Highlight

Arianti Dewi, SH. MH: SAATNYA PUTERI SOLO MENGABDI

Arianti Dewi lahir di Solo 27 September 1972 merupakan seorang lawyer dan business consultant lulusan Universitas IEU dan Universitas Indonesia. Selain itu beberapa jabatan yang dipercayakan kepada wanita cantik iniadalah Konsultan legal Industry Strategis IADS, St

Arianti Dewi, SH. MH: SAATNYA PUTERI SOLO MENGABDI

af Ahli DPR RI Partai Golkar, Managing Partner IADS Lawfirm, Konsultan Hukum Tata Negara, Legal Advisor PT. Dirgantara Indonesia dan Pengurus DPP Partai Golkar Korbid Infrastruktur dan Transportasi.

Tak terhitung banyaknya pengalaman organisasi ibu bagi anak-anaknya ini diantaranya Bendahara Umum Pemenangan Pemilu Jawa II DPP Partai Golkar, Bendahara Badan Koordinasi Pemenangan Pemilu (BKPP) DPP, Ketua Bidang Media PB. FOBI (Federasi Olahraga Bela Diri) Sekretaris bendahara Umum KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Pusat dan Wakil Ketua Kosgoro Jawa Tengah.

Sebagai seorang akademisi, beliau juga menulis mengenai penanganan Masalah Hukum Perburuhan di PTDI, Penanganan Kasus Arbitrase BANI, Penanganan Strategis dalam Pertahanan Nasional dan Hukum Tatanegara StudiSistem Impeachment di Beberapa Negara.

Bagaimana kiprah Arianti Dewi dalam kancah politik nasional dan loyalitasnya terhadap cita-cita membangun negeri dan daerah kelahirannya, Solo dikupas lebihmendalam,  dalam perbincangannya dengan Majalah EXCELLENTdisela acara Womanenterpreneurship & Leadership di Solo, Jawa Tengah.  

Apa yang memotivasi & menginspirasi Ibu untuk mengambil peran dalam Pemerintahannanti?

Apa yang saya lakukan sekarang adalah tugasPartai, yang tidak hanya bertujuan untuk memenuhi quota 30% keberadaan wanita dalam legislatif, tetapi jugapanggilan kepada saya untuk mengabdi kepada kota kelahiran saya, yaitu Solo, untuk bisa menyampaikan aspirasi dan menyalurkan apa yang menjadi hak para Wanita, untuk bisamengisi pos-pos tertentu di pemerintahan, supaya bisa menempati tempat kebijakan yang tentunyauntukkepentingan masyarakat terutama wanita. Di Parlemen, banyak hal kebijakan yang harus kita jaga. Tentunya kita tidak bisa berjuang di luar pagar, tetapi kita harus melaksanakan dengan sistem yang ada tentunya. Dan pilihannya dalam hal ini adalah Politik.

 

Visi apa yang ingin Ibu usung  untuk menjadikan Wanita Indonesia semakin lebih maju lagi?

Secara sederhana saya ingin katakan bahwa Solo adalah kota sederhana dengan Wanita yang mempunyai keinginan dan tekad yang sangat kuat untuk bisa mengekspresikan diri. Saya rasa, untuk beberapa kalangan tertentu masih segan untuk turun ke politik, padahal itu adalah jalur yang mana kita bisa short cut melakukan perubahandanikut serta dalam kebijakan yang bisa membawa perubahan bagi kita semua terutama perubahan baik. Saya ingin setelah masa yang kita lakukan sekarang, akan banyak dari keluarga pedagang Solo,  yang memang sudah dalam aktivitas sehari-hari mereka adalah pengusaha yang ada di bidangnya, untuk bisa melakukan apa yang bisa kita perjuangkan di jalur politik. Saya yakin, setelah saya banyak wanita yang akan turun ke gelanggang politik untuk bisa mengaspirasikan keinginan rakyat. Karena sesuai dengan partai kami, Suara Golkar adalah Suara Rakyat. Kami tidak akan hanya memenuhi quota 30%  tapi kami harus masuk dengan sumber daya dan pendidikan yang cukup untuk mampu menjadi harapan masyarakat.

 

Sekarang sudah mulai sosialisasi ke daerah Pemilihan, Ibu ?

Sudah mulai Mbak. Karena keluarga saya, kita punya beberapa kegiatan yang sudah kita jalani bertahun-tahun. Saya tinggal mengikuti yang sudah ada. Kita turun ke masyarakat dan mendekati beberapa segmen-segmen. Prinsip saya adalah bukan jabatan yang kita kejar, namun pengabdian dan fungsi dari jabatan yang  melekat di tubuh kita, untuk bisa bermanfaat bagi rakyat banyak. Khususnya wanita, karena concern saya adalah Wanita dan Pendidikan.

 

Apa pandangan Ibu mengenai pengembangan Wanita & Pendidikan di Indonesia ?

Saya merasa bahwa pendidikan sangat berperan, karena kunci sebagai perlindungan terhadap wanita. Karena wanita, kalau dia mengharapkan skill dari cara otodidak, pasti bisa melakukan. Wanita diberikan ketekunan yang luar biasa, namun apabila dengan pendidikan yang cukup saya rasa kita akan lebih bisa bermanfaat dan mampu berdayakan diri dengan bidangnya. Saya rasa pendidikan cukup melindungi para wanita untuk tidak tertindas oleh keadaannya. Bukankita ingin berada terdepan, tapi kita bisa mengimbangi, jadi keseimbangan secara nyata antara pria dan wanita sama-sama bisa menempati pos masing-masing. Yang mana pos untuk perempuan, sebaiknya diberikan kepada perempuan. Karena hanya wanita yang mengerti wanita.

 

Bagaimana pandangan Ibu mengenai Tenaga Kerja Wanita yang bekerja di Luar Negeri dan apa yang perlu di stimulus kepada mereka untuk jauh lebih maju ?

Dari beberapa data, sebelum kita bicara mengenai bagaimana TKW, bagaimana mereka harus keluar untuk mengadu nasib, sebenarnya kita tidak usah terlampau jauh berpikir. Angka daripada 85% contoh dari kasus keguguran atau aborsi adalah wanita dilatarbelakangi oleh ekonomi. Sehingga kita pasti akan meyakini bahwa hal terbesar yang mendorong angka TKI atau TKW di luar adalah karena faktor ekonomi. Bagaimana menyelesaikan atau menghindari permasalahan yang ada, tentu dengan memberdayakan sumber daya mereka, untuk bisa mendapatkan kesempatan pendidikan yang sebaik-baiknya. Untuk bisa membuat perubahan. Itulah tugas kepada kita semua, terutama kepada diri saya sendiri untuk bisa melakukan dan mendedikasikan hal-hal yang terkait dengan gender saya.

 

Jadi kalau menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan, boleh Bu hal tersebut diperhatikan?

Kalau mengenai itu, bagaimana kita mendapat legitimasi saja, ucapnya tersenyum sumringah.Bagaimana kita sebagai wanita mendapatkan kepercayaan dan kesempatan. Tentu kalau mendapatkan hal tersebut kami akan berupaya sebaik-baiknya. Nah bagaimana kita mendapatkan kesempatan, itu yang susah Mbak.

 

Sejenak kilas balik masa kecil Ibu di solo, apa yang menarik, Bu?

Kita mempunyai cara bergaul yang luar biasa di Solo. Dimana karena kotanya kecil sehingga kita saling mengenal. Kekerabatan sangatlah kental diantara kita. Contoh soal, ketika saya mencalonkan diri, tidak terlampau sulit saya mengumpulkan teman-teman. Sehingga dengan keinginan sendiri berkumpul dan melihat sosok baliho saya, sehingga mereka mencari jalan bagaimana untuk mendukung dan menyampaikan keinginan saya untuk mereka. Itu yang menarik dari kebersamaan kami di Solo.

 

Kapan Ibu keluar dari Solo, hijrah ke Jakarta ?

Tahun 1995 saya meninggalkan Solo. Saya memang memiliki suatu keinginan yang berbeda dengan keluarga saya. Jadi keluarga saya adalah pedagang batik. Semua keluarga ada di bidang itu. Tapi saya menginginkan sesuatu yang berbeda. Saya sangat tertarik dengan Politik. Karena saya sudah tidak sabar, bagaimana kita menemukan keinginan kita, dan secara short cut, politik adalah jalannya.

 

Bu Arianti, sebagai seorang Calon legislatif(CALEG), menurut Ibu attitude seperti apa yang dibutuhkan?

Saya sadar bahwakita sebagai kader partai kita wajib untuk berjuang. Dalam perjuangan tersebut kita tidak boleh melepaskan culture yang ada, attitude yang ada. Apalagi  kami sebagai kaum perempuan, seringkali kami di lapangan masihdiperlakukan agak berbeda mungkin karena kemampuan kekuatan fisik kita agak berbeda sebagai perempuan. Namun saya harapkan masyarakat dan rakyat memberikan kesempatan yang sama dengan seluas-luasnya. Bagaimana kita mendapatkan kesempatan, kita bisa melaksanakan perjuangan dengan sebaik-baiknya.

 

Bagaimana dengan peran keluarga dalam mendukung pencapaian-pencapaian Ibu sampai saat ini?

Saya sungguh bersyukur karena dalam hal ini, suami saya adalah aktivis dimana beliau sungguh mengerti apa yang menjadi pengorbanan saya di dalam keluarga. Anak-anak mengerti apa yang saya kerjakan, karena seperti yang saya katakan tadi bahwa loyal terhadap cita-cita yang saya tanamkan kepada mereka semua. Begitu juga dengan apa yang suami berikan kepada kami semua. Sayamenanamkan itu juga pada anak-anak. Keluarga besar saya jugamengerti bagaimana kita di didik untuk bisa bermanfaat luas bagi masyarakat tidak hanya pada diri kita sendiri atau keluarga kita.  Tetapi dalam mewujudkan cita-cita kita harus mulai dari diri kita sendiri dan orang terdekat, dan percaya itu bisa menjadi lebih baik.

 

Arianti Dewi lahir di Solo 27 September 1972 merupakan seorang lawyer dan business consultant lulusan Universitas IEU dan Universitas Indonesia. Selain itu beberapa jabatan yang dipercayakan kepada wanita cantik iniadalah Konsultan legal Industry Strategis IADS, Staf Ahli DPR RI Partai Golkar, Managing Partner IADS Lawfirm, Konsultan Hukum Tata Negara, Legal Advisor PT. Dirgantara Indonesia dan Pengurus DPP Partai Golkar Korbid Infrastruktur dan Transportasi.

Tak terhitung banyaknya pengalaman organisasi ibu bagi anak-anaknya ini diantaranya Bendahara Umum Pemenangan Pemilu Jawa II DPP Partai Golkar, Bendahara Badan Koordinasi Pemenangan Pemilu (BKPP) DPP, Ketua Bidang Media PB. FOBI (Federasi Olahraga Bela Diri) Sekretaris bendahara Umum KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Pusat dan Wakil Ketua Kosgoro Jawa Tengah.

Sebagai seorang akademisi, beliau juga menulis mengenai penanganan Masalah Hukum Perburuhan di PTDI, Penanganan Kasus Arbitrase BANI, Penanganan Strategis dalam Pertahanan Nasional dan Hukum Tatanegara StudiSistem Impeachment di Beberapa Negara.

Bagaimana kiprah Arianti Dewi dalam kancah politik nasional dan loyalitasnya terhadap cita-cita membangun negeri dan daerah kelahirannya, Solo dikupas lebihmendalam,  dalam perbincangannya dengan Majalah EXCELLENTdisela acara Womanenterpreneurship & Leadership di Solo, Jawa Tengah.  

Apa yang memotivasi & menginspirasi Ibu untuk mengambil peran dalam Pemerintahannanti?

Apa yang saya lakukan sekarang adalah tugasPartai, yang tidak hanya bertujuan untuk memenuhi quota 30% keberadaan wanita dalam legislatif, tetapi jugapanggilan kepada saya untuk mengabdi kepada kota kelahiran saya, yaitu Solo, untuk bisa menyampaikan aspirasi dan menyalurkan apa yang menjadi hak para Wanita, untuk bisamengisi pos-pos tertentu di pemerintahan, supaya bisa menempati tempat kebijakan yang tentunyauntukkepentingan masyarakat terutama wanita. Di Parlemen, banyak hal kebijakan yang harus kita jaga. Tentunya kita tidak bisa berjuang di luar pagar, tetapi kita harus melaksanakan dengan sistem yang ada tentunya. Dan pilihannya dalam hal ini adalah Politik.

 

Visi apa yang ingin Ibu usung  untuk menjadikan Wanita Indonesia semakin lebih maju lagi?

Secara sederhana saya ingin katakan bahwa Solo adalah kota sederhana dengan Wanita yang mempunyai keinginan dan tekad yang sangat kuat untuk bisa mengekspresikan diri. Saya rasa, untuk beberapa kalangan tertentu masih segan untuk turun ke politik, padahal itu adalah jalur yang mana kita bisa short cut melakukan perubahandanikut serta dalam kebijakan yang bisa membawa perubahan bagi kita semua terutama perubahan baik. Saya ingin setelah masa yang kita lakukan sekarang, akan banyak dari keluarga pedagang Solo,  yang memang sudah dalam aktivitas sehari-hari mereka adalah pengusaha yang ada di bidangnya, untuk bisa melakukan apa yang bisa kita perjuangkan di jalur politik. Saya yakin, setelah saya banyak wanita yang akan turun ke gelanggang politik untuk bisa mengaspirasikan keinginan rakyat. Karena sesuai dengan partai kami, Suara Golkar adalah Suara Rakyat. Kami tidak akan hanya memenuhi quota 30%  tapi kami harus masuk dengan sumber daya dan pendidikan yang cukup untuk mampu menjadi harapan masyarakat.

 

Sekarang sudah mulai sosialisasi ke daerah Pemilihan, Ibu ?

Sudah mulai Mbak. Karena keluarga saya, kita punya beberapa kegiatan yang sudah kita jalani bertahun-tahun. Saya tinggal mengikuti yang sudah ada. Kita turun ke masyarakat dan mendekati beberapa segmen-segmen. Prinsip saya adalah bukan jabatan yang kita kejar, namun pengabdian dan fungsi dari jabatan yang  melekat di tubuh kita, untuk bisa bermanfaat bagi rakyat banyak. Khususnya wanita, karena concern saya adalah Wanita dan Pendidikan.

 

Apa pandangan Ibu mengenai pengembangan Wanita & Pendidikan di Indonesia ?

Saya merasa bahwa pendidikan sangat berperan, karena kunci sebagai perlindungan terhadap wanita. Karena wanita, kalau dia mengharapkan skill dari cara otodidak, pasti bisa melakukan. Wanita diberikan ketekunan yang luar biasa, namun apabila dengan pendidikan yang cukup saya rasa kita akan lebih bisa bermanfaat dan mampu berdayakan diri dengan bidangnya. Saya rasa pendidikan cukup melindungi para wanita untuk tidak tertindas oleh keadaannya. Bukankita ingin berada terdepan, tapi kita bisa mengimbangi, jadi keseimbangan secara nyata antara pria dan wanita sama-sama bisa menempati pos masing-masing. Yang mana pos untuk perempuan, sebaiknya diberikan kepada perempuan. Karena hanya wanita yang mengerti wanita.

 

Bagaimana pandangan Ibu mengenai Tenaga Kerja Wanita yang bekerja di Luar Negeri dan apa yang perlu di stimulus kepada mereka untuk jauh lebih maju ?

Dari beberapa data, sebelum kita bicara mengenai bagaimana TKW, bagaimana mereka harus keluar untuk mengadu nasib, sebenarnya kita tidak usah terlampau jauh berpikir. Angka daripada 85% contoh dari kasus keguguran atau aborsi adalah wanita dilatarbelakangi oleh ekonomi. Sehingga kita pasti akan meyakini bahwa hal terbesar yang mendorong angka TKI atau TKW di luar adalah karena faktor ekonomi. Bagaimana menyelesaikan atau menghindari permasalahan yang ada, tentu dengan memberdayakan sumber daya mereka, untuk bisa mendapatkan kesempatan pendidikan yang sebaik-baiknya. Untuk bisa membuat perubahan. Itulah tugas kepada kita semua, terutama kepada diri saya sendiri untuk bisa melakukan dan mendedikasikan hal-hal yang terkait dengan gender saya.

 

Jadi kalau menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan, boleh Bu hal tersebut diperhatikan?

Kalau mengenai itu, bagaimana kita mendapat legitimasi saja, ucapnya tersenyum sumringah.Bagaimana kita sebagai wanita mendapatkan kepercayaan dan kesempatan. Tentu kalau mendapatkan hal tersebut kami akan berupaya sebaik-baiknya. Nah bagaimana kita mendapatkan kesempatan, itu yang susah Mbak.

 

Sejenak kilas balik masa kecil Ibu di solo, apa yang menarik, Bu?

Kita mempunyai cara bergaul yang luar biasa di Solo. Dimana karena kotanya kecil sehingga kita saling mengenal. Kekerabatan sangatlah kental diantara kita. Contoh soal, ketika saya mencalonkan diri, tidak terlampau sulit saya mengumpulkan teman-teman. Sehingga dengan keinginan sendiri berkumpul dan melihat sosok baliho saya, sehingga mereka mencari jalan bagaimana untuk mendukung dan menyampaikan keinginan saya untuk mereka. Itu yang menarik dari kebersamaan kami di Solo.

 

Kapan Ibu keluar dari Solo, hijrah ke Jakarta ?

Tahun 1995 saya meninggalkan Solo. Saya memang memiliki suatu keinginan yang berbeda dengan keluarga saya. Jadi keluarga saya adalah pedagang batik. Semua keluarga ada di bidang itu. Tapi saya menginginkan sesuatu yang berbeda. Saya sangat tertarik dengan Politik. Karena saya sudah tidak sabar, bagaimana kita menemukan keinginan kita, dan secara short cut, politik adalah jalannya.

 

Bu Arianti, sebagai seorang Calon legislatif(CALEG), menurut Ibu attitude seperti apa yang dibutuhkan?

Saya sadar bahwakita sebagai kader partai kita wajib untuk berjuang. Dalam perjuangan tersebut kita tidak boleh melepaskan culture yang ada, attitude yang ada. Apalagi  kami sebagai kaum perempuan, seringkali kami di lapangan masihdiperlakukan agak berbeda mungkin karena kemampuan kekuatan fisik kita agak berbeda sebagai perempuan. Namun saya harapkan masyarakat dan rakyat memberikan kesempatan yang sama dengan seluas-luasnya. Bagaimana kita mendapatkan kesempatan, kita bisa melaksanakan perjuangan dengan sebaik-baiknya.

 

Bagaimana dengan peran keluarga dalam mendukung pencapaian-pencapaian Ibu sampai saat ini?

Saya sungguh bersyukur karena dalam hal ini, suami saya adalah aktivis dimana beliau sungguh mengerti apa yang menjadi pengorbanan saya di dalam keluarga. Anak-anak mengerti apa yang saya kerjakan, karena seperti yang saya katakan tadi bahwa loyal terhadap cita-cita yang saya tanamkan kepada mereka semua. Begitu juga dengan apa yang suami berikan kepada kami semua. Sayamenanamkan itu juga pada anak-anak. Keluarga besar saya jugamengerti bagaimana kita di didik untuk bisa bermanfaat luas bagi masyarakat tidak hanya pada diri kita sendiri atau keluarga kita.  Tetapi dalam mewujudkan cita-cita kita harus mulai dari diri kita sendiri dan orang terdekat, dan percaya itu bisa menjadi lebih baik.

 

Arianti Dewi lahir di Solo 27 September 1972 merupakan seorang lawyer dan business consultant lulusan Universitas IEU dan Universitas Indonesia. Selain itu beberapa jabatan yang dipercayakan kepada wanita cantik iniadalah Konsultan legal Industry Strategis IADS, Staf Ahli DPR RI Partai Golkar, Managing Partner IADS Lawfirm, Konsultan Hukum Tata Negara, Legal Advisor PT. Dirgantara Indonesia dan Pengurus DPP Partai Golkar Korbid Infrastruktur dan Transportasi.

Tak terhitung banyaknya pengalaman organisasi ibu bagi anak-anaknya ini diantaranya Bendahara Umum Pemenangan Pemilu Jawa II DPP Partai Golkar, Bendahara Badan Koordinasi Pemenangan Pemilu (BKPP) DPP, Ketua Bidang Media PB. FOBI (Federasi Olahraga Bela Diri) Sekretaris bendahara Umum KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Pusat dan Wakil Ketua Kosgoro Jawa Tengah.

Sebagai seorang akademisi, beliau juga menulis mengenai penanganan Masalah Hukum Perburuhan di PTDI, Penanganan Kasus Arbitrase BANI, Penanganan Strategis dalam Pertahanan Nasional dan Hukum Tatanegara StudiSistem Impeachment di Beberapa Negara.

Bagaimana kiprah Arianti Dewi dalam kancah politik nasional dan loyalitasnya terhadap cita-cita membangun negeri dan daerah kelahirannya, Solo dikupas lebihmendalam,  dalam perbincangannya dengan Majalah EXCELLENTdisela acara Womanenterpreneurship & Leadership di Solo, Jawa Tengah.  

Apa yang memotivasi & menginspirasi Ibu untuk mengambil peran dalam Pemerintahannanti?

Apa yang saya lakukan sekarang adalah tugasPartai, yang tidak hanya bertujuan untuk memenuhi quota 30% keberadaan wanita dalam legislatif, tetapi jugapanggilan kepada saya untuk mengabdi kepada kota kelahiran saya, yaitu Solo, untuk bisa menyampaikan aspirasi dan menyalurkan apa yang menjadi hak para Wanita, untuk bisamengisi pos-pos tertentu di pemerintahan, supaya bisa menempati tempat kebijakan yang tentunyauntukkepentingan masyarakat terutama wanita. Di Parlemen, banyak hal kebijakan yang harus kita jaga. Tentunya kita tidak bisa berjuang di luar pagar, tetapi kita harus melaksanakan dengan sistem yang ada tentunya. Dan pilihannya dalam hal ini adalah Politik.

 

Visi apa yang ingin Ibu usung  untuk menjadikan Wanita Indonesia semakin lebih maju lagi?

Secara sederhana saya ingin katakan bahwa Solo adalah kota sederhana dengan Wanita yang mempunyai keinginan dan tekad yang sangat kuat untuk bisa mengekspresikan diri. Saya rasa, untuk beberapa kalangan tertentu masih segan untuk turun ke politik, padahal itu adalah jalur yang mana kita bisa short cut melakukan perubahandanikut serta dalam kebijakan yang bisa membawa perubahan bagi kita semua terutama perubahan baik. Saya ingin setelah masa yang kita lakukan sekarang, akan banyak dari keluarga pedagang Solo,  yang memang sudah dalam aktivitas sehari-hari mereka adalah pengusaha yang ada di bidangnya, untuk bisa melakukan apa yang bisa kita perjuangkan di jalur politik. Saya yakin, setelah saya banyak wanita yang akan turun ke gelanggang politik untuk bisa mengaspirasikan keinginan rakyat. Karena sesuai dengan partai kami, Suara Golkar adalah Suara Rakyat. Kami tidak akan hanya memenuhi quota 30%  tapi kami harus masuk dengan sumber daya dan pendidikan yang cukup untuk mampu menjadi harapan masyarakat.

 

Sekarang sudah mulai sosialisasi ke daerah Pemilihan, Ibu ?

Sudah mulai Mbak. Karena keluarga saya, kita punya beberapa kegiatan yang sudah kita jalani bertahun-tahun. Saya tinggal mengikuti yang sudah ada. Kita turun ke masyarakat dan mendekati beberapa segmen-segmen. Prinsip saya adalah bukan jabatan yang kita kejar, namun pengabdian dan fungsi dari jabatan yang  melekat di tubuh kita, untuk bisa bermanfaat bagi rakyat banyak. Khususnya wanita, karena concern saya adalah Wanita dan Pendidikan.

 

Apa pandangan Ibu mengenai pengembangan Wanita & Pendidikan di Indonesia ?

Saya merasa bahwa pendidikan sangat berperan, karena kunci sebagai perlindungan terhadap wanita. Karena wanita, kalau dia mengharapkan skill dari cara otodidak, pasti bisa melakukan. Wanita diberikan ketekunan yang luar biasa, namun apabila dengan pendidikan yang cukup saya rasa kita akan lebih bisa bermanfaat dan mampu berdayakan diri dengan bidangnya. Saya rasa pendidikan cukup melindungi para wanita untuk tidak tertindas oleh keadaannya. Bukankita ingin berada terdepan, tapi kita bisa mengimbangi, jadi keseimbangan secara nyata antara pria dan wanita sama-sama bisa menempati pos masing-masing. Yang mana pos untuk perempuan, sebaiknya diberikan kepada perempuan. Karena hanya wanita yang mengerti wanita.

 

Bagaimana pandangan Ibu mengenai Tenaga Kerja Wanita yang bekerja di Luar Negeri dan apa yang perlu di stimulus kepada mereka untuk jauh lebih maju ?

Dari beberapa data, sebelum kita bicara mengenai bagaimana TKW, bagaimana mereka harus keluar untuk mengadu nasib, sebenarnya kita tidak usah terlampau jauh berpikir. Angka daripada 85% contoh dari kasus keguguran atau aborsi adalah wanita dilatarbelakangi oleh ekonomi. Sehingga kita pasti akan meyakini bahwa hal terbesar yang mendorong angka TKI atau TKW di luar adalah karena faktor ekonomi. Bagaimana menyelesaikan atau menghindari permasalahan yang ada, tentu dengan memberdayakan sumber daya mereka, untuk bisa mendapatkan kesempatan pendidikan yang sebaik-baiknya. Untuk bisa membuat perubahan. Itulah tugas kepada kita semua, terutama kepada diri saya sendiri untuk bisa melakukan dan mendedikasikan hal-hal yang terkait dengan gender saya.

 

Jadi kalau menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan, boleh Bu hal tersebut diperhatikan?

Kalau mengenai itu, bagaimana kita mendapat legitimasi saja, ucapnya tersenyum sumringah.Bagaimana kita sebagai wanita mendapatkan kepercayaan dan kesempatan. Tentu kalau mendapatkan hal tersebut kami akan berupaya sebaik-baiknya. Nah bagaimana kita mendapatkan kesempatan, itu yang susah Mbak.

 

Sejenak kilas balik masa kecil Ibu di solo, apa yang menarik, Bu?

Kita mempunyai cara bergaul yang luar biasa di Solo. Dimana karena kotanya kecil sehingga kita saling mengenal. Kekerabatan sangatlah kental diantara kita. Contoh soal, ketika saya mencalonkan diri, tidak terlampau sulit saya mengumpulkan teman-teman. Sehingga dengan keinginan sendiri berkumpul dan melihat sosok baliho saya, sehingga mereka mencari jalan bagaimana untuk mendukung dan menyampaikan keinginan saya untuk mereka. Itu yang menarik dari kebersamaan kami di Solo.

 

Kapan Ibu keluar dari Solo, hijrah ke Jakarta ?

Tahun 1995 saya meninggalkan Solo. Saya memang memiliki suatu keinginan yang berbeda dengan keluarga saya. Jadi keluarga saya adalah pedagang batik. Semua keluarga ada di bidang itu. Tapi saya menginginkan sesuatu yang berbeda. Saya sangat tertarik dengan Politik. Karena saya sudah tidak sabar, bagaimana kita menemukan keinginan kita, dan secara short cut, politik adalah jalannya.

 

Bu Arianti, sebagai seorang Calon legislatif(CALEG), menurut Ibu attitude seperti apa yang dibutuhkan?

Saya sadar bahwakita sebagai kader partai kita wajib untuk berjuang. Dalam perjuangan tersebut kita tidak boleh melepaskan culture yang ada, attitude yang ada. Apalagi  kami sebagai kaum perempuan, seringkali kami di lapangan masihdiperlakukan agak berbeda mungkin karena kemampuan kekuatan fisik kita agak berbeda sebagai perempuan. Namun saya harapkan masyarakat dan rakyat memberikan kesempatan yang sama dengan seluas-luasnya. Bagaimana kita mendapatkan kesempatan, kita bisa melaksanakan perjuangan dengan sebaik-baiknya.

 

Bagaimana dengan peran keluarga dalam mendukung pencapaian-pencapaian Ibu sampai saat ini?

Saya sungguh bersyukur karena dalam hal ini, suami saya adalah aktivis dimana beliau sungguh mengerti apa yang menjadi pengorbanan saya di dalam keluarga. Anak-anak mengerti apa yang saya kerjakan, karena seperti yang saya katakan tadi bahwa loyal terhadap cita-cita yang saya tanamkan kepada mereka semua. Begitu juga dengan apa yang suami berikan kepada kami semua. Sayamenanamkan itu juga pada anak-anak. Keluarga besar saya jugamengerti bagaimana kita di didik untuk bisa bermanfaat luas bagi masyarakat tidak hanya pada diri kita sendiri atau keluarga kita.  Tetapi dalam mewujudkan cita-cita kita harus mulai dari diri kita sendiri dan orang terdekat, dan percaya itu bisa menjadi lebih baik.

 

Artikel selengkapnya dapat dibaca di Majalah EXCELLENT edisi 40

ls

Artikel Lainnya

artikel

Nukegraphic - Web Design and Development
Komunitas Excellent
Seminar Excellent
Coach Ellies
twitter Excellent
Facebook EXCELLENT BUSINESS MAGZ
Scanie
TV Excellent
Excellent mall
BEST RAJA AMPAT