Highlight

Franz Pantoni: Antara Kayu Dan Air:Terus Mengalir Dan Terus Tumbuh

Derasnya bisnis air minum di Indonesia tidak menjadikan sosok Excellent Business Owner kali ini mundur. Meskipun tercatat lebih dari seribu merk air minum yang beredar di tanah air, di tambah sekitar 200-an industry pendukungnya, ia tetap maju untuk ikut bertarung

Franz Pantoni: Antara Kayu Dan Air:Terus Mengalir Dan Terus Tumbuh

di pasar produk air minum. Dia-lah Franz Pantoni, pemilik perusahaan air minum dalam kemasan HDO. Setelah lebih dari 20 tahun malang melintang di bisnis perkayuan, ia akhirnya tergoda juga untuk memiliki bisnis sendiri. Berikut kisah Bapak Fransiskus Fatoni atau yang lebih dikenal dengan Franz Pantoni yang berkenan membagikannya untuk sahabat excellent sekalian.

Membangun Jati Diri, Membangun Visi

Saya lahir kurang lebih empat puluh tahun yang lalu, saya anak pertama dari dua bersaudara, adik saya perempuan. Saya lahir dan dibesarkan di Jakarta. Dari SD sampai kuliah saya di Jakarta. Sebenarnya pada saatakan masuk kuliah saya memiliki kesempatan untuk kuliah di luar negeri, tapi saya berikan kesempatan itu pada adik saya. Latar pendidikan saya sebenarnya adalah arsitektur komputer. Dari umur 15 tahun saya juga sudah harus bekerja karena kebetulan pada waktu itu secara ekonomi keluarga kami kurang. Untungnya saya sedari kecil sering mendapatkan beasiswa, sehingga dalam hal biaya sekolah tidak terlalu merepotkan orang tua. Tapi waktu kuliah saya harus bekerja. Saya ambil kuliah pagi, maksudnya supaya saya bisa cepat-cepat mengumpulkan SKS, tapi pada saat yang bersamaan saya juga harus bekerja, sehingga saya bisa dibilang sering tidak masuk kuliah. Jadi baru sekitar pukul 4 atau 5 sore saya baru bisa masuk ke kelas meskipun itu sudah bukan kelas saya, yang penting itu adalah mata kuliah yang saya ambil. Untungnnya saya bisa menempuh kuliah saya selama 9 semester padahal pada waktu itu, untuk kuliah kelas malam paling cepat biasanya paling cepat ditempuh selama 10 semester. Seementara mahasiswa yang kuliah pagi normalnya selesai selama 8 semester.

Setelah berjuang menyelesaikan kuliah, masalah bukannya berhenti. Pada saat saya baru menyelesaikan kuliah dan ingin mencari kerja terjadilah krisis moneter, orang banyak yang terkena pemutusan hubungan kerja tapi syukursaya diterima bekerja pada dua tempat.Saya dihadapkan pada dua pilihan yang tidak mudah. Waktu itu saya diterima di dua perusahaan, yang satu perbankan dengan posisi sesuai dengan bidang pendidikan yang saya tempuh, yang kedua di satu perusahaan eksportir kayu lapis sebagai marketing.

Dilema itu apakah saya akan berkarir sesuai dengan bidang yang saya perjuangakan mati-matian di bangku kuliah ataukah saya harus memilih bidang yang saya sama sekali belum mengerti yaitu marketing.

Sebagai pribadi saya memiliki prinsip, jangankan berjualan, jika kita harus baik-baik pada seseorang karena kita ada maksudnya itu susah sekali untuk saya, apalagi jika saya harus menjual barang. Akhirnya saya putuskanbahwa bidang marketing adalah satu hal yang baru dan kalau sampai saya gagal di bidang ini maka saya akan kembali pada disiplin ilmu saya, maka akhirnya saya coba. Enam bulan kemudian bank tempat saya diterima kerja itu mengalami likuidasi oleh pemerintah, jadi memilih menjadi marketing adalah pilihan yang tepat.

Namun perjalanan bukan berarti tanpa kendala, kendala akan selalu ada. Waktu itu saya paling muda di perusahaan dan belum memiliki pengalaman sebelumnya.Perusahaan itu sudah beroperasi selama 25 tahun, saya tanya kepada kawan-kawan di perusahaan, ada yang sudah berkarir selama 15 tahun dan 20 tahun, sementara saya masih baru. Namun akhirnya saya coba jalankan dengan baik sampai akhirnya saya jalani selama 15 tahun, dari mulai sebagai staf marketing sampai akhirnya sebagai vice presiden director lalu saya mengundurkan diri.Pada tahun 2006 perusahaan tempat saya bekerja mengalami restrukturisasi pemegang saham. Sebelumnya saya sudah ada pikiran untuk keluar dari perusahaan tapi mungkin karena masih dibutuhkan jadi saya sempat menunda untuk mengundurkan diri, lalu saya resmi mengundurkan diri setelah adanya restrukturisasi tersebut. Setelah itu saya menjadi konsultan pada salah satu perusahaan eksportir kayu baik untuk sector industry maupun penjualannya. Saya menjalani sebagai konsultan kurang lebih 3 tahun. Perusahaan tersebut sebenarnya bukan kompetitor secara langsung dengan perusahaan yang sebelumnya, karena perusahaan yang awal itu pioneer-nya ada di kawasan Amerika dan Eropa sementara perusahaan yang kedua itu pioneer-nya ada di kawasan Jepang dan Asia Timur.

Saya sangat beruntung mengalami masa-masa menjadi pegawai dari bawah sampai bisa naik dan juga mengalami sebagai konsultan. Dengan pengalaman yang saya dapatkan sejak menjadi pegawai dan konsultan, saya bisa berbagi dengan orang lain baik itu karyawan, teman-teman ataupun relasi saya. Pada akhirnya manusia itu harus mengalami suatu proses, tetapi kita juga harus membuat satu pilihan dan ini buat sebagian orang seolah-olah ini adalah sesuatu yang sulit. Tetapi ketika kita berfikir positif itu pasti kita bisa melewatinya.

Antara Kawan dan Kolega

Sekitar 10 atau 11 tahun yang lalu sebelum saya mengundurkan diri dari perusahaan yang pertama, saya mendapatkan tawaran partnership kerja dari rekan-rekan saya di luar negeri. Sebenarnya mereka adalah kolega-kolega perusahaan, mungkin selama saya berkarir dan bekerjasama dengan mereka, mereka merasa nyamandan aman, disamping itu mereka merasa akan bisa punya satu harapan maju jika bekerjasama dengan saya. Mungkin karena waktu itu saya juga masih muda, mereka mengajak saya untuk ber-entrepreneurship. Pada saat itu tidak langsung saya terima, saya minta waktu untuk berfikir dan kebetulan pada saat yang sama, ada satu kawan baik saya yang sedang memiliki hambatan di tempat kerjanya, dan dia berniat untuk resign dari pekerjaannya dan ingin membuka usaha. Dia sharing kepada saya. Waktu itu saya berfikir kenapa tidak saya pertemukan saja antara kawan saya dengan tawaran dari kolega saya yang dari luar negeri.Jadi awalnya saya hanya ingin membantu kawan saya tersebut. Namun, dalam proses perjalanannya akhirnya saya terbawa juga, karena mau tidak mau kolega saya berhubungan dengan saya, begitu pula kawan saya berhubungan dengan saya. Mau tidak mau saya harus membantu bagaimana memulai usaha yang baik, operasional, pendirian dan lain-lainnya. Termasuk juga menjembatani antara kawan saya dengan kolega saya dari luar negeri. Akhirnya dari kedua belah pihak meminta untuk saya harus terlibat. Walaupun pada saat itu saya sudah jadi konsultan. Bisnis kami adalah bisnis air minum dalam kemasan.

Kira-kira satu tahun lebih setelah bisnis itu didirikan akhirnya bisnis itu mengalami kemajuan yang sangat pesat, dari situ kita mulai berfikir untuk melakukan diversifikasi usaha.

Kita melihat usaha yang satu ini sudah baik, selanjutnya kita berfikir bagaimana kita merangkai satu bisnis yang baru. Sebetulnya, perusahaan saya sebelumnya berada dalam satu grup dari salah satu produsen air minum terkemuka di tanah air, perusahaan tempat saya dulu dalam satu grupnya namun saya tidak menangani sektor air minum tersebut, tapi di sektor kayu lapis. Jadi sebenarnya, mengenai air minum ini bukanlah hal yang asing bagi saya, karena waktu itu saya sudah biasa melihat proses perusahaan tersebut. Dari situ saya memiliki satu keinginan, bahwa air itu sungguh luar biasa. Manusia tidak mungkin hidup tanpa air. Tapi dari sudut bisnis saya tidak mau bebisnis air yang mana tidak berbeda dengan orang lain. Sebagaimana kita ketahui pasar air minum tanah air sudah ada ratusan merk.

Karena ada berkat dari Yang di Atas, akhirnya sekitar tahun 2008-2009 bisnis itu bisa terjadi. Kebetulan saya memiliki kolega dari Jepang dan Jerman. Kita tahu bahwa dua Negara itu memiliki kelebihan dalam hal teknologi. Sampai akhirnya saya bertemu dengan beberapa orang yang memang sudah memahami teknologi terbaru pengolahan air minum. Pada saat itu di tanah air sudah berkembang beredar hampir seribu merk air minum. Dari seribu merk tersebut ada sekitar enam ratus merk yang aktif. Sementara untuk industrinya sendiri pada saat itu ada sekitar dua ratus atau tiga ratus merk, saya juga coba melakukan survey berkaitan dengan kebutuhan pasar, perkembangan populasi termasuk juga status ekonomi dan daya beli masyarakat.Hal ini berkaitan dengan teknologi terbaru yang akan kita gunakan yang ternyata memiliki harga yang tidak murah dan akan memakan biaya yang lebih mahal dari harga pasaran sehingga produk kita tidak mungkin akan fight dengan produk yang sudah massif di pasaran yang juga harganya murah. Namun yang saya miliki Cuma tekad dan keberanian. Saya berfikir air adalah hal yang baik untuk semua manusia dan mendukung segala sumber penghidupan jadi saya beranikan diri untuk membuka usaha air ini meskipun dengan investasi yang tidak murah dan menghadapi begitu banyak kompetitor, baik yang baru maupun yang sudah menjadi leaderdan sudah eksis sekian puluh tahun. Dari situ kita dituntut bagaimana kita berkompetisi dengan sehat tapi juga dengan penuh strategi.

Yang membedakan produk kami dengan produk di pasaran adalah ada pada teknologi. Teknologi yang kami gunakan memang teknologi yang terbaru.Jika pada teknologi yang sebelumnya hanya mengandalkan filtrasi atau pembersihan,maka teknologi yang saya gunakan ini menggunakan teknologi polarisasi magnet. Kita tahu bahwa molekul air itu H2O, ada satu atom oksigen dan dua atom hydrogen, masalahnya adalah molekul air ini akan selalu bersentuhan dengan molekul-molekul lain atau bahkan dengan atom bebas termasuk juga mampu membungkus kotoran dan logam berat. Nah, dengan teknologi sebelumnya yaitu filtrasi kotoran dan logam berat itu tidak dikeluarkan hanya dibersihkan saja dari luar. Dengan teknik polarisasi, di mana atom ataupun molekul yang mengandung muatan listrik kalau kita bangkitkan medan magnet itu akan langsung melakukan efek kimia di mana akan pecah, dari situlah kita membersihkan sekaligus juga memasangkan kembali ion-ion itu secara seimbang. Ibaratnya dibongkar terlebih dahulu kemudian dipasang kembali. Produk kami juga bisa dibilang produk yang khusus, ekslusif begitu. Karena kami harus memiliki perbedaan dengan produk yang ada di pasaran, wajar jika produk kami jarang ditemui di pasaran. Kami mengarahkan pasar produk kami pada sektor company,entertainment, perhotelan, sports, event-event baik lokal maupun ajang internasional dan lain-lain.

Selain sektor air minum, pada saat ini kami bergerak di tiga sektor yang berbeda; pertama di sektor perdagangan, yang kedua di sektor manufacturing dan yang ketiga jasa konsultan. Kami sekarang juga bergerak di bidang properti. Saat ini kami membawahi kurang lebih ada sekitar 6 perusahan dengan 21 divisi.

 

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah EXCELLENT edisi 38

ls

Artikel Lainnya

artikel

Nukegraphic - Web Design and Development
Komunitas Excellent
Seminar Excellent
Coach Ellies
twitter Excellent
Facebook EXCELLENT BUSINESS MAGZ
Scanie
TV Excellent
Excellent mall
BEST RAJA AMPAT