Highlight

Wulan Tilaar: Bringing Local Wisdom to Go Global

Kendati bukan anak sulung, Wulan Tilaar justru didaulat sebagai pengganti sang ibu yang merupakan pendiri sekaligus ikon brand Martha Tilaar. Sedari kecil, ibunya juga telah mempersiapkan Wulan menjadi penggantinya kelak. Hal itu lantas terbukti kini, saat

Wulan Tilaar: Bringing Local Wisdom to Go Global

Wulan mulai diberi kepercayaan untuk mengurusi sebagian anak perusahaan Martha Tilaar. Di usianya yang relatif muda, Wulan Tilaar sudah mulai dipercaya untuk memegang tanggungjawab yang cukup besar di beberapa perusahaan milik keluarga. Tak hanya itu saja, Wulan Tilaar juga dipilih sebagai ikon pengganti Martha Tilaar. Wanita cantik yang sangat memperhatikan perawatan tubuh ini merupakan salah satu sosok penting di bisnis kosmetik Martha Tilaar, sebagai Vice Chairman Martha Tilaar Group bagaimana Wulan berkontribusi dalam pengembangan gerai Spa dan Sekolah Kecantikan?.

Di salah satu gerai Salon & Spa di bilangan Cikini Raya, kepada Majalah Excellent, Wulan Tilaar berbagi kisah perjalanan hidupnya dan  bisnis Martha Tilaar Group yang menginspirasi.

 

Bisa Bu Wulan ceritakan awal berdirinya Martha Tilaar?

Sejak awal, 43 tahun yang lalu, usaha ini dirintis oleh Ibu Martha Tilaar dan keluarga. Usaha ini bukan dimulai dari sesuatu yang besar, justru dari sesuatu yang sangat kecil. Dari tanah ukuran 4x6 meter persegi di garasi rumah beliau. Jadi memang karena passion,  ibu sendiri ingin berkomitmen didunia kecantikan di Indonesia. Beliau mulai merintis usahanya dari salon. Tapi karena kebetulan kedua orang tua saya adalah pendidik, jadi passion mereka juga melalui dunia pendidikan. Dari salon mulai berkembang jadi lembaga pendidikan kecantikan yang disebut Puspita Martha International Beauty School. Nah, dari situ mulai lagi mengembangkan produk sendiri yaitu Sari Ayu Martha Tilaar yang sudah dikenal oleh masyarakat sampai saat ini. Jadi perjalanannya step by step. Perjuangannya juga dilakukan untuk mengubah mindset orang Indonesia untuk mencintai kekayaan alam, tradisi dan juga produk lokal itu masih terus berlanjut sampai saat ini walaupun dengan tantangan yang berbeda. Mungkin mindset orang Indonesia selalu berkiblat ke barat sehingga segala sesuatu yang berasal dari barat pasti lebih bagus dari buatan lokal. Jadi itu yang harus kita berikan edukasi secara terus – menerus, bahwa produk Indonesia tidak kalah bersaing dengan produk mancanegara.

 

Dalam menjalankan bisnis yang notabene sudah dijalankan oleh ibu Martha Tilaar sebelumnya, apakah lebih mudah menjalankan bisnis yang sudah dirintis oleh orang tua, Bu?

Menurut saya bukannya lebih mudah, lebih enak pastinya. Kenapa lebih enak, karena kita tidak usah membuat sesuatu dari yang tidak ada menjadi ada. Itu sudah dilakukan oleh generasi pertama. Tetapi juga tidak lebih mudah, karena tantangan yang kita hadapi berbeda dengan tantangan yang beliau – beliau pendahulu kita hadapi. Sekarang kita tahu juga bahwasannya persaingan sudah semakin ketat dan juga banjirnya produk – produk luar ke Indonesia semakin bebas. Pasti persaingan akan semakin hebat. Nah disitu tantangan yang kita hadapi pasti lebih berat. Jadi setiap generasi punya tantangannya sendiri. Punya kelebihan dan kekuatannya sendiri. Untuk membesarkan sebuah bisnis ya tidak mudah juga kan. Yang terpenting adalah apa yang menjadi aspirasi generasi pertama dapat diteruskan. The legacy itu diteruskan ke generasi kedua, ketiga dan seterusnya dan harus mempunyai suatu benang merah yang harus siap dipertahankan.

 

Bu, kenapa ibu pada akhirnya mengatakan “saya aja deh yang meneruskan bisnis ini” ?

Sebenarnya dalam meneruskan bisnis itu bukan saya saja, tetapi ada  8 orang yang bergabung dan kita bilang sih ya generasi kedua “G2”. Memang untuk menggantikan sosok ibu Martha sebagai sosok seorang perempuan Indonesia itu adalah saya. Bicara mengenai Ibu Martha itu ada 2 hal, yaitu secara perusahaan dan personal. Secara perusahaan itu saya dibantu dengan saudara – saudara saya, suami saya juga membantu. Tetapi secara sosok atau personal memang lebih kepada saya.

 

Artikel selengkapnya dapat dibaca di Majalah Excellent edisi 34

Anggit

Artikel Lainnya

artikel

Nukegraphic - Web Design and Development
Komunitas Excellent
Seminar Excellent
Coach Ellies
twitter Excellent
Facebook EXCELLENT BUSINESS MAGZ
Scanie
TV Excellent
Excellent mall
BEST RAJA AMPAT