Highlight

EKONOMI GULA

Judul                     : EKONOMI GULA

Penulis             &nbs

EKONOMI GULA

p;   : Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI), Bayu Krisnamurthi  (Editor)

Penerbit              :  PT. Gramedia Pustaka Utama - Jakarta

Tebal                     : 395 Hal

Harga                    : Rp. 80.750,-

 

Terbatasnya buku-buku yang membahas ekonomi komoditi secara Nasional mendorong PERHEPI sebagai organisasi profesi ekonomi pertanian untuk menerbitkan buku EKONOMI GULA ini. Buku ini merupakan rangkaian pemikiran yang menguraikan industri gula dari hulu ke hilir berdasarkan perspektif ekonomi pertanian. Disebut sebagai bunga rampai karena meramu berbagai tulisan yang berasal dari penulis pemula, mahasiswa, ahli/pakar yang terdiri dari akademisi dan peneliti senior, serta jurnalis yang memiliki perhatian yang sama terhadap komoditi gula.

Apa yang dapat dilihat sebagai kesamaan antara seorang wakil rektor kampus terkemuka, seorang wartawan, mahasiswa, peneliti, dosen, dan pejabat pemerintah? Semua memiliki “mimpi manis” tentang Gula Indonesia.

Disebut sebagai “mimpi manis” karena memang semua tidak memungkiri besar dan beratnya permasalahan yang masih dihadapi pergulaan Indonesia, meskipun semangat positif mewarnai setiap makalah yang diajukan dengan harapan besar agar Indonesia dapat kembali Berjaya pada produk dan industri ini.

Tantangan industri gula Indonesia direfleksikan secara “sederhana “ dalam dua indikator pokok: peningkatan produksi dan pencapaian target produksi dalam negeri serta besarnya impor –baik impor “bahan baku” gula mentah maupun gula putih.

Berbagai sudut pandang dipergunakan untuk memberi argumentasi pentingnya aspek yang diajukan untuk pembenahan. Antara lain; Pertama, apapun yang dilakukan, kepentingan petani tebu dan konsumen gula harus menjadi prioritas utama. Kedua, secara teknis setiap usaha harus mampu memberikan peningkatan efisiensi, produktivitas dan kualitas sebagai hal yang mendasar. Ketiga, diseluruh sistem rantai nilai dan rantai pasokan produksi gula perlu diterapkan manajemen yang professional. Keempat, setiap nilai yang dapat dihasilkan dalam proses produksi dan distribusi tebu menjadi gula seperti serasah (hijauan), tetes, bagas, dan sebagainya – harus dimanfaatkan dan menjadi sumber insentif, finansial maupun nonfinansial.

Buku ini diharapkan menjadi salah satu buku dari beberapa buku ekonomi pertanian lain yang dapat diterbitkan oleh Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia. Semoga buku ini dapat memberi sumbangan berarti agar mimpi manis gula Indonesia dapat terwujud.

 

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di EXCELLENT BUSINESS MAGZ edisi 29

Pesan : Call 021 - 70877876

ls

Artikel Lainnya

artikel

Nukegraphic - Web Design and Development
Komunitas Excellent
Seminar Excellent
Coach Ellies
twitter Excellent
Facebook EXCELLENT BUSINESS MAGZ
Scanie
TV Excellent
Excellent mall
BEST RAJA AMPAT