Highlight

TITI SJUMAN : Berpartner Bisnis dengan Suami

Memilih bidang bisnis sering kali dipengaruhi oleh apa yang menjadi hobi, kesenangan seseorang. Biasanya hobi yang ditekuni ini berbeda jauh dengan bidang yang ditekuninya. Hal inilah yang rupanya dialami oleh Titi Sjuman dan suaminya, Wong Aksan.

 

Wa

TITI SJUMAN : Berpartner Bisnis dengan Suami

nita cantik kelahiran Jakarta, 10 Februari 1981, ini menyenangi dunia musik. Kegandrungannya terhadap musik ia mantapkan dengan kuliah di Institut Musik Daya Indonesia (IMDI). Di sana, ia mengambil jurusan scoring music. Selain itu, ketika masih di masa kuliah, Titi memperdalam teknik bermain drum. “Saya bermain drum sejak umur 18 tahun lho,” kenang Titi.

Kampus IMDI rupanya tidak sekadar tempat bagi Titi untuk menimba ilmu. Di sanalah ia juga bertemu dengan Wong Aksan yang kini menjadi suaminya. Kini, ia menjadi ibu dari Miyake Shakuntala Sjuman, buah cintanya dengan Wong Aksan.

Keahliannya menggebuk drum telah menjadikannya sebagai guru musik dan dosen di IMDI, almamaternya. Dari situ, karirnya berkembang menuju layar lebar dengan berakting di film layar lebar “Mereka Bilang Saya Monyet!” pada tahun 2007. Inilah yang menjadi titik awal Titi memasuki dunia akting. Tahun 2009, ia kembali terlibat dalam film “Identitas”. Tahun berikutnya, ia bermain akting dalam film ‘Minggu Pagi di Victoria Park.” Sedangkan di tahun 2011 ini, ia telah berakting di film “Rindu Purnama”, “Khalifah”, “Serdadu Kumbang”.

Dari sederet film tersebut, Titi meraih penghargaan sebagai Aktris Pendatang Baru Terbaik versi Indonesian Movie Award (IMA) 2008dalam film “Mereka Bilang Saya Monyet!” Penghargaan Aktris Wanita Terbaik Festival Film Indonesia 2009juga berhasil diraihnya. Penghargaan terbaru yang ia terima adalah Pemeran Utama Wanita Terbaik Indonesian Movie Awards 2011.

Bersama Wong Aksan, Titi menggarap music scoring untuk beberapa film, di antaranya adalah film “Laskar Pelangi”, “KING”, “Minggu Pagi di Victoria Park.”

Memulai Bisnis

Bermula dari hobi Wong Aksan yang gemar memasak, Titi menyetujui dan mendukung penuh rencana Wong Aksan untuk membuka sebuah cafe resto. Mereka berdua sepakat untuk membuka cafe resto ini sebagai penyaluran hobi Wong Aksan terhadap dunia kuliner. Apalagi Wong Aksan sudah mencapai level di mana ia memiliki dan perlu mewujudkan ide-ide kreatif memasaknya. Maka pas jika cafe resto menjadi tempat Wong Aksan untuk menuntaskan semua ide kreatif di bidang kuliner.

           

Artikel selengkapnya dapat Anda temukan di Excellent Business Magz, edisi Oktober 2011.

tgh

Artikel Lainnya

artikel

Nukegraphic - Web Design and Development
Komunitas Excellent
Seminar Excellent
Coach Ellies
twitter Excellent
Facebook EXCELLENT BUSINESS MAGZ
Scanie
TV Excellent
Excellent mall
BEST RAJA AMPAT