Highlight

ELOY ZALUKHU: Jalan Berliku Mewujudkan Motivator 10 Terbaik Asia

Sukses tidak bisa datang dalam satu malam. Sukses hanya bisa diraih dengan perjuangan panjang yang tak kenal kata menyerah. Mungkin kata itulah yang bisa menggambarkan kesuksesan yang kini diraih Eloy Zalukhu. Kesuksesannya sebagai motivator dan business trainer papan atas Indonesia, tidak dat

ELOY ZALUKHU: Jalan Berliku Mewujudkan Motivator 10 Terbaik Asia

ang dalam sekejap. Perlu perjuangan keras dan jalan berliku yang harus ia lewati hingga berhasil menabalkan namanya dalam jajaran motivator dan public speaker yang diperhitungkan di negeri ini.

Eloy Zalukhu terlahir sebagai anak bungsu dari 6 bersaudara di  sebuah kampung di  Pulau Nias, Sumatera Utara. Menurut Eloy, sampai saat ini, kampung halamannya itu belum tersentuh listrik dan jalannya pun belum beraspal. Di sanalah ia menghabiskan masa kecilnya hingga lulus SD.

Eloy tidak sempat mengingat wajah ayahnya, karena sang ayah sudah meninggal ketika usia Eloy masih Sembilan bulan. Kehidupannya waktu itu bisa dibilang terpuruk. Beruntung, nasib baik berpihak kepadanya. Eloy menyebutnya sebagai keajaiban yang datang kepadanya. Ada seseorang yang menolongnya dan membawanya ke Jakarta. Di ibukota ini, Eloy menamatkan SMP dan SMA-nya.

Lepas SMA, Eloy remaja bercita-cita melanjutkan pendidikan di UGM, tetapi ternyata ia tidak diterima di perguruan tinggi di kota Yogyakarta itu. Beruntung,  seseorang berkenan memberinya beasiswa, sehingga pada tahun 1996 ia malah berangkat ke Melbourne, Australia untuk kuliah. Disana ia mengambil program sarjana di Deakin University, Melbourne, dalam bidang Marketing dan Management.
Belum genap dua tahun belajar di Australia, pada tahun 1998, Indonesia terkena krisis moneter. Krisis ini ternyata berimbas kepada kehidupannya. Orang yang selama ini mengiriminya biaya atau beasiswa untuk belajar di Australia tidak sanggup lagi membiayainya dan memintanya segera pulang ke tanah air.  Tetapi ternyata Eloy tidak mau menyerah begitu saja. Ia merasa sayang jika kuliahnya tidak sampai selesai, apalagi ia tidak bisa membayangkan pekerjaan apa yang bisa dilakukannya jika harus kembali ke tanah air. 

“Waktu itu saya sudah membaca buku-buku motivasi. Saya juga sudah mulai dekat dengan Tuhan. Jadi, akhirnya saya mengatakan kepada orang ini, ‘Saya tidak akan pulang. Saya akan mencari peluang lain di sini. Kalau saya dapat sekolah, ya sekolah, tapi kalau tidak dapat sekolah, kerja biasa pun tidak apa-apa. Dari pada saya pulang ke kampung dan duduk di pulau Nias sana’,” kenang Eloy.

Karena tekadnya yang sudah bulat itulah, terpaksalah Eloy harus bekerja banting tulang memenuhi kebutuhan hidupnya di sela-sela tugas utamanya kuliah.  Setelah satu tahun, orang yang biasa memberinya beasiswa kembali menolongnya. Orang itu sanggup membantu Eloy, meskipun hanya membiayai uang kuliahnya saja. Sementara untuk memenuhi kebutuhan lain,  mulai dari makan, membeli buku, sewa apartemen dan transportasi, Eloy harus tetap bekerja di luar jam kuliah.

Berkat kerja keras dan sikap mandiri yang dijalaninya, akhirnya Eloy berhasil lulus sarjana, dan kembali ke Jakarta pada tahun 2001. Di tanah air, Eloy bekerja di Frontir Consulting Group, sebuah perusahaan konsultasi bidang pemasaran. Tetapi tidak lama ia bekerja disini, hanya setahun, lalu ia memutuskan keluar.

Jatuh Bangun Mengejar Mimpi

Ketika masih kuliah di Melbourne, selain menyukai buku-buku motivasi, Eloy juga sempat mengikuti sebuah seminar yang diadakan selama tiga hari tiga malam yang mendatangkan beberapa pembicara hebat. Eloy terkesan dengan penampilan dan motivasi yang disampaikan para pembicara dalam seminar itu. Maka tidak heran jika dalam hati Eloy terbetik keinginan menjadi motivator hebat suatu hari kelak. 

“Sebetulnya, sejak tahun 1999 saya sudah mulai bermimpi dan punya cita-cita bahwa suatu hari nanti memang saya ingin menjadi seperti sekarang ini. Waktu itu saya berpikir (ingin) menjadi Motivator & Business Trainer 10 Terbaik Asia,” cerita Eloy.

Keinginannya menjadi  motivator didasari oleh pengalaman hidup yang  ia jalani sendiri, yang membuatnya merasa bahwa ada sesuatu yang bisa ia bagikan kepada orang lain. “Saya pikir, bagiku sih ini panggilan.  Ada calling from above. Jadi panggilan Tuhan, memang. Saya dipanggil untuk menginspirasi orang.  Jadi, memang awalnya karena ada panggilan. Sehingga aku menjalankannya dengan cinta,” ungkap Eloy.

Setelah kembali ke tanah air dan bergabung dengan Pak Handri Irawan di Frontir Consulting Group, cita-cita dan mimpinnya untuk menjadi seorang motivator dan trainer semakin kuat.

“Nah dulu kerjaan saya adalah menemani Pak Handi, di training-training. Menemani beliau meeting. Nah dari situ saya belajar banyak. Dan cita-cita saya di tahun 1999 itu, akhirnya semakin mengkristal. Ketika melihat di depan ada orang yang bicara, hati ini rasanya ingin seperti itu,” kenangnya.

Untuk mewujudkan cita-cita mulianya itu, pada tahun 2004 Eloy mencoba mendirikan usaha sendiri sebagai seorang pembicara. Dimulailah perjuangan yang sesungguhnya dalam mengejar cita-citanya. Bisa dibilang, jalan yang ia lalui sangat keras dan penuh liku. Hanya tekad dan semangatnya yang tak pernah mau menyerah sajalah yang membuatnya mampu bertahan di tengah cemoohan dan cibiran banyak orang.

Dengan modal pas-pasan, ia beranikan diri memulai usahanya. Semuanya ia jalani tanpa fasilitas yang memadai. Ketika motivator dan trainer lain kemana-mana naik mobil-mobil mentereng, Eloy menemui calon-calon kliennya hanya naik kendaraan umum, bus. Jangankan mobil, motor pun waktu itu ia tidak punya.

“Saya masih ingat sekali, ketika saya memulai karir seperti ini, saya masih menumpang di rumah saudara saya di Kemang. Dan kemana-mana saya naik Bus,” kenang ayah dari Keenan Zalukhu dan Kathleen Zalukhu ini.

Tetapi, di tengah keterbatasan itu ia tetap bersemangat, dan  mencoba menawarkan diri ke berbagai perusahaan untuk memberikan training dan motivasi kepada karyawan mereka, tetapi tidak ada satu pun yang mau menerima tawarannya. Bahkan, seorang ibu yang ditemuinya sempat mencemooh dan menertawakannya, hanya karena si ibu itu membandingkan Eloy yang kemana-mana naik bus dengan motivator lain yang naik mercy.

Meskipun sempat putus asa, down dan mencoba melamar pekerjaan di perusahaan, tetapi Eloy tetap tidak mau menyerah. Ia tetap tekun berusaha menemui calon-calon kilennya, bahkan beberapa kliennya sempat ia tawarkan sampai beberapa kali, tetapi tetap saja mereka menolaknya.

Hingga akhirnya, kesempatan itu pun datang juga. Ia bertemu dengan Bapak Deny Suherlan, Direktur Trisula Group yang sebelumnya sempat tiga kali menolak tawarannya. Pada kesempatan pertama ini ia ditantang memberikan training kepada manager dari 22 perusahan di bawah Trisula Group. Meskipun  sedikit grogi, Eloy berhasil melewati tantangan pertamanya. Audiensnya ternyata menyukai training yang disampaikannya. Bahkan perusahaan ini membawa Eloy keenam kota lain untuk memberikan training yang sama. Dari situlah awal suksesnya sebagai motivator dan trainer business hinggga terkenal seperti sekarang ini.

Kini ratusan perusahaan, baik nasional maupun multinasional, telah memakai jasanya, bahkan training yang diberikannya sudah merambah sampai ke Singapura, Thailand, Malaysia dan Hong Kong. Kini kesuksesan hidup bukan lagi mimpi bagi Eloy. Bahkan namanya sudah layak bersanding dengan nama-nama motivator beken di negeri ini.

 

Artikel selengkapnya bisa di baca di EXCELLENT BUSINESS MAGZ edisi Juli-Agustus 2012

ls

Artikel Lainnya

artikel

Nukegraphic - Web Design and Development
Komunitas Excellent
Seminar Excellent
Coach Ellies
twitter Excellent
Facebook EXCELLENT BUSINESS MAGZ
Scanie
TV Excellent
Excellent mall
BEST RAJA AMPAT