Highlight

Peter Adam: Bulit Everything With Kindness

Bisnis pengiriman adalah salah satu bisnis penentu pertumbuhan ekonomi suatu negara mengingat perannya yang penting pada lalu lintas barang dari satu Negara ke Negara lain. Satu perusahaan logistik yang sudah established adalah PT Samudera Pacific

Peter Adam:  Bulit Everything With Kindness

Maju. Selama dua dekade terakhir, PT Samudera PasificMajutelah membedakan dirinya sebagai penyedia layanan logistik yang paling dihormati dan dapat diandalkan di negeriini.  PT Samudera Pacific Majumenawarkan kombinasi unik dari pengalaman dan kemampuan dengan portofolio yang terdiversifikasi antara kapasitas transportasi, fleksibilitas, dan solusi logistik.Gratitude is the memory of the heart bahwa kebaikan akan selalu terkenang di hati inilah kunci kebersahajaan seorang pemimpinnya. Pada kesempatan yang sangat baik, Bapak Peter Adam selaku owner PT Samudera Pacific Maju berkesempatan berbagi pengalaman bersama Majalah Excellent, berikut ulasannya.

Bisa Bapak ceritakan perjalanan hidup secara personal perjalanan dan karir Bapak ?

Saya lahir dari keluarga yang sangat sederhana, sampai-sampai untuk sekolah pun kami tidak memiliki uang. Saya sembilan bersaudara, yang hidup tujuh orang yang dua meninggal karena kemiskinan, sakit dan tak tertolong, terlambat diobati. Saya anak kedua tapi kakak saya perempuan jadi saya anak pertama laki-laki. Saya pernah bekerja sebagai pelayan toko, pernah juga menjadi tukang sapu. Saya berprinsip bahwa menjadi apapun saya harus menjadi yang terbaik. Jadi pelayan toko jadilah pelayan toko yang baik, menjadi tukang sapu jadilah tukang sapu yang bersih. Selama bekerja saya tidak pernah menanyakan gaji, yang penting kerja keras. Semua pekerjaan itu hasilnya harus bagus dan majikan saya harus senang. Sampai saya usia 19 tahun saya menjadi seorang pelaut, tapi bukan hanya seorang pelaut biasa tapi menjadi seorang administrator di atas kapal. Jadi semua administrasi kapal saya yang pegang, gaji semua ABK (anak buah kapal-red) saya yang bayar, jurnal keuangan pun saya lakukan, sampai ke posting pun saya lakukan sendiri, modalnya cuma satu yaitu kemauan.

Mendapatkan Kepercayaan tidaklah mudah, bisa Bapak ceritakan bagaimana kunci agar kita mendapatkan kepercayaan dari orang lain?

Kuncinya adalah kita harus berusaha berjumpa lebih banyak orang , orang mengenal kita bagaimana menyapa orang, dari sapaan itu orang akan mengenal kita. Sewaktu SMA, sebagai anak laki-laki saya merindukan kebebasan, saya juga tidak mau menjadi beban orang tua sehingga saya memilih dropped out dari sekolah. Pada saat saya menjadi pelayan toko, majikan saya memiliki hubungan yang luas dengan berbagai pihak termasuk dengan seorang pemilik kapal. Lalu saya minta tolong kepada majikan saya bagaimana caranya agar bisa berlayar kemana-mana tanpa uang, akhirnya saya diperkenalkan dengan salah satu pemilik kapal dan saya memilih dipekerjakan di kapal. Bekerja di kapal itu gampang sekali mendapatkan uang, oleh karena itu kita harus berhati-hati. Tapi saya sendiri memiliki prinsip untuk tidak memiliki uang yang banyak. Jadi saya Cuma satu tahun bekerja di kapal. Banyak godaan diantaranya harus mengawal boss dan masuk ke tempat hiburan malam. Di situ kita harus punya iman yang kuat. Saya bersyukur pada Tuhan yang memberikan anugerah iman kepada saya. Berbeda dengan kawan-kawan yang seumuran, umur 20 tahun saya sudah bisa bersenang-senang, bisa saja ada tante-tante yang tidak baik, saya bersyukur saya bisa menghindari situasi tersebut. Di samping itu kita harus sehat, badan kita sehat, pikiran kita sehat, dengan penampilan kita yang sehat orang pun akan senang melihat kita.

Apa alasan Bapak waktu itu memilih untuk tidak melanjutkan berkarir di pelayaran?

Prinsip saya hidup sederhana saja. Sementara kehidupan pelaut dan kehidupan orang yang banyak uang pada saat itu kegiatannya banyak hura-hura, sepertinya bukan jalan yang akan saya capai. Jika masa muda kita diisi dengan sesuatu yang kurang baik dan benar, maka belum tentu kita terselamatkan seperti sekarang ini. Sesuatu yang kurang baik harus dikawal dengan yang baik, tapi kalau sudah terlanjur masuk ke lingkungan yang kurang baik akan sulit untuk memperbaiki diri, jika dia bisa bertaubat mungkin itu lebih baik, tapi tidak semua orang mampu seperti itu, dan saya memilih untuk menghindari itu.

Setelah melepas karir di pelayaran, apa yang Bapak lakukan?

Pada tahun 1962-1964 terjadi gejolak politik yang hebat. Waktu itu saya jadi supplier di bidang bahan bangunan untuk pembangunan airport dan karena gejolak politik saat itu, barang-barang yang sudah saya supply tidak terbayar dan saya mengalami kebangkrutan. Ketiadaan pekerjaan, membuat saya hampir saja terbawa pada salah satu gerakan pada masa itu. Saat itu usia saya 20 tahun. Waktu itu Cakrabirawa baru saja dibubarkan, dan ada salah satu mantan anggotanya yang mendekati kami, saya dan teman-teman, juga preman-preman. Tapi saya tidak tergoda. Prinsip saya, Negara membutuhkan kita, dan saya fikir kita harus menjadi lebih hebat untuk negara dan bukan dengan cara menjadi preman yang busuk, bukan dengan sesama saudara kita berhadap-hadapan, cara seperti itu bukanlah jalan yang benar.

Setelah bisnis bahan bangunan itu bangkrut, bisnis apa yang Bapak geluti?

Pada tahun 1972 saya menemukan kembali bidang yang saya suka yaitu bidang kelautan. Saya direkrut oleh perusahaan pelayaran besar, waktu itu belum besar baru memilki 4-5 kapal, dan saya diperbantukan di pelabuhan. Dengan pengalaman saya di bidang nautika dan kemampuan bahasa Inggris yang saya miliki, saya dipercaya untuk mengkomandokan kapal-kapal yang mau sandar dan berangkat ke pelabuhan, termasuk kapal-kapal besar dari asing.

Apa yang memotivasi Bapak sehingga bangkit kembali setelah kebangkrutan dan memilih kembali ke bidang pelayaran?

Menurut saya, apapun hidup yang diberikan oleh Tuhan saya harus mengisi kehidupan ini dengan tetap menjalaninya dengan baik, ketika hidup kita susah kita dituntut untuk mengendalikan diri untuk tetap hidup yang sehat, hidup yang baik, bukan hanya title yang besar, tapi juga menjaga image kita yang baik dengan menjaga kebaikan. Sehingga orang yang kenal dengan kita akan senantiasa menghargai kita. Waktu itu saya sudah berkeluarga, tahun 1971 saya mengalami kebangkrutan, saya menitipkan anak yang kedua kepada orang tua saya, saya berfikir suatu saat saya akan mengambil anak saya kembali, dari pada saya bawa bersama saya tapi dalam kedaan kekurangan. Saya meninggalkan keluarga demi masa depan. Setelah itu saya kembali ke dunia pelayaran. Tahun 1972 dengan anak dua, gaji saya 25 ribu rupiah. Pertama kali masuk kerja, saya training selama tiga bulan, tapi kemudian ditambah tiga bulan lagi menjadi enam bulan, praktis enam bulan itu saya belum mendapatkan penghasilan, saya bersyukur saya memiliki pasangan yang menerima saya apa adanya. Satu hal yang penting buat saya kita juga harus loyal sama atasan. Dengan kemampuan bahasa Inggris saya, saya sering mewaikili atasan saya berkomunikasi dengan owner di luar negeri. Saya banyak dipengaruhi oleh buku-buku yang bagus seperti how to influence people yang betul-betul menjadi bekal sehingga saya berani menghadapi orang, terutama orang asing. Kita harus punya pendirian, jangan sekedar mengikuti orang lain saja. Buku tersebut sampai sekarang masih best seller, meskipun penulisnya sudah tiada. Selain buku itu, ada karya Stephen R. Covey The Seven Habits of Highly Effective People menjadi manusia efektif cocok dengan jiwa saya, The 8th Habit: From Effectiveness to Greatness juga bagus, menjadi manusia yang efektif berani mengendalikan diri, berani mengambil keputusan dan punya pendirian. Ujian itu bisa jadi dalam bentuk yang terlihat bagus. Bagus tidak selamanya akan bagus kalau di tengah akan celaka, disitulah pentingnya pendirian. Menjaga hubungan baik dengan siapapun itu penting, apalagi sama atasan kita. Karena hubungan yang baik, saya pernah mendapat kepercayaan untuk memegang perusahaan dengan koordinasi langsung ke Singapura, saya harus memegang perwakilan US Line satu perusahaan logistic yang besar.

 

Artikel selengkapnya bisa di baca di Majalah excellent edisi 36

ls

Artikel Lainnya

artikel

Nukegraphic - Web Design and Development
Komunitas Excellent
Seminar Excellent
Coach Ellies
twitter Excellent
Facebook EXCELLENT BUSINESS MAGZ
Scanie
TV Excellent
Excellent mall
BEST RAJA AMPAT