Highlight

FREDDY PIELOOR: Managing Money With Love

Profesi Financial Planner merupakan salah satu profesi yang terbilang baru di negeri kita. Maklum, kebanyakan masyarakat kita memandang uang sebagai sesuatu yang sensitive dalam hubungan suami isteri, sehingga kebanyakan pasangan suami isteri menghabiskan

FREDDY PIELOOR:  Managing Money With Love

uang tanpa perencanaan apa pun. Karena itu wajar jika banyak keluarga tidak sadar bahwa sebenarnya mereka membutuhkan kehadiran pihak ketiga atau orang-orang yang bisa membantu merencanakan keuangan keluarga mereka.

Berawal dari rasa miris melihat realitas yang terjadi di masyarakat seperti itulah  yang akhirnya membuat Freedy Pieloor bertekad membantu sebanyak mungkin orang untuk melek financial dan siap merencanakan keuangannya sejak dini. Karena itu tidak salah jika pilihan profesinya jatuh kepada Financial Planner. Baginya, profesinya ini benar-benar passionnya.

“Ya, profesi ini merupakan sebuah gairah dan memberikan motivasi dan spirit dalam berbagi menebar dan membangun keluarga-keluarga. Mudah-mudahan lebih banyak keluarga Indonesia mencapai bahagia, harmonis dan sejahtera,” kata Freddy.

Freddy  terlahir dari keluarga sederhana di Tanjung Priok, Jakarta, di sebuah gang bernama Kampung Sawah. Kesederhanaan keluarganya tampak dari rumahnya yang hanya berdindingkan bilik bambu dan berlantaikan tanah. Bila banjir datang, air akan  leluasa masuk lewat celah-celah dinding yang tidak rapat dengan tanah.

Ayah Freddy adalah  seorang pelaut dan ibunya  seorang ibu rumah tangga sejati. Freddy mengaku bahwa masa kecilnya ia habiskan dengan bermain dan belajar. Suatu saat ayahnya pernah berpesan agar anak-anaknya jangan mengharapkan warisan,  tetapi harus berusaha sekuat tenaga mencari rejeki dengan keringat sendiri. Ayahnya menegaskan bahwa dirinya hanya bertanggungjawab sebatas pendidikan anak-anaknya, itu pun disesuaikan dengan kemampuannya.

“Jadi saya dan kakak saya yang lelaki selalu belajar demi masa depan,” kenang Freddy.

Ketika beranjak dewasa, Freddy mengaku menyaksikan banyak sanak keluarga dan orang-orang lain di sekitarnya yang telah mencapai usia pensiun, hidupnya lebih susah daripada saat masih bekerja dan produktif.  Mereka menjalani masa hidup di penghujung waktu dengan miskin, menderita dan sengsara.

Menyadari kenyataan yang miris itu, batin  Freddy terus bertanya, mengapa bisa begitu? Setelah ia merenung, ia pun paham bahwa kebanyakan mereka bernasib seperti itu karena mereka tidak atau lupa atau terlambat dalam melakukan perencanaan keuangan.

“Sejak tahun 2000 saya membaca buku-buku keuangan, termasuk buku karya Robert T. Kiyosaki, dan mulai saat itu pikiran saya tebuka. Lalu saya mendalaminya dengan mengikuti pendidikan di Binus mengambil sertifikasi,” cerita Freddy.

Awalnya, ilmu yang diperolehnya itu ia manfaatkan hanya untuk keperluan diri dan keluarganya saja. Namun panggilan hati nuraninya membuatnya merasa prihatin dengan kehidupan di sekeliling.

“Saya ingin memberikan sebuah kontribusi kepada publik dalam memperbaiki kualitas kehidupan keluarga-keluarga Indonesia melalui buku-buku dan seminar-seminar serta pelatihan dan konseling. Saya berpikir sebuah bangsa yang kuat, damai dan sejahtera dimulai dari pembangunan keluarga mandiri dan sejahtera,” ungkap Freddy.

Karena itu, Freddy kemudian mendirikan jasa pelayanan financial planning dengan brand "MONEYnLOVE", dengan tagline "Managing Money with Love". Berikut wawancara Excellent Business Magz dengan beliau:

 

Tolong ceritakan bagaimana awal mula Anda terjun menjadi seorang public speaker yang berhubungan dengan financial atau Financial Planner?

Saya prihatin melihat kehidupan masyarakat Indonesia yang saat ini kurang peduli akan masa depan dan cenderung konsumtif (materialistis) serta budaya keluarga ke-Timur-an yang telah luntur. Begitu banyak para mantan karyawan yang saat ini berusia di atas 60 tahun yang menjalani kehidupan yang sengsara dan menderita, karena ketidak-mampuan secara ekonomi.

Ada beberapa sanak keluarga saya sendiri yang saat ini hidupnya Senin - Kamis, alias susah dan hidup menggantungkan kepada belas kasihan sanak keluarga. Padahal saat beliau masih aktif bekerja, kehidupan keluarganya tergolong mewah.

Saya ingin membantu mencerahkan kepada lebih banyak pribadi dan keluarga, agar mereka sejak dini memikirkan dan melakukan perencanaan keuangan bagi terciptanya keluarga mandiri, sejahtera dan bahagia.

 

Mengapa Anda memilih profesi ini?

Adalah sebuah kepuasan yang tidak ternilai menyaksikan terciptanya keluarga utuh dan harmonis dengan kemampuan ekonomi yang mandiri dan sejahtera. Saya senang dan berbahagia membantu lebih banyak keluarga Indonesia, demi terwujudnya Indonesia damai dan sejahtera.

 

Profesi Financial Planner kan baru belakangan dikenal masyarakat kita, itu pun masih terbatas pada golongan tertentu, bagaimana Anda bisa meyakinkan klien-klien Anda, atau bagaimana usaha dan perjuangan yang telah Anda lakukan sehingga profesi Anda bisa diterima dan mendapat pengakuan yang tinggi dari masyarakat?

 

Melalui diskusi dan seminar serta layanan konsultasi lisan (CURHAT), saya menggugah perasaan dan mencerahkan pikiran mereka, agar mereka bersedia untuk melakukan perencanaan demi suami atau istri dan anak-anak mereka.

Saya percaya setiap orang tua mencintai anak-anak mereka, dan sebagai bukti mereka mencintai adalah mempersiapkan dana pendidikan dan masa depan setiap anak-anak, melalui perencanaan keuangan yang tertata.

Saya pun menulis beberapa buku dan mengikuti berbagai milis ibu kota, sebagai sarana edukasi kepada public atau masyarakat luas. Saya juga diberikan kesempatan oleh stasiun radio LITE FM 105.8 untuk berbagi kepada pendengar dan beberapa majalah dan tabloid untuk mengisi kolom tetap ataupun sebagai nara sumber.

Intinya dengan berbagai macam cara, saya menghampiri masyarakat Indonesia, agar mereka tergugah untuk merencanakan kehidupan mereka sejak dini.

 

Apa saja tantangan yang Anda rasakan dalam menjalani profesi ini?

Tantangan yang terbesar yang saya rasakan ada 2 jenis. Yang pertama adalah kala pertama bertemu dengan klien dan membuat mereka memahami betapa pentingnya perencanaan keuangan dilakukan bagi kesejahteraan dan kebahagiaan keluarga mereka. Sebagian besar dari mereka merasa ragu dan malu untuk terbuka dan menceritakan “jati diri” mereka yang sesungguhnya terkait masalah keuangan dan tata cara pengelolaannya.

Yang kedua adalah saat memantau mereka dalam melaksanakan komitmen yang mereka buat sendiri di awal perencanaan. Sering kali saya berperilaku atau bertindak sebagai “seorang satpam” yang menegur dan memastikan mereka melakukan tindakan yang seharusnya mereka lakukan, demi kebaikan diri mereka sendiri.

Biasanya, siapa client yang mengundang Anda dalam seminar keuangan?

Klien-klien yang mengundang saya dalam berbagi (sharing) “paham” dan “nilai” serta “tips” keuangan dalam kehidupan dan pengelolaannya dalam bentuk seminar atau workshop (pelatihan) adalah perusahaan-perusahaan yang sukses dan care kepada kebutuhan para karyawannya.

Karena mereka berpikir bahwa saat ini pelatihan atau seminar yang dibutuhkan para karyawannya bukan sekadar soft skill tentang “team building”, “leadership” atau jenis lainnya yang dapat meningkatkan produktifitas bagi keuntungan perusahaan. Melainkan apa yang dibutuhkan bagi kemajuan diri dan keluarga karyawan.

Banyak perusahaan sudah berpikir dan memahami bahwa bila keuangan keluarga karyawan telah tertata dan baik, maka dengan sendirinya produktifitas para karyawan akan jauh lebih tinggi.

Apakah ada korelasi antara memberikan seminar dengan menerima banyak client, atau apakah kebanyakan client Anda biasanya peserta seminar yang Anda datangi?

Seminar dan berbagai macam cara untuk dapat melakukan edukasi kepada masyarakat luas, sehingga menimbulkan pemahaman (awareness) dan pada akhirnya akan menumbuhkan kebutuhan (needs). Seminar dan publikasi edukasi memiliki korelasi positif dengan banyaknya klien yang dapat dilayani.

 

Artikel lengkap dapat Anda baca di EXCELLENT BUSINESS MAGZ  edisi Sept – Okt 2012

Untuk Pemesanan Telp ke: 081298161166

ls

Artikel Lainnya

artikel

Nukegraphic - Web Design and Development
Komunitas Excellent
Seminar Excellent
Coach Ellies
twitter Excellent
Facebook EXCELLENT BUSINESS MAGZ
Scanie
TV Excellent
Excellent mall
BEST RAJA AMPAT