Highlight

DR. MAURO RAHARDJO: Arsitek Menekuni Feng Shui

DR Mauro Rahardjo, adalah seorang arsitek dan pendiri Feng Shui School Indonesia.  Melalui rubrik Excellent Feng Shui di EXCELLENT BUSINESS MAGZ, Sahabat Excellent bisa mendapatkan banyak informasi mengenai seluk beluk dunia Feng Shui di artikel-artikel yang d

DR. MAURO RAHARDJO: Arsitek Menekuni Feng Shui

i asuh oleh DR Mauro.

Inilah kisah sang ahli Feng Shui, DR Mauro Rahardjo, yang kepada EXCELLENT BUSINESS MAGZ beliau berbagi mengenai perjalanan hidup dan karirnya yang menginspirasi.

Bisa Pak Mauro ceritakan perjalan hidup dan karir Bapak?

Menjadi arsitek tidak ada dalam bayangan saya sejak duduk di SMA; apalagi menjadi ahli Feng Shui. Itu benar-benar merupakan hal di luar rencana sama sekali. Saya yakin yang Maha Kuasa telah menuntun jalan hidup saya hingga sekarang ini : ARSITEK yang menekuni ilmu FENG SHUI.

Merasa pendidikannya rendah, ayah saya bercita-cita agar kami semua anak-anak dipacu untuk belajar menjadi pintar sehingga tidak menjadi seperti dirinya. Dalam kondisi kurang berkecukupan dan menanggung 7 anak; saya bisa bayangkan orang tua banting tulang untuk membesarkan anak-anaknya. Ibu sibuk mengasuh anak, ayah sibuk mencari uang. Cita-cita orang tua tidak sia-sia; tiga kakak saya yang semuanya laki-laki berhasil menjadi juara petama dari SD hingga SMA. Maka saya dengan kembaran saya juga mengikuti jejak mereka; menjadi juara kelas dan sekolah sejak dari SD-SMP-SMA.

Tanpa dukungan sumber dana, kakak sulung memutuskan masuk Akabri demi kelanjutan pendidikannya; dua kakak lain berkuliah sambil bekerja. Meski diterima sebagai mahasiswa kedokteran, tetapi biaya tidak menunjang. Merasa putus asa tidak tersedia biaya melanjutkan studi, saya mencoba peruntungan di seminari tinggi; tetapi Tuhan maha baik, paman saya yang menjadi dosen di UNPAR memberitahu ada beasiswa menjadi dosen jika saya kehendaki. Ayah saya dengan bijak mengatakan untuk berguna bagi masyarakat, menjadi arsitek ada baiknya; ia menunjukkan tulisan yang ada di majalah dari Belanda tentang bagaimana peranan arsitek membangun lingkungan yang mampu membuat bahagia masyarakat. Bakat dan kepandaian mengantar saya mendapat bea-siswa tersebut hingga studi arsitektur selesai. Bea siswa yang pas-pasan membuat saya tertarik mencari tambahan sebagai Guru SMA. Profesi sebagai guru SMA saya jalani selama 12 tahun sejak tahun 1975.

Mengapa Bapak tertarik dengan bidang Feng Shui?

Meski sudah mulai praktek Desain Bangunan sejak tingkat-III serta memulai karir mengajar Arsitektur di tahun 1977, saya baru pertama kali bertemu dengan klien meminta desain rumah dengan Feng Shui di tahun 1983. Bangunan rumah yang pertama kali saya desain dengan Feng Shui ada di Citra Garden Jalan Daan Mogot Jakarta. Setelah itu dari waktu ke waktu hampir selalu ada klien yang membawa Suhu Feng Shui meminta desain bangunan. Dari situlah saya mulai mengenal dan mempelajari Feng Shui.

Dengan komunikasi secukupnya klien dan suhu Feng Shui memberi petunjuk bagaimana Feng Shui diterapkan dalam Desain Bangunan; suatu faktor desain yang baru dan menarik terbuka bagi saya. Meski sudah terlibat dalam Feng Shui saya belum terpikir akan menapaki jalan tersebut.  

Sejak saat itu rasanya Tuhan membimbing saya untuk mendapat kesempatan studi lanjut; pertama di ITB atas biaya TMPD (Team Manajemen Program Doktor) saya bisa menyelesaikan pendidikan S-2 sambil mengajar di Unpar. Pekerjaan menekuni Feng Shui tidak terhenti meski saya mendapat beasiswa studi S-3 di Oxford School of Architecture UK. Studi ini tertunda (‘postpone’), bukan karena dana mandeg, tetapi pada saat yang sama (1987) saya mendapat beasiswa studi di Amerika sebagai Fulbright grantees atas biaya USIA (United States Information Agency). Kesempatan di USA dan UK ini saya gunakan untuk mempelajari dan melakukan penelitian tentang Bangunan yang terkait dengan Belief System seperti Feng Shui, Geomancy, Asta Bumi dan Asta Kosala Kosali.

Apa yang Bapak lakukan dalam mengembangkan bidang Feng Shui di Indonesia?

Kembali ke almamater pada akhir tahun 1992 selain meneruskan tugas sebagai dosen, saya tidak berhenti mempelajari dan meneliti Feng Shui dan Bangunan. Beberapa mahasiswa tertarik membuat Skripsi, Proyek Akhir, dan Thesis (S2) dalam bidang Feng Shui. Pada masa yang sama saya mendirikan Feng Shui School Indonesia (yang pada tahun-tahun pertama saya namakan Hong Sui Indonesia). Rupanya upaya ini berlanjut dan usaha melakukan DESAIN dengan FENG SHUI mendapat tanggapan hangat dari masyarakat pemakai Feng Shui. Apalagi ketika profil saya sebagai ahli Feng Shui ditampilkan dalam harian PIKIRAN RAKYAT yang beredar luas di Jawa Barat. Sejak itu hinga kini, klien Feng Shui rasanya tidak ada habisnya mencari pelayanan Feng Shui.

Kegiatan sebagai dosen, apalagi saat mana menjabat selaku Ketua Jurusan Arsitektur, kemudian menjadi Ketua Lembaga Penelitian di Universitas Katolik Parahyangan, membuat tempo kerja sangat tinggi. Dengan semakin banyak dan meningkatnya permintaan untuk berprofesi selaku ahli Feng Shui, akhirnya saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari tugas mengajar dan selama 10 tahun belakangan ini lebih fokus pada pelayanan Feng Shui. Pada tahun 2002, selain berpraktek sebagai ahli Feng Shui, saya mulai giat memberikan kursus dan workshop serta training Feng Shui, baik melalui Feng Shui School Indonesia maupun bersama-sama dengan Penerbit Gramedia. Animo masyarakat untuk belajar Feng Shui pada saat itu sungguh besar, sehingga pada tahun 2004 saya bersama senior Kompas Gramedia Grup, Bapak. Indra Gunawan mendirikan MASYARAKAT FENG SHUI INDONESIA (MFI).

 

Artikel selengkapnya dapat dibaca di EXCELLENT BUSINESS MAGZ edisi 32

ls

Artikel Lainnya

artikel

Nukegraphic - Web Design and Development
Komunitas Excellent
Seminar Excellent
Coach Ellies
twitter Excellent
Facebook EXCELLENT BUSINESS MAGZ
Scanie
TV Excellent
Excellent mall
BEST RAJA AMPAT