Highlight

Charles Saerang: Percikan Pemikiran Sang Ahli Strategi

Charles Saerang lahir di Semarang, 20 Februari 1952. Ia adalah anak tertua dari Hans Ramanadan Vera Saerang. Hans Ramana menerima tongkat kepemimpinan dari Nyonya Meneer sebagai pimpinan PT. Nyonya Meneer. Ketika masih bersekolah, Charles memiliki keinginan untuk studi di luar n

Charles Saerang: Percikan Pemikiran Sang Ahli Strategi

egeri. 1968, Charles mendapatkan restu dari kedua orang tuanyauntuk studi di luar negeri. Maka ia pun berangkat ke London, Inggris ketikaia berusia 16 tahun.

 

1970, Charles dipindah ke Acton Technical College di Hammersmith. Sedari kecil, Charles telah bercita-cita untuk menjadi seorang dokter. Namun nilai akademis yang diperoleh Charles tidak mendukungnya untuk masuk ke fakultas kedokteran. Ia pun akhirnya memilih mendalami bidang marketing.Segeralah ia menuju Amerika Serikat. Charles melanjutkan studinya di Middle Tennessee State University, bidang marketing dan di tahun pertamanya, ia menempati posisi puncak dari urutan nilai terbaik.

Kemudian Charles memutuskan untuk mengambil spesialisasi manajemen bisnis di OhioUniversity. Setelah menghabiskan waktu 2 tahun studi di sana dan akan segera berakhir, Charles menerima telepon dari keluarganya di Indonesia: sang ayah, Hans Ramana, meninggal dunia dan ia harus kembali ke Indonesia.Dua bulan setelah kepergian sang ayah, Charles berhasil menyelesaikan studinya dan mendapat gelar Bachelor of Science.

Akhir 1976, Charles kembali ke Semarang, memenuhi janjinya kepada ayahnya. Ia memulai karirnya di bidang marketing di perusahaan keluarga, PT. NyonyaMeneerketika ia masih berusia 24 tahun. Kala itu manajemenperusahaandipegang oleh Hans Pangemanan, pamannya dan Nonie Saerang, bibinya.

Charles yang mendapat kepercayaan di bidang marketing memiliki rencana dan usulan-usulan untuk memajukan perusahaan. Namun paman dan bibinya malah memandang Charles sebelah mata. Selama dua tahun pertama, Charles mengunjungi seluruh agen perusahaannya di Indonesiauntuk bisamenangkap dan memahami situasi saat ini yang sesungguhnya.

Charles memberikan perhatian khusus di bidang distribusi. Ia membuat sejumlah program kerja untuk memajukan bidang distribusi agar jaringan distribusi menjadi lebih efisien dan layak. Dengan demikian, menurutnya, market akan membesar dan berdampak kepada bidang promosi. Besarnya market akan menginspirasi perusahaan untuk membangun strategi promosi yang baru dan inovatif. Para distributor mulai diperlakukan sebagai rekan bisnis. Selang setahun peningkatan jaringan distribusi ini, penjualan meningkat dua kali lipat.

1980,  Charles dipromosikan menjadi Direktur Marketing. Ia pun memiliki keinginan untuk menerapkan seluruh pengetahuan yang ia pelajari di perusahaan neneknya. Persaingan yang terjadi antara jamu dan obat farmasi di tahun 1980-an menjadi tantangan tersendiri bagi Charles. Ia menyadari bahwa edukasi bagi para konsumen Indonesia sangat penting, bahwa obat-obat tradisional mereka harus diajarkan sebelum mereka melupakan sepenuhnya jamu.

Charles menyadari peran strategis dari media dalam mendukung edukasi paracustomer. Ia menggunakan berbagai macam media, seperti televisi, majalah, koran, radio, film. Pada saat itu, tidak ada produsen jamu yang menyadari hal ini dan tertarik untuk menggunakan media sebagai sarana promosi dan edukasi pasar. Dengan meraih kepercayaan customer kepada resep tradisional, maka penjualan akan bertumbuh di seluruh produk perusahaan.Pertengahan tahun 80-an, data mencatat pertumbuhan yang pesat diraih oleh perusahaan.

Charles berencana untuk meraih pangsa pasar yang jauh lebih luas untuk segmen jamu. Pada dasarnya jamu memiliki 3 bentuk: bubuk, pil dan kapsul. Yang mencetak penjualan terbaik hingga saat ini adalah yang bubuk, meski memiliki rasa yang kurang nikmat. Karenanya tim riset perusahaan berupaya mengubah bentuk bubuk menjadi kapsul dan pil serta memberikan rasa yang lebih bervariasi, seperti coklat dan stroberi agar memasuki pasar anak yang sedang bertumbuh.Inovasi terus berlanjut. 1989, perusahaan kembali memperluas jenis produknya dengan memproduksi sampo, sabun dan kosmetik, seiring mereka memasuki pasar untuk segmen pria.

Pada dekade 80-an, Charles membawa produknya ke Korea, Brunei Darusalam, Malaysia, Taiwan, Belanda. Bahkan, di tahun 1986, PT. Nyonya Meneer menjadi co-sponsor dalam Asian Games di Soul, Korea Utara.

9 Juni 1994, Charles secara resmi menjadi Presiden Direktur PT. NyonyaMeneer dengan pembelian saham dari NonieSaerang. Hal ini menjadi babak baru dalam perjalanan bisnis PT. NyonyaMeneer. Kepemimpinan Charles menandakan dimulainya penerapan manajemen profesional yang terdidik. Dengan demikian, ia merasa harus mengamini doktrin manajemen Barat:CustomerAdalah Raja.”

 

Artikel lengkap bisa Anda baca di EXCELLENT BUSINESS MAGZ Edisi Mei 2012

Charles saerang

Artikel Lainnya

artikel

Nukegraphic - Web Design and Development
Komunitas Excellent
Seminar Excellent
Coach Ellies
twitter Excellent
Facebook EXCELLENT BUSINESS MAGZ
Scanie
TV Excellent
Excellent mall
BEST RAJA AMPAT