi September 2011.

tgh

Artikel Lainnya

artikel

Nukegraphic - Web Design and Development
Komunitas Excellent
Seminar Excellent
Coach Ellies
twitter Excellent
Facebook EXCELLENT BUSINESS MAGZ
Scanie
TV Excellent
Excellent mall
BEST RAJA AMPAT