Highlight

Sebuah Impian yang Menjadi Kenyataan

Pengalaman hidup yang keras telah menempa Ciputra menjadi seorang pengusaha sukses di Indonesia. Bahkan bisnis yang ia miliki di bidang properti telah menjangkau ke Vietnam. Pengalaman pahit yang mewarnai perjalanan hidupnya menjadi sumber energi yang mendorongnya menuju kesukse

Sebuah Impian yang Menjadi Kenyataan

san yang diraihnya saat ini.

 

24 Agustus 1931, Ciputra lahir dengan nama Tjie Tjin Hoansebagai putra ketiga dari pasangan Tjie Sim Poe dan Lie Eng Niodi Parigi, sebuah desa terpencil di Sulawesi Tengah. Pada waktu itu kondisi sulit karena memang Jepang masih menjajah Nusantara. Hidup terasa begitu sangat keras ketika sang ayah ditangkap tentara pendudukan Jepang dan tidak pernah kembali ke tengah-tengah keluarga. Demi bertahan hidup, Tjie Tjin Hoan yang masih remaja membantu sang ibu berjualan kue.

Menyelesaikan sekolah dasar di desa Bumbulan, Ciputra kemudian melanjutkan ke sekolah tingkat menengah pertama di Gorontalo. Menginjak bangku SMA, Ciputra bersekolah di Manado. Kondisi dunia pendidikan tingkat tinggi yang berbeda antara Pulau Jawa dengan Indonesia Timur, menjadikannya dasar yang kuat bagi Ciputra untuk merantau ke Pulau Jawa demi melanjutkan pendidikan tingkat tinggi. Tak tanggung-tanggung, Ciputra menargetkan Institut Teknologi Bandung sebagai tempatnya menimba ilmu demi meraih gelar Insinyur.

Ketika Ciputra masih kuliah dan baru berusia 23 tahun, ia memberanikan diri menikahi Dian Sumeler pada tahun 1954. Ciputra telah mempertimbangkan keputusan tersebut. Maka ia memutuskan untuk bekerja sembari kuliah untuk menopang kehidupan keluarga. Dari pernikahan  tersebut, lahirlah empat orang anak, yakni Rina Ciputra, Junita Ciputra, Candra Ciputra, dan Cakra Ciputra yang menjadi cikal bakal Ciputra Group.

Berawal dari Daja Cipta

Pengalaman Ciputra di dunia bisnis adalah ketika ia bersama Budi Brasali dan Ismail Sofyan mendirikan biro konsultan Daja Cipta yang kemudian menjadi PT Perentjana Djaja. Perusahaan ini ia rintis saat ia masih duduk di tingkat empat ITB. “Kemudian saya tinggalkan pekerjaan saya dan keputusan ini sekaligus mempersiapkan ketrampilan dan mental bisnis saya di masa depan.Saya berbisnis mulanya untuk dapat bertahan menyelesaikan kuliah dan memberi nafkah bagi keluarga baru saya,” jelas Ciputra.

 

Artikel selengkapnya dapat Anda temukan di EXCELLENT BUSINESS MAGZ edisi Februari 2012.

Dr. Ir. Ciputra

Artikel Lainnya

artikel

Nukegraphic - Web Design and Development
Komunitas Excellent
Seminar Excellent
Coach Ellies
twitter Excellent
Facebook EXCELLENT BUSINESS MAGZ
Scanie
TV Excellent
Excellent mall
BEST RAJA AMPAT