Highlight

Mendefinisikan Kembali Kesuksesan

Kesuksesan sangat identik dengan pangkat tinggi, kekayaan yang melimpah dan ketenaran. Tapi benarkah itu semua menjadi parameter mutlak bagi label sosial bernama kesuksesan? Ditemui di kantornya yang berada di daerah Muara Karang, Antonius Gatot Adinata, General Sales Manager PT

Mendefinisikan Kembali Kesuksesan

Samudera Pacific Maju, menuturkan pengalamannya yang sekaligus menunjukkan sisi lainnya dari suatu kesuksesan.

 

“Saya berasal dari keluarga yang biasa-biasa aja, bahkan sempat merasakan hidup dalam kekurangan,” ujar Antonius mengawali perkenalan tentang dirinya kepada EXCELLENT BUSINESS MAGZ.  Tidak pernah terlupakan ketika sang ibu mencari pinjaman ke berbagai kerabatnya untuk melunasi tunggakan uang sekolah. Pada saat itu, sang ayah berdagang secara tidak menetap sehingga penghasilan yang diperolehnya pun tidak menentu.

Kondisi yang demikian membuat seorang Antonius yang notabene adalah anak sulung di keluarga berpikir untuk bagaimana caranya mendapatkan uang demi membantu kondisi keuangan keluarga. Ia merasa punya tanggung jawab lebih terhadap adik-adiknya yang masih bersekolah dan membutuhkan biaya pendidikan. Menyadari bahwa permasalahan ekonomi dalam keluarga sering menjadi pemicu pertengkaran dalam konflik keluarga. Karenanya, ia memiliki concern di bidang tersebut.

Jawaban yang ia temukan adalah bahwa ia harus bekerja. Dengan berupaya untuk segera menyelesaikan pendidikannya. Sejak sekolah dasar, ia mengikuti berbagai kegiatan di sekolah. Hingga pada suatu ketika ia merasa seperti tersambar petir di siang hari dengan terkena penyakit kuning atau lever. Ia menduga penyakit itu didapati dari vaksinasi yang diadakan oleh sekolah. “Pada waktu itu, alat suntik yang digunakan tidak disposable di tahun 1970-an,” katanya mengenang masa sekolah dahulu.

“Mungkin salah satu anak ada yang terkena sakit kuning, istilahnya dulu. Lever ‘kan sebenarnya penyakit kuning. Nah, dulu hampir seluruh angkatan saya banyak yang terkena penyakit kuning. Kemungkinan dari situ saya terkena penyakit itu,” ujar Anton.

Penyakit tersebut membuat perutnya membuncit, lever bengkak, mata serta air seninya juga kuning bak air teh. Diakuinya bahwa kegagalannya dalam sekolah, salah satunya dikarenakan penyakit tersebut, selain juga kurang fokus dalam studi. Di bangku sekolah menengah, kembali Anton pernah mengalami satu tahun tambahan lantaran tidak naik kelas.

“Akhirnya saya gagal. Kebetulan nama yang diberikan oleh orang tua saya adalah Gatot. Banyak kawan saya mengatakan, Gatot itu singkatan dari GAgal TOTal,” ujarnya sembari bergurau.

tgh

Artikel Lainnya

artikel

Nukegraphic - Web Design and Development
Komunitas Excellent
Seminar Excellent
Coach Ellies
twitter Excellent
Facebook EXCELLENT BUSINESS MAGZ
Scanie
TV Excellent
Excellent mall
BEST RAJA AMPAT