Highlight

RUDY LIM: Attitude, Mindset, Passion & Peak Performance Pilar Dasar Meraih Impian

 

Mengawali karir sebagai seorang Salesman, adalah awal impiannya meraih sukses.Ia adalah Rudy Lim, seorang anak muda yang merantau Bagansiapiapi, Riauke Jakarta. Tekad kuat yang ia miliki sejak awal untuk mengubah nasib h

RUDY LIM: Attitude, Mindset, Passion & Peak Performance Pilar Dasar Meraih Impian

idup dirantau membuahkan hasil, “dream come true. Sekarang iamenjadi seorang motivator & public speaker yang sangat disegani dan sering diundang oleh berbagai perusahaan untuk memberikan training dan pelatihan. Attitude, Mindset, Passion&Peak Performancemenjadi pilar mendasar dalam prosesmembangun kehidupan menuju impian hidup yang ia raih kini dan akan datang.

Dalam percakapan dengan EXCELLENT BUSINESS MAGZ, ia bercerita mengenai kisah hidupnya yang penuh inspirasi.

 

Bisakah PakRudy Lim ceritakan perjalanan hidup Bapaksecara pribadi sampai menjadi seorang Motivator &Public Speakerseperti saat ini?

Berawal dari tahun 2000, saya ke Jakarta dengan tujuan untuk kuliah.Sebagai anak yang berasal dari keluarga yang sederhana, saya beruntung memiliki orang tua yang baik dan mensupport saya kuliah di Jakarta, dengan harapan bisa mengubah nasib hidup lebih baik.Segala upaya dilakukan oleh orang tua untuk memberi‘bekal’ bagi saya supaya bisa kuliah di Jakarta, bahkan sampai menjual perhiasan, hal yang acapkali di lakukan oleh orang di daerah.Orang tua membekali saya dengandana Rp.10juta untuk kuliah di Jakarta.Sebagai anak daerah, nilai Rp.10 jutamenjadi sangat istimewa. Sesampai di Jakarta, saya masuk kesalah satu universitas ternama, karena melihat saudara saya jugakuliahdi sana. Saya mengikuti ujian saringan masuk, dan lulus dengan GradeB.Pada waktu itu saya harus membayar uang kuliah Rp.8,7 juta. Sehingga bisa dibayangkan ‘bekal’ yang diberikan orang tualangsungtinggal Rp.1,3 juta. Kehidupan terus berjalan, kebutuhan hidup meningkat dan yang lebih mendesak adalah saya harus bisa membayar uang kuliahsendiri.Pilihanya, saya harus bekerja atau berbisnis supaya bisa memenuhi kebutuhan itu.Sebagai anak rantau, saya tidak tahu mau kerja apa, tidak tahu mau bisnis apa. Saya tinggal di rumah saudara.Sampai suatu ketikaada satu teman kuliah saya yang kelihatanya keren dan rapi sekali.Biasanya teman kuliah itu hanya pakai ‘kaos’. Nah, yang ini beda, pakai kemeja plus dasi. Kemudian saya tanya, “kamu sebenarnya bisnis apa?”Katanya “Saya bisnis International”.Setelah cerita, ternyata dia bisnis MLM.Kemudian saya katakan, “kalau saya ikut bisa tidak?”Saya menawarkan diri untuk ikut, padahal biasanya mereka yang mencari orang untuk direkrut.Teman saya jawab “kamu tidak bisa ikut, kalau kamu serius mau baru saya ajak”.Dia berikan saya waktu 3 hari untuk berpikir.Tiga hari kemudian, saya tidak pakai ‘mikir’ lagi, saya langsung mau ikut bisnisnya.Singkat cerita, saya ikut ke kantornya, sampai di sana, di jelaskan banyak hal panjang lebar, tetapi saya tidak tahu apa isi yang dijelaskan. Saya ikut saja alurnya,karena tekad kuat ingin sukses.Terbesit dipikiran saya cerita pengalaman anak-anak dari daerah saya, yang sukses pulang dari rantau, dan saya ingin seperti mereka. Ketika ditanya apa profesi mereka, rata-ratamenjawab berprofesi sebagai seorang Salesman. Mulai dari situ saya punya impian menjadi seorangSalesman.Bayangkan, tidak banyak orang yang mau menjadi Salesman.Bagaimana caranya?Jalannya melalui MLM.Di situ saya bisa menjual. Dari sisa uang yang ada, saya berani join Rp. 350rb. Bahkan pada saat itu, sisa uang saya hanya 500rb. Setelah join, saya mendapat 5 boxSoyabean. Mulailah saya berjualan.Karena belum mengerti sistemnya, saya lakukan penjualan door to door, dari pintu ke pintu.Saya pernah merasa di tolak orang, saat presentasidi usir, ketika cerita kepada orang, tidak ada yang beli produknya, situasi seperti itu sudah biasa saya alami.Setahun kemudian saya jadi Manager.Saya bisa menabung 1 bulan Rp. 500rb, selama 6 bulan, menjadi Rp.3juta.Hasil itu, membuat saya bisa membayar uang kuliah semester ke tiga. Berlanjut secara continue saya bisa bayar uang kuliah sendiri. Hal yang tidak kalah menarik adalah tambahan bonus dari Perusahaan sebagai rewardatas prestasi yang saya capai, yaitu di 2003 ketika posisi saya sebagai Manager bisa jalan-jalan ke Thailand, itulah pertama kalinya saya ke luar negeri. Momen itu menjadi kebanggan saya sebagai anak rantau, yang tidak punya apa-apa tetapi di semester  ke5, sudah bisa ke Thailand.berlanjut, tahun 2004 ke Hongkong-Shenzen, tahun 2005 ke Beijing, Hangzhou &Shanghai, tahun 2006 ke Australia, dan 2007 mencapai tiket ke Taiwan.Semua itu selain membuat saya bahagia, juga meningkatkan kepercayaan diri saya.

 

Dari tahun 2003-2007, sebagai seorang Leader & Manager saya berkesempatan memberikan training. Setiap minggu saya yang melakukan presentasi.Di situlah saya terlatih sebagai seorang Public Speaker.Jadi bakat Public Speaking itu secara tidak langsung mulai terasa. Rasanya ada yang ‘kurang’, jika saya tidak bicara di depan banyak orang dan memberikan motivasi. Disitulah saya merasa menemukan passion saya.Melalui bisnis MLM, pembentukan karakter dibangun melalui banyak hal yang dipelajari, mulai dari penampilan, public speaking, leadership, human relationship, sampai bagaimana mengelola penolakan dan sebagainya.Suatu hal yang pasti, impian saya untuk menjadi seorang Salesman sudah terwujud. Inilah saatnya dimana saya bisa move ke level berikutnya. Dorongan itu menjadi semakin kuat ketika saya membaca buku The Secret(2007),dan membaca bukunya Richard Branson, pemilik VirginGroup.Impian-impian besar bermain di pikiran dan membuat saya ingin segera membangun perusahaan dan brand sendiri.

 

Mengapa Bapaktertarik dengan bidang motivasi & training?

Ketika impian untuk lanjut ke level berikutnya, saya mendeklarasikan diri sebagai seorang Motivator, Public Speaker, Trainer, dan Penulis Buku padahal semua itu belum menjadi kenyataan.Itulah yang saya tahu sejauh ini sebagai “Citra Diri”.Dan dalam waktu yang tidak lama, satu per satu menjadi kenyataan.Pertama kali saya diundang oleh sebuah perusahaan asuransi sebagai pembicara dengan valuenumbers seperti yang saya  tentukan. Inilah kekuatan Law of Attraction, terjadi sesuai apa yang diinginkan.Public Speakingbagi saya, adalah ketika kita bisa memberi dampak dan manfaat kepada banyak orang.Bukan saja ke perusahaan dalam lingkup kecil tetapi kepada publik, sehingga di situlah kita tertantang untuk menjadi contoh bagi masyarakat.Bagaimana melalui kisah inspirasi, contoh kehidupan orang bisa berubah dan mencapai impiannya.

 

 

Informasi selengkapnya dapat Anda baca di EXCELLENT BUSINESS MAGZ edis 30

nina

Artikel Lainnya

artikel

Nukegraphic - Web Design and Development
Komunitas Excellent
Seminar Excellent
Coach Ellies
twitter Excellent
Facebook EXCELLENT BUSINESS MAGZ
Scanie
TV Excellent
Excellent mall
BEST RAJA AMPAT