Highlight

JAHJA SETIAATMADJA : Sang Dirigen Perbankan

“Saya lahir di keluarga karyawan bank. Ayah saya bekerja di Bank Indonesiayangsetelah bekerja 35 tahun hinggapensiun jabatanbeliausebagai kepala kasir,” ujar Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur Bank Central Asia (BCA), siang itu di Menara BCA. Kehidupan masa lalu bisa jadi berper

JAHJA SETIAATMADJA : Sang Dirigen Perbankan

an juga dalam alam bawah sadar seseorang.

 

Dengan kondisi keluarga yang sederhana, Jahja berkesempatan kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Ia masih ingat betul bagaimana ia harus turun naik kendaraan umum untuk berangkat ke sekolah dan kuliah. Barulah ketika menjadi mahasiswa tingkat 3, dirinya bisa mencoba motor Honda CB 100 lantaran sang ayah diberi kesempatan untuk kredit motor di tempat kerjanya.

Di masa-masa akhir kuliahnya, ketika sedang membuat skripsi, Jahja memutuskan untuk mencari kerja. Di tahun 1979, Jahja diterima dan bekerja sebagai Junior Accountant di kantor akuntan publik Pricewaterhouse. Setahun bekerja di kantor akuntan publik, sambilbekerja di sebuah rental kaset untuk mendapatkan tambahan uang saku.

Kebetulan, salah seorang pelanggan setia yang menyewakaset tersebut adalah Bapak Rudi Cappelle. Jahja pun diajaknya untuk bergabung di Kalbe Farma. Memang pada saat itu Kalbe Group sedang melakukan peremajaan sistem akuntansi, termasuk komputerisasi.

“Saya diajak,tahun 1980, masuk ke PT Kalbe Farma selaku Asisten Manajer Cost Accounting,” ujar Jahja mengenang perpindahan kerja yang dialaminya. Hanya berselang 4 tahun, Jahja menempati posisi Senior Finance Manajer. Tahun 1988, ia dipercaya untuk menduduki jabatan sebagai Direktur Keuangan di Kalbe Groupyang bertugasmengelola seluruh keuangan dari Grup Kalbe.Saat itu, Grup Kalbe memiliki bisnis di berbagai bidang, seperti farmasi, properti, distributor, kosmetik, Kodak film, travel, bank, dll.

Di awal1989, Jahja mendapat tawaran bekerja oleh Kornferry, sebuah perusahaan headhunterdari Singapura. Ia ditawari untuk bekerja di Indomobil, salah satu perusahaan grup Salim. “Saya terima tawaran itu asalkan saya berkesempatan untuk lebih berkembang di sana,” kata Jahja.

Maka ia pun dipertemukan dengan sejumlah jajaran senior Indomobil seperti almarhum Angky Camaro, Subronto Laras. Di Suzuki Mobil Group, Jahja menempati posisi Direktur Keuangan.

Tahun 1990, Andree Halim mengajak Jahja untuk memasuki dunia perbankan. Ketika itu, Andre Halim mengatakan kepada Jahja bahwa tahun 1988, dunia perbankan sedang mengalami perkembangan yang luar biasa besar. BCA membutuhkan tenaga untuk melengkapi formasi timnya. Jadilah Jahja bekerja di BCA sebagai Wakil Kepala Divisi di tahun 1990. Tahun 1999 Jahja diangkat oleh BPPN menjadi Direktur BCA hingga tahun 2005 ia diangkat menjadi Wakil Presiden Direktur BCA. Dan Mei 2011dalam RUPS Jahja akhirnya diberi kepercayaan untuk  menjadi Presiden Direktur BCA.

***

Artikel selengkapnya dapat Anda temukan di Excellent Business Magz, edisi Oktober 2011.

tgh

Artikel Lainnya

artikel

Nukegraphic - Web Design and Development
Komunitas Excellent
Seminar Excellent
Coach Ellies
twitter Excellent
Facebook EXCELLENT BUSINESS MAGZ
Scanie
TV Excellent
Excellent mall
BEST RAJA AMPAT