Highlight

Metamorfosa Pebisnis yang Nasionalis

Layaknya sebuah pertunjukan, kisah hidup seorang Sofjan Wanandi bisa dituturkan dalam tiga babak kehidupan. Babak pertama mengisahkan sosok Sofjan sebagai seorang perantau yang memperjuangkan kehidupannya dari Padang ke Jakarta dengan bersekolah di SMU Kolese Kanisius, Jakarta.

Metamorfosa Pebisnis yang Nasionalis

Babak berikutnya menampilkan Sofjan sebagai seorang aktivis di bidang politik dengan berperan sebagai anggota DPR (1967 - 1971) dan MPR (1972 – 1987). Babak ketiga dalam hidupnya, Sofjan melakoninya sebagai seorang pebisnis sukses di Indonesia.

Peralihan hidup tersebut terjadi di tahun 1975, ketika Sofjan memutuskan untuk banting setir, dari seorang politikus yang menjadi anggota DPR dan MPR menjadi seorang pebisnis. Kombinasi dua identitas tersebut ia jalani hingga tahun 1987.  “Saat itu saya merasa bahwa saya tidak mungkin dalam politik terus. Saya sudah waktunya mencari uang,” ujar suami dari Riantini Wanandi.

Ditemui di kantornya yang berada di bilangan Taman Kebon Sirih, Sofjan menceritakan bagaimana ia membangun bisnisnya dalam Gemala Group dan Pakarti Yoga Group. Aneka bisnis tersebut tidak Sofjan jalani sendirian. Bersama dengan teman-temannya, ia mendirikan Pakarti Yoga Group. Sedangkan bersama keluarga, ia membangun bisnisnya di bawah bendera Gemala Group. Pada dekade 90-an, dibentuklah Santini Group  sebagai kelompok bisnis yang dikelola oleh dua dari tiga putera Sofjan. Kini, Sofjan hanya menjalankan peran sebagai komisioner bagi ketiga group tersebut.

Kedekatannya dengan kalangan birokrat telah memberinya kedekatan untuk mengikuti tren yang ada di pemerintahan. Sofjan memulai bisnisnya sebagai agen perusahaan komponen perkapalan dari Jepang. Dari agensi perkapalan tersebut, Sofjan mulai memasuki bidang manufaktur yang memproduksi produk melamin dan formika, memasok parts via PN. Timah. Seiring berjalannya waktu, pertumbuhan pesat dalam bisnisnya tersebut telah memungkinkan Sofjan untuk memasuki beberapa bidang bisnis lainnya, seperti finance, properti, service industry (Asuransi Wahana Tata), pabrik accu PT. Yuasa Battery Indonesia, pabrik farmasi, sektor finansial, investment bank dan sekuritas.

***

Adakah kepentingan lain yang melatar belakangi keputusan Anda memilih bidang bisnis daripada bidang politik?

Kepentingan saya yang lain begini, sebenarnya pada saat saya dan teman-teman berjuang di tahun 1966, saat saya berjuang berteriak-teriak tentang Tritura (Tri Tuntutan Rakyat-Red) itu kan ada perbaikan ekonomi. Kami berada di dalam pemerintahan dan saya pikir juga di luar pemerintahan toh masih bisa berbuat sesuatu untuk membangun ekonomi, seperti memberi pekerjaan untuk rakyat kita. Jadi sebenarnya tujuan saya adalah bagaimana saya juga secara pribadi bisa membantu dalam memberikan pekerjaan bagi rakyat kita, yang pada saat itu ekonomi kita baru mulai terbangun, tumbuh, dll. Itulah yang terjadi sampai sekarang hingga kini karyawan kami sekitar 15 ribu orang di seluruh Indonesia dan luar negeri, baik dalam service industry, trading, properti, industri.

 

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di EXCELLENT BUSINESS MAGZ Edisi Maret 2012

tgh

Artikel Lainnya

artikel

Nukegraphic - Web Design and Development
Komunitas Excellent
Seminar Excellent
Coach Ellies
twitter Excellent
Facebook EXCELLENT BUSINESS MAGZ
Scanie
TV Excellent
Excellent mall
BEST RAJA AMPAT