Highlight

Titi Kamal: Titisari Catering Mengedepankan Service Quality

Kurniaty Kamaliaatau lebih dikenal dengan nama Titi Kamal, seorang aktrissinetrondan

Titi Kamal: Titisari Catering Mengedepankan Service Quality

tle="Film">filmIndonesiakelahiran Jakarta 7 Desember 1981. Wanita bertubuh tinggi 169 cm ini pernah bermain di film Ada Apa dengan Cintadan bermain di sinetron Cinta Anak Kampus, Chandaserta Pura-Pura Buta. Nama Titi Kamal semakin melambung ketika dia menyanyikan lagu Jablai yang sempat menjadi hit.

Tak hanya membuka restoran, Titi Kamal juga buka usaha katering. Titi pun makin giat mengembangkan usahanya tersebut, di tengah kesibukannya sebagai selebriti. Kecintaannya terhadap dunia kuliner, membuat Titi serius menekuni bisnis ini. Ia menginvestasikan hasil jerih payahnya dengan membangun sebuah usaha katering yang diberi nama 'Titisari Catering'.

Berikut adalah perbincangan EXCELLENT BUSINESS MAGZ dengan Titi Kamal, Pemilik Titisari Catering tentang kisah hidup dan perjalanan membangun bisnis kuliner.

Bisakah Mbak Titiceritakan perjalanan hidup Mbak secara personal ?

Kisah saya seperti anak lain kebanyakan. Saya  cenderung tomboy, hobi suka berpetualangan ke alam, seperti puncak gunung, laut, dan sebagainya. Saya senang mengeksplorasi hal-hal baru. Sejak kecil cita-cita saya menjadi diplomat karena bisa keliling dunia secara gratis. Ujar Titi tersenyum. Pada dasarnya orang tua saya selalu memberikan kebebasan yang bertanggungjawab. Jadi kalau saya ada kegiatan, sebelum berangkat ayah saya selalu berpesan “harus jaga nama baik keluarga”. Itulah yang membuat saya menjadi pribadi yang berani mencoba hal baru namun tetap menjaga norma-norma yang ada.

 

Bagaimana perjalanan karirMbak di dunia entertainment?

Sejak di Sekolah Menengah Pertama, saya sudah masuk agency. Mulai casting-casting iklan, sinetron, film dan menjadi model majalah remaja. Tahun 1997, saya mengikuti ajang pemilihan covergirl dan saya menang Covergirl Aneka 97 sebagai juara pertama. Setelah itu saya ikut beberapa sinetron. Film pertama saya adalah 'Tragedi' disusul film AADC (Ada Apa Dengan Cinta) dan beberapa film lainnya.

 

Apa yang membuat Mbak Titi tertarik menekuni bisnis & apa konsep bisnis yang Mbak geluti? 

Berangkatnya dari background pendidikan, dimana jenjang Sarjana saya tempuh ketika kuliah di London School of PR jurusan Marketing. Sejak lulus tahun 2004 , saya berpikir, alangkah baiknya jika saya mengaplikasikan ilmu saya ketika kuliah ke dalam suatu usaha. Apalagi hasil uang yang saya peroleh dari pekerjaan  di dunia entertainment dan sebagai public figure memiliki benefit tersendiri. Disamping itu kehadiran saya di dunia entertainment juga cukup membantu mempermudah promosi usaha saya. Ceritanya, suatu ketika di bulan Juli 2005,  mertua kakak saya mengajak saya bekerjasama untuk membuka restoran, yaitu  Riung Sari, sebuah restoran Sunda. Sepertinya dunia kuliner begitu mempesona, sehingga saya juga mulai merambah menjadi investor di beberapa resto lainnya seperti Sushi Miyabi Kemang, Kalimalang, Depok, Tebet, Kebayoran dan Warung Tekko Kemang. Di sini saya lebih berperan hanya sebagai investor pasif. Sampai akhirnya di akhir tahun 2010, saya mendirikan “Titisari Catering” bersama teman saya Sarah Puspita dan kakak saya Elke Hexajanie. Melalui Titisari Catering ini kami melayani catering kantoran, rumah tangga, seminar, arisan, snack box, tumpeng dan juga resepsi pernikahan. Dalam perjalanannya, usaha ini terus berkembang, bahkan kami pernah mengerjakan order melayani karyawan sebuah perusahaan sampai 700pax (baca: orang) setiap harinya. Animo masyarakat cukup baik atas pelayanan catering ini sehingga seiring berjalannya waktu, kami menfokuskan bisnis kuliner ini lebih kepada melayani catering pabrik atau karyawan harian.

 

Dalam menjalankan bisnis katering ini, apa tantangan yang dihadapi dan bagaimana menyiasatinya?

Tantangannya yang cukup terasa adalah jika harga bahan masakan naik, seperti cabai, daging, ikan, atau yang lainnya. Karena ini merupakan bahan dasar yang setiap hari kami gunakan untuk mengelolah katering ini. Untuk menyiasatinya, kami mengganti menu dan menyesuaikan bahan dengan harga yang ada, sehingga rasa makanannya tetap enak dan terjaga kualitasnya serta kuantitasnya tidak dikurangi. Dari sudut delivery kateringnya sendiri sering kali menemui kendala seperti saat pengantaran, jalanan macet atau banjir,bahkan mobil pecah ban dan sebagainya. Yang kami lakukan adalah harus selalu memikirkan kemungkinan buruk yg terjadi, sehingga harus punya spare, supaya  bisa melayani customer secara ontime untuk pengantaran makanan, dan penyajiannya juga bersih. Yang tidak kalah penting juga adalah kami meningkatkan kemampuan pegawai untuk selalu sigap dalam bekerja. Untuk restoran, kami selalu chek dan re-check  untuk tetap menjaga kebersihannya.

 

Artikel selengkapnya bisa dibaca di EXCELLENT BUSINESS MAGZ edisi 31

ls

Artikel Lainnya

artikel

Nukegraphic - Web Design and Development
Komunitas Excellent
Seminar Excellent
Coach Ellies
twitter Excellent
Facebook EXCELLENT BUSINESS MAGZ
Scanie
TV Excellent
Excellent mall
BEST RAJA AMPAT