Highlight

Tak Ada Pikiran Bisnis

Tak ada pikiran bisnis sama sekali di benak Purwa Caraka ketika mendirikan Purwa Caraka Musik Studio (PCMS). Pada tahun-tahun awal pendiriannya, PCMSbelum mencetak profit. Selama kurun waktu tersebut,Purwamembiayai PCMS dari penampilannya di berbagai acara dan aktivitasnya di industri musik. &

Tak Ada Pikiran Bisnis

ldquo;Jadi, dari hasil manggung itu, saya anggarkan untuk sekolah musik ini,’’ ujarnya kepada EXCELLENT BUSINESS MAGZ yang mewawancarainnya secara khusus.

            Kang Purwa, begitu biasa dia disapa, tak memiliki gambaran lengkap tentang bisnisnya ini ketika mendirikan PCMS pada 1 Oktober 1988.Pada saat itu, PCMS belum memiliki banyak pesaingseperti sekarang.Menurut  ayah tiga anak ini, tantangan justru datang ketikaPCMSmemasuki tahap pengembangandari sisi internal maupun  eksternal.Dari mulai mengelola sumber daya manusia, administrasi hingga memperhitungkan kompetitor-kompetitor baru. Namun, berkat pengalamannya selama tujuh tahun sebagaiwakil direktur musik  di lembaga pendidikan musik yang dimiliki oleh sebuah merek produsen alat musik, Purwa mampu mempertahankan eksistensi PCMS. “Saya tidak punya studi khusus sebelum membangun sekolah ini. Hanya pengalaman saja serta keinginan dan semangat saya yang membuat seperti sekarang ini,” tegasnya.

 

Kisah di Balik Pendirian PCMS

Tahun 1985, Purwa mengikuti short course untuk arranging music di University of Marryland, Amerika Serikat. Purwa melihat bahwa di sana pendidikan musik menempati posisi yang “cantik.” “Saya melihat mereka menempatkan pendidikan musik pada tempatnya dan terhormat. Lembaga itu penuh dengan fasilitas yang baik, sarana yang sehat dan suasana yang sangat kondusif untuk belajar,” ujarnya.

Di sisi lain, kenyataan yang Purwa temui di Bandung adalah banyak pengusaha yang mendirikan lembaga pendidikan musik ala kadarnya.

 

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah kalau di Amerika Serikat saja pendidikan bisa ditempatkan di posisi yang baik, kenapa di sini (Indonesia –Red) tidak?

Ketika mendirikan PCMS, sering kali muncul pertanyaan: mau bangun fasilitas yang baik dahulu atau jalan dahulu dengan sumber daya yang ada? Dalam pandangan Purwa, pertanyaan macam ini tak ubahnya seperti pertanyaan : mana yang lebih dulu ada, ayam atau telur? Menanggapi pertanyaan resiprokal macam ini, Purwa menanggapinya, “Ya sekarang Anda mau bagus atau tidak? Kalau mau bagus, ya bangun fasilitas dulu dong. Jangan tanya, nanti kalau murid banyak baru bangun fasilitas. Jadi kita memang perlu modal dulu agar bisa lakukan banyak hal.”

 

Artikel selengkapnya bisa Anda baca di EXCELLENT BUSINESS MAGZ Edisi Maret 2012

tgh

Artikel Lainnya

artikel

Nukegraphic - Web Design and Development
Komunitas Excellent
Seminar Excellent
Coach Ellies
twitter Excellent
Facebook EXCELLENT BUSINESS MAGZ
Scanie
TV Excellent
Excellent mall
BEST RAJA AMPAT