Highlight

Antonius Tanan: Entrepreuneuship for Better Nation

Tahun 2013 ini menjadi tahun yang berbeda bagi dunia pendidikan di Indonesia. Tahun ini diterapkan kurikulum baru yaitu Kurikulum Pendidikan Tahun 2013. Yang membedakannya dengan kurikulum sebelumnya adalah adanya materi keterampilan dan kewirausahaan yang menjadi

Antonius Tanan:  Entrepreuneuship for Better Nation

mata pelajaran di sekolah-sekolah. Jauh sebelumnya, ada DR. Ir. Ciputra pemilik Group Ciputra yang memiliki concern akan pentingnya pendidikan entrepreuneurship bagi pembangunan bangsa melalui University of Ciputra Entrepreuneurship Center (UCEC). Berikut ulasan wawancara Majalah Excellent bersama Antonius Tanan, MBA, MSc, MA yang berperan sebagai President of University of Ciputra Entrepreuneurship Center.

 

 

Bisa Bapak ceritakan kehidupan Bapak secara personal dan perjalanan karir Bapak?.

SayalahirdiKuningan-Jawa Barat, 9 April 1960. Sejak SMA pindah ke Jakarta Sekolah di BPK Penabur di yang sekarang Tanjung Duren.Sayamenyelesaikan  Pendidikan S1 di Fakultas Teknik Sipil Universitas Katolik Parahyanganlulus tahun 1984dan Pendidikan S2 yang pertama di Prasetya Mulya School of Management-Jakarta, lulus 1987. University College London (UCL)-London/United Kingdommelalui beasiswa pemerintah Inggris,S2 saya yang keduaMaster Degree on Urban Development,lulus tahun 1996,lalu kemudian di University of Connecticut-USA, Master Degree on Educational Psychology-Giftedatau Talented Educationatau keberbakatan, lulus tahun 2010. Saat ini saya masih menjadi mahasiswa S3 dari Athabasca University, Canada dengan research interest perihal Pendidikan Entrepreneurship melalui Pembelajaran Jarak Jauh.  

 

Mulai bekerja di Ciputra Group tahnun 1987 sebagai Manajer Pemasaran perumahan Citra Garden kemudian menjadi salah satu Direktur pada tahun 1994.  Dari tahun 1987 sampai dengan 2003 bekerja di Ciputra Group pernah menangani proyek perumahan, mall, hotel, media cetak, apartment, hotel di Hanoi dan waralaba dalam bidang properti. Pada tahun 2003 dimutasi ke Kantor Pusat Grup Ciputra untuk menangani HRD Group dan memulai pengembangan yayasan pendidikan di Grup Ciputra. Saat ini lembaga pendidikan di bawah pengelolaan Grup Ciputra meliputi Sekolah Ciputra (IB School), Sekolah Citra Kasih, Sekolah Citra Berkat dan Universitas Ciputra. Pada tahun 2012 ini jumlah pesrta didiknya lebih dari 6.500. Sekolah-sekolah ini tersebar di Jakarta, Tangerang, Jonggol, Surabaya, Pandaan, Manado, Samarinda dan Lampung.  Universitas Ciputra berada di Surabaya sudah mengadakan 2 kali wisuda dan lebih dari 50% alumninya pada saat lulus sudah memiliki usaha bisnis.

 

Beberapa pertemuan internasional yang pernah saya ikuti berkaitan dengan pendidikan entrepreuneurship antara lain; di National University of Singapore (NUS) pada acara Global Entrepreneurship Summitdi Singaporepada tahun 2006, kemudian Entrepreneurship Education ForumdiPhoenix, AZ, USApada tahun 2006, REE (Roundtable of Entrepreneurship Education)AsiadiStanford Technology Ventures Program (STVP). Sponsorship of ACCELdiKorea Advanced Institute of Science and Technology(KAIST)p ada tahun 2007, Price Babson SEE (Symposium for Entrepreneurship Educators) di Babson College, Boston-USApada tahun2008, The Experiential Classroom XdiOklahoma State University-Tulsa Oklahoma-USApada tahun 2009, Global Consortium of Entrepreneurship Centers Conference di Rice University, Houston USApada tahun 2009, Presidential Summit on EntrepreneurshipdiWashington DC, USApada tahun 2010 President Obama and State Secretary Clinton came to the Summit and deliver their speech in the conference.Sebagai moderator, pembicara di dalam negeri maupun di forum internasional.

 

Selain di UCEC, Universitas Ciputra dan Yayasan-yayasan pendidikan dalam lingkungan Grup Ciputra, saya juga terlibat menjadi salah satu pengurus Yayasan AYUB (Asosiasi Yayasan untuk Bangsa) dan Yayasan Habitat Kemanusiaan Indonesia (Habitat for Humanity). Pernah menjadi pengurus Yayasan Pendidikan BPK Penabur (1998-2010) dan sekarang masih terlibat dalam ragam upaya peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.  Pernah menulis menulis di berbagai media massa seperti Kompas, Bisnis Indonesia, Sindo, Kontan dll. Selain menulis buku fiksi dan non fiksi yang berkaitan dengan entrepreneurship juga menulis novel tentang entrepreneurship yang di upload di blog pribadinya yaitu: antoniustanan.blogspot.com. Sayamenikah dengan Jeni Putri dan sekarang tinggal di Jakarta dengan kedua anak remaja kamiJohan danIona.

 

Bisa Bapak ceritakan tentang Universitas Ciputra?

Universitas Ciputra adalah bentuk kepedulian Ciputra terhadap Indonesia dalam tema besar entrepreuneurship. Didirikan tahun 2006, tema besar dari universitas ini adalah entrepreuneurship. Keunikan dari universitas ini adalah setiap hari rabu seluruh mahasiswa dari semua jurusan dikumpulkan jadi satu, untuk belajar satu subjek yaitu entrepreuneurship. Diharapkan setiap lulusan semua sudah memiliki usaha. Hamper 50% lulusan sudah memilki usaha.

 

Pada tahun 2006 DR.Ir.Ciputra memulaiconcernsebuah upaya untuk “meng-entrepreneur-kan” Indonesia karena ia yakin bahwa melalui entrepreneurship Indonesia dapat mengatasi masalah kemiskinan dan pengangguran. Beliau kemudian mendirikan UCEC (Universitas Ciputra Entrepreneurship Center) yang merupakan “brand” dari Yayasan Ciputra Entrepreneur (Ciputra Entrepreneurship Foundation). Tugas utama UCEC adalah menginspirasi bangsa tentang pentingnya entrepreneurship, mengembangkan model pembelajaran, membuat prototyping pembelajaran dan kemudian mengajarkan kepada para pelatih/dosen/guru agar entrepreneurship makin tersebar. Berbagai program pendidikan, seminar internasional dan konferensi pernah dihadiri untuk memperdalam maupun mempromosikan entrepreneurship dan pendidikanentrepreneurship.

 

Perjalanan bersama DR.Ir.Ciputra dalam menyebarkan entrepreneurship di Indonesia telah menginspirasi dan menciptakan sebuah passion yang mendalam tentang entrepreneurship dan pendidikan entrepreneurship untuk menjadikannya sebagai solusi mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan. Berikut ini adalah ragam program yang telah atau sedang dilakukan oleh UCEC.Mendampingi DR.Ir.Ciputra antara lain bertemu dan menyampaikan presentasi di depan ragam pejabat negara, pimpinan daerah dan pimpinan masyarakat Indonesia tentang pentingnya entrepreneurship bagi masa depan bangsa. Melakukan kontak dan koordinasi dengan ragam lembaga internasional untuk membangun jejaring untuk memperluas dan mengajarkan entrepreneurship di Indonesia.Mengembangkan konsep Entrepreneurship CiputraWay dan model pembelajaran entrepreneurship Ciputra Way baik untuk peserta didik usia dewasa maupun usia sekolah, mengembangkan komunitas CES (Ciputra Entrepreneurship School) yaitu komunitas sekolah yang menerapkan pembelajaran entrepreneurship dalam kurikulum nasional. Melaksanakan pelatihan TOT (Training for Trainer) untuk dosen-dosen dari seluruh Indonesia yang didanai Dikti. Pada tahun 2008 dan 2009, UCEC melatih sekitar 1200 dosen dari sekitar 350 Perguruan Tinggi dari seluruh Indonesia.Kami juga Melaksanakan pelatihan TOT tentang pembelajaran entrepreneurship untuk 200 dosen-dosen Perguruan Tinggi Islam dari seluruh Indonesia. UCEC juga membangun jejaring dengan Kauffman Foundation, yayasan terbesar di dunia yang bergerak dalam pengembangan entrepreneurship. Sejak Oktober 2011 sampai dengan sekarang UCEC melakukan kerja sama intensif dengan Bank Mandiri melakukan pelatihan entrepreneurship untuk TKI di Hong Kong dan Kuala Lumpur dan akan disusul di Singapura mulai tahun 2013. Secara keseluruhan jumlah TKI yang pernah dilatih UCEC mencapai angka sekitar 2000 orang. Bank Indonesia juga mempercayakan program pelatihan Kewirausahaan Mahasiswa mereka untuk diselenggarakan oleh UCEC. Dan masih banyak lagi.

 

Model kepemimpinan seperti apa yang Bapak terapkan didalam memimpin University of Ciputra Entrepreuneurship Center?

Model kepemimpinan di Ciputra kita punya corporate culture namanya IPA Integrity, Professionalisme, dan accountability. Jadi model kepemimpinan ini juga harus sesuai dengan itu.

 

Tantangan apa yang Bapak hadapi didalam memimpin UCEC?, dan bagaimana Bapak mengatasi hal tersebut?

Barangkali tantangan yang terbesar adalah diri kita sendiri. Bahwa seringkali kita hanya cukup puas untuk sesuatu padahal ada yang lebih besar yang bisa kita capai. Kadang-kadang kita terkunci pada kapasitas kita sekarang, padahal kapasitas yang lebih besar kita kembangkan. Saya kira tantangan yang terbesar  adalah bagaimana mengelola diri saya supaya lebih tertantang. Bagaimana caranya supaya saya bisa lebih mendidik diri saya sendiri agar lebih mengembangkan diri, bagaimana caranya memiliki impian yang benar dan besar.

 

Artikel selengkapnya bisa dibaca di edisi 36

ls

Artikel Lainnya

artikel

Nukegraphic - Web Design and Development
Komunitas Excellent
Seminar Excellent
Coach Ellies
twitter Excellent
Facebook EXCELLENT BUSINESS MAGZ
Scanie
TV Excellent
Excellent mall
BEST RAJA AMPAT