Highlight

Wajah Bisnis Dalam Produksi Film

Sosok Nia Dinata sudah tidak asing lagi di dunia perfilman Indonesia. Film layar lebar pertamanya yang berjudul Cau Bau Kan berhasil mencuri perhatian publik Indonesia. Bagaimana kiprah Nia Dinata sebagai seorang sutradara film sekaligus pendiri Kalyana Shira Films?

Wajah Bisnis Dalam Produksi Film

 

            Ketertarikan Nia Dinata pada film sudah terlihat sejak kecil. Sejak kanak-kanak, wanita kelahiran Jakarta 4 Maret 1970 ini sudah gemar nonton film. Karena minatnya yang besar terhadap dunia film, maka tahun 1993, Nia memutuskan untuk memperdalam ilmu tentang perfilman di New York University. Setelah menyelesaikan pendidikannya tersebut, Nia kembali ke Indonesia dan memulai karirnya sebagai sineas wanita dengan membuat video klip dan film iklan.

            Awal tahun 2000, Nia mendirikan perusahaan film independen Kalyana Shira Film. Latar belakang didirikannya Kalyana Shira Films tersebut adalah lantaran Nia hendak memproduksi film Cau Bau Kan yang diangkat dari novel dengan judul yang sama karya Remy Sylado.

“Ketika saya mencari investor untuk pembuatan film Cau Bau Kan¸ banyak yang bertanya nama perusahaannya apa. Investor tidak mau mentransfer dana ke rekening saya pribadi, maunya ke rekening perusahaan. Saat melakukan presentasi untuk menjual hak cipta ke stasiun televisi, lagi-lagi mereka kembali menanyakan nama perusahaan. Makanya itu, saya bikin perusahaan dengan nama Kalyana Shira Film. Jadi kalau tidak ada film Cau Bau Kan, tidak akan ada Kalyana Shira Films,” beber Nia saat ditemui EXCELLENT BUSINESS MAGZ.

            Debutan film pertama Nia yang bertajuk Cau Bau Kan terbilang sukses, Nia berhasil menyabet penghargaan dari berbagai festival film internasional. Salah satunya adalah Best Promosing New Director di Asia Pasific Film Festival tahun 2002.

            Prestasi yang diraih Nia, tak membuat Nia merasa besar kepala. Nia tidak pernah bermimpi untuk mempunyai studio yang besar, bahkan Nia juga tidak pernah menargetkan jumlah film yang harus dibuatnya dalam setahun. Sebab, menurut Nia untuk membuat sebuah film haruslah didasarkan dari panggilan hati. “Saya ingin memberikan sesuatu untuk perfilman Indonesia. Film itu sesuatu yang unik,” ujar lulusan Elizabethtown College di Pennsylvania, Amerika Serikat.

 

Artikel selengkapnya dapat Anda temukan di EXCELLENT BUSINESS MAGZ edisi April 2012.

tgh

Artikel Lainnya

artikel

Nukegraphic - Web Design and Development
Komunitas Excellent
Seminar Excellent
Coach Ellies
twitter Excellent
Facebook EXCELLENT BUSINESS MAGZ
Scanie
TV Excellent
Excellent mall
BEST RAJA AMPAT