Highlight

Shinta Widjaja Kamdani: Moving Towards Sustainable Excellence Company

Terlahir dari keluarga pebisnis, sudah sejak kecil ia tumbuh kembang bersama dengan situasi bisnis yang dikelola keluarganya. Tercatat, wanita kelahiran 9 Februari 1967 ini pernah mengenyam pendidikan di Barnard College of Columbia University, New York, dan Harvard

Shinta Widjaja Kamdani: Moving Towards Sustainable Excellence Company

Business School Executive Education, Boston. Di bawah komando Shinta, tercipta visi baru terhadap perusahaan keluarganya dalam bentul cantil Sintesa Grup. Kini Grup Sintesa menjelma menjadi  perusahaan besar yang menaungi 18 anak perusahaan yang bergerak dalam bidang  properti (6 perusahaan), industri (6), energy (2), dan produk konsumer (3). Grup Sintesa memiliki 6 anak perusahaan bidang properti, yaitu PT Puncak Mustika Bersama, PT Menara Peninsula, PT Menara Duta, PT Cipta Mustika, PT Minahasa Permai Resort Development, dan PT Hiyu Permai. Di bidang industri, Grup Sintesa memiliki 6 anak perusahaan, yaitu PT Griyaton Indonesia, PT Sinar Indonesia Merdeka, PT Tira Austenite, PT Alpha Austenite, PT Tanag Sumber Makmur, dan PT Tekun Asas Sumber Makmur. Sementara itu di  bidang energi, Grup Sintesa memiliki dua anak usaha, yaitu PT Metaepsi Pejebe Powe Generation (Meppogen) dan PT Sintesa Asih Sejahtera. Adapun di bidang produk konsumer Sintesa memiliki 3 anak usaha, yaitu PT Tigaraksa Satria Tbk, PT Cipta Sintesa Mustika, dan PT Biolina Trio Sintesa. Ibu dari empat orang anak hasil pernikahannya dengan Irwan Kamdani pemilik PT Datascript, yang dikenal sebagai distributor produk elektronika dan teknologi informasi termasuk sebagai agen tunggal merk Canon. Berikut wawancara dengan Ibu Shinta Widaja Kamdani yang dinobatkan oleh Majalah Forbes Eksekutif Indonesia sebagai wanita paling berpengaruh dalam kapasitasnya sebagai Managing Director Grup Sintesa.

Bisa Ibu Shinta ceritakan mengenai perjalanan bisnis Sintesa Group?

Perjalanan bisnis keluarga ini dimulai tahun 1919, Kakek saya membentuk suatu usaha perkebunan karet di kota Tiga Raksa, Tangerang. Tahun 1959, ayah saya kemudian membentuk perusahaan trading dengan nama Tiga Raksa. Kemudian dia mulai mengembangkan dan membawa banyak sekali pengusaha-pengusaha consumer dan pemodal asing di Indonesia. kemudian saya bergabung di dalam bisnis keluarga ini pada tahun 1989 setelah saya lulus sekolah dan pada tahun 1999, saya diberikan kesempatan untuk mengambil alih tampuk kepemimpinan. Saya memberikan satu visi baru kepada ayah saya dan di situ kami mensosialisasikan perlunya group kemudian lahirlah nama Sintesa group.

Bisa Ibu Shinta ceritakan perjalanan hidup Ibu secara personal?

Saya terlahir dari sebuah keluarga bisnis. Sejak anak-anak, kami bertumbuh dan berkembang dalam situasi bisnis. Misalnya dibawa ke kantor, dibawa ke pabrik, dalam  acara-acara keluarga bisnis itu sudah sudah terbiasa menjadi topik pembicaraan. Jadi, sudah menjadi kebiasaan bahwa spirit hidup itu harus bekerja. Begitu pula pada saat kuliah. Jiwa bisnis itu seperti sudah ada dalam diri saya sejak saya lahir, sehingga semua itu ya berjalan mengalir saja. Kita juga sudah dibiasakan multitasking. Bahwa kita tetap fokus dalam berkeluarga tetapi juga bekerja. Ayah saya mempunyai dua orang puteri. Di Indonesia itu masih dalam satu kultur bias bahwa anak laki-laki itu yang meneruskan usaha keluarga. Buat saya ini satu tantangan, saya ingin menunjukkan kepada ayah saya, walaupun saya anak perempuan saya bisa meneruskan bisnis dan bisa menggantikan beliau. Orang tua saya juga yang memegang peranan penting dalam kehidupan saya. Ibu saya yang mengajarkan saya nilai-nilai kehidupan seperti contohnya ‘kita selalu harus berdiri di atas dua kaki’ dan Kita juga harus selalu ‘injak tanah’ artinya selalu harus selalu bersyukur sekalipun hidup berkecukupan. Ibu saya juga selalu mengingatkan kalau orang itu naik itu enak, tetapi kalau jatuh, turun itu sulitnya setengah mati. Apapun itu saya akan selalu ikutin. Saya dikirim sekolah ke luar negeri pada waktu umur 15 tahun dengan kehidupan yang sangat terbatas. Tapi saya rasa memang itu pelajaran yang mengajarkan saya bisa mandiri dan menjadikan saya survivor. Nah kalau dari ayah saya lebih banyak skill bisnisnya sendiri. Ayah saya akan selalu jadi mentor bisnis saya. Apapun yang telah dia lakukan sebagai dasar dari bisnis kami saat ini, itu pasti banyak sekali yang saya dapatkan dari beliau. Jadi kedua orang tua akan selalu memegang peranan penting dalam hidup saya. Begitu pula cita-cita atau impian saya. Kita sebagai anak pasti ingin orang tua itu bangga terhadap kita, itu nomor satu. Gimana agar orang tua itu bisa lihat bahwa anaknya yang beliau bina bisa berhasil, bagaimana orang tua saya bisa bangga bahwa saya bisa mencapai cita-cita yang mereka harapkan, begitu pula dari saya terhadap anak-anak saya juga demikian. Saya juga bermimpi bahwa suatu hari mereka menjadi juga bisa orang-orang yang sukses sehingga saya juga berhasil sebagai orang tua. Selain kedua orang tua, tentu saja saya banyak sekali mentor-mentor karena menurut saya mentor itu penting. Tidak hanya untuk bisnis tetapi juga aktifitas social.

Untuk mencapai kesuksesan itu banyak waktu yang tersita. Bagaimana Ibu membagi waktu antara pekerjaan dan kehidupan keluarga?

Kunci semua itu memang butuh kedisiplinan ya. Selain itu apa yang kita kerjakan juga harus fokus. Karena waktu itu terbatas, sehingga harus dibagi. Sehingga satu-satunya jalan bahwa dalam melakukan suatu kegiatan kita harus fokus. Tidak pecah-pecah begitu. Pada dasarnya sebagai perempuan saya juga berperan sebagai istri, ibu rumah tangga, itu adalah prioritas saya dalam keluarga. Dengan sendirinya kita harus bisa membagi waktu. Nah tentu saja kita mesti bisa melihat apa support system-nya. Dukungan apa yang kita bisa dapatkan, karena kita tidak bisa kerjakan semuanya sendiri. Saya rasa support system ini sangat membantu saya terutama di dalam saya melakukan kegiatan-kegiatan saya. Jadi pada dasarnya saya rasa kedisiplinan dan fokus terhadap apa yang dikerjakan sehingga pada akhirnya kita bisa mendapatkan suatu keseimbangan dalam hidup.

Bagaimana tanggapan Ibu mengenai perkembangan bisnis di Indonesia saat ini?

Wah, itu pertanyaan yang sangat bagus sekali. Kalau dilihat sekarang dunia usaha Indonesia sudah sangat maju. Banyak sekali perusahaan-perusahaan lokal yang sudah mengglobal. Makanya peran saya di KADIN dan APINDO untuk menunjukkan pentingnya pengembangan dunia usaha untuk perkembangan perekonomian Indonesia. Saya rasa, kita ini sudah menjadi satu stakeholder yang sangat penting dan harus menjadi mitra dari pemerintah.

 

Artikel selengkapnya bisa dibaca di Majalah Excellent Edisi 35

Anggit

Artikel Lainnya

artikel

Nukegraphic - Web Design and Development
Komunitas Excellent
Seminar Excellent
Coach Ellies
twitter Excellent
Facebook EXCELLENT BUSINESS MAGZ
Scanie
TV Excellent
Excellent mall
BEST RAJA AMPAT