Highlight

Agung Webe: Disk Defragment Partisi Pikiran

Menggali falsafah nusantara dari serat-serat peninggalan para pujangga nusantara yang mengandung pembelajaran tentang leadership, self empowerment, communication dan self actualization. 14 buku telah ia hasilkan dalam kurun waktu

Agung Webe: Disk Defragment Partisi Pikiran

7 tahun. Ia jadikan istrinya sebagai motivator terbaiknya dan menanamkan kepada ketiga anaknya “lakukan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu”. Mengidolakan Anthony De Mello karena memiliki tutur bahasa dan prosa kalimat yang sederhana dan mudah dipahami. Dia adalah Agung Webe dimana “Webe” itu sendiri berarti Wisdom Empowerment Be Excellent, yang akan berbagi kepada sahabat excellent tentang bagaimana mengumpulkan serpihan potensi diri melalui metode yang dikembangkannya, yaitu “Mind Recollection”. Bagaimana kisah hidup seorang Agung Webe serta apa saja impian-impiannya?. Berikut cuplikannya.

Bisa cerita sedikit tentang seorang agung webe?

Agung webe hanya manusia biasa, saya lahir di Jogjakarta, bapak saya seorang PNS (Pegawai Negeri Sipil) dan ibu saya seorang  penjahit dengan keterbatasan gaji PNS, saat itu saya meminta apapun juga sesuatu terbatas artinya tidak serta merta dapat memenuhi apa yang saya inginkan. Dari situ memberi kesan kesederhanaan dalam bidang apapun, mereka relatif memberikan cinta kasih yang penuh walaupun dengan segala keterbatasannya. Impian saya waktu SMP adalah bisa pergi keliling dunia, untuk mendukung hal tersebut saya masuk sekolah pariwista dengan harapan berbekal ilmu kepariwisataan, saya bisa jadi guide dan bisa keliling dunia.

Lulus sekolah 1992 saya mencoba mencari peruntungan di Jakarta dan saya bergabung dengan perusahaan BUMN yang bergerak di bidang jasa berkaitan dengan pariwisata. Di perusahaan tersebut saya diberi fasilitas untuk mengunjungi negara-negara di berbagai belahan dunia, tapi saya sadar saya mengalami “freeze” dari tahun 1992 sampai 2002 artinya, saya menyadari tidak akan berkembang  kalau saya menjadi seperti ini dan jika saya meninggal, orang akan mengenal  saya sebagai apa?, apa yang bisa saya berikan kepada orang banyak?. Pada saat saya lahir saya tidak bisa memilih, tapi saat saya mati saya bisa memilih saya akan mati sebagai apa dan ini pilihan kita sebagai manusia.

Tahun 2002 menjadi momen saya berubah karena imbas krisis 1998 banyak perusahaan mengalami kemunduran termasuk perusahaan BUMN tempat saya bekerja dan saya harus berpikir keras bahwa saya harus mandiri kemudian saya harus bisa lebih baik dari hari kemarin, sayapun mulai menggali berbagai macam literature ilmu pengetahuan dari mulai NLP, Hypnosis, brain power, segment meditasi, dari strata apapun juga saya mencoba untuk mengikutinya, nah disana saya baru menemukan passion saya ternyata bukan dari pariwisata. Di tahun 2003, saya sadar ternyata passion saya di bidang menulis yang sebelumnya belum pernah sekalipun saya geluti, akhirnya saya launching blog berisi tentang pengalaman hidup saya, dan banyak pengunjungnya, mulai banyak edit, mulai banyak review, dan segala macam. 2006 setelah saya launching buku ketiga, saya dapat tawaran menjadi trainee di Banjarmasin oleh sebuah stasiun radio. Amazing, pada saat itu mereka menargetkan 80 peserta, karena full seat nya hanya segitu, dua hari sebelumnya pihak dari Banjarmasin menghubungi saya untuk menambah pesanan buku menjadi 150. Tuhan memberkati karena mereka menjual bukunya dan promosi bukunya soal apa, dan training pertama menjadi bola salju untuk kecemplung ke dunia tersebut. Topik yang saya angkat waktu itu “Belajar Mandiri Mencapai Kesejatian Hidup”, sesuai dengan judul buku saya.

Apa yang dimaksud dengan “Mind Recollection” itu sendiri?

Karena saya mendalami meditasi, brain power, hypnosis, kemudian saya mendalami pemberdayaan diri yang bersumber dari nusantara ajaran-ajaran seratnya Pakubuwono IV, Ki Ageng Suryomentaraman, Pangeran Karanggayam yang menulis serat niti sruti, nah dari sana saya berpikir bila seseorang sudah mengalami masalah yang banyak diseluruh hidupnya ini sangat terkait dan sama halnya seperti program komputer setelah komputer berulang kali menjalani install dan uninstall dalam waktu satu bulan si pengguna komputer harus menjalankan system tools yang bernama disk defragment untuk menata partisi komputer tersebut, karena dalam brain power bahwa komputer ini menyontek pikiran kita, artinya kita pun juga punya system tool seperti itu yang dinamakan “man defragment”.  Selama 40-50 tahun kita install program belajar dari training, seminar, baca buku itu termasuk install program, kemudian suatu saat saya uninstall karena ada beberapa bagian pengetahuan saya  yang tidak mau saya pakai, selama  40 tahun proses install dan uninstall seperti itu berulang dengan segala stressnya kita perlu tools yang dinamakan “man defragment” untuk menata partisi-partisi pikiran kita.

Tantangan apa yang membuat Pak Agung bisa menjadi sukses seperti sekarang ini?

Setiap kita melangkah kendala itu pasti ada didepan, bagaimana caranya kita “turning obstacle into opportunity”, obstacle itu bisa dirubah, hambatan itu bisa dirubah menjadi harapan, halangan bisa menjadi peluang yang bagus. Di bidang training kalau kita menyelenggarakan training untuk umum kendala terbesar adalah memastikan ada audience, saya pernah mengadakan training public dimana pesertanya hanya tiga orang karena materi saya waktu itu tidak banyak dikenal orang. Dalam hal penulisan buku ketika saya mengeluarkan ide tidak semua orang akan setuju, ada pro dan kontra ini merupakan suatu kendala agar buku ini tidak terbawa emosi ketika kontra dan tidak menjadi eforia yang berlebihan ketika banyak yang setuju, ini merupakan hal yang menjebak ketika eforia saya menganggap bahwa tulisan saya hebat ternyata banyak yang setuju ini menjebak karena ini membuat saya tidak kreatif untuk menciptakan tulisan yang seharusnya tidak harus sama dengan tulisan sebelumnya, kalau saya akan mengulangi tulisan yang meledak artinya saya akan mengikuti pasar, ketika saya mengikuti pasar maka saya menggadaikan idealisme saya yang terjadi adalah kemerosotan kreatifitas.

Pernah terdengar kabar ketika bapak menulis sesuatu entah di blog entah dimana, bapak pernah diserang oleh seorang petinggi yang juga pengacara, bisa diceritakan pak?

Novel saya “Diary Pramugari” novel ini banyak dibaca pramugari dan saya dianggap sebagai bapaknya pramugari, pada saat itu ada satu tweet yang sebetulnya melecehkan dari sisi fungsi tugas pramugari dan saya diberi tahu oleh salah seorang pramugari mengenai tweet ini, saya membuat tulisan artikel sendiri mengenai masalah ini dan yang saya kirimkan ke harian media cetak agar orang tahu inti masalahnya seperti apa, jika misalnya suatu handphone di pesawat tidak boleh diaktifkan karena ini mengacu pada peraturan Departemen Perhubungan dan ini tidak bisa ditawar. Si pembuat tweet ini sempat bilang ke saya “Saya harus bertemu dan berdiskusi kepada anda saya mau mengajari anda cara menulis yang sopan,” nah kemudian saya kasih undangan resmi dengan senang hati kalau mau berdiskusi saya ada acara launching buku tanggal 16 Juni bisa diskusi banyak tentang apapun juga, tapi beliau tidak menghadiri.

Apakah benar bapak ada kegiatan lain yang berhubungan dengan peninggalan-peninggalan sejarah?

Ya, karena buku saya yang kelima yg berjudul “Javanese Wisdom” itu saya menggali sisi serat wulang reh karya Pakubuwono IV, kemudian buku itu diusung dan dikaji di National Library of Autralia di Canbera menjadi buku internasional disana. Dari situ saya merasa mendapat tanggung jawab moral sebagai bangsa Indonesia yang sebenarnya memiliki mutiara yang sangat banyak kalau tidak kita gali kita akan kalah dari barat, orang barat itu jago dalam hal membuat metodelogi praktis akhirnya banyak sekali mutiara dari sini diusung ke barat dibikin metodelogi praktisnya kemudian dijual lagi ke Indonesia dan banyak dibeli oleh orang Indonesia, ini ironis sekali.

Bagaimana cara bagi waktu dengan keluarga?

Banyak sekali yang berpikir kita hidup didalam waktu, artinya jika saya berpikir hidup didalam waktu maka saya tidak akan bisa membagi waktu padahal dalam sebulan kita punya 720 jam, kalau saya gunakan sehari 8 jam, 1 minggu 40 jam, sebulan hanya 160 jam, dari 720 jam dikurangi 160 jam paling tidak kita masih punya 500 sekian jam, tinggal kemudian kita bisa benar-benar memanfaatkan itu, artinya kalau seorang yang bekerja formal dari jam 8 sampai jam 4, okelah waktu itu digunakan untuk pekerjaan, diluar itu waktunya digunakan untuk dapat berkarya apapun juga, nah diluar waktu 8 jam dia harus bisa membagi waktu untuk keluarga. Jadi saya berpikir “saya adalah di luar waktu” maka saya tidak diatur oleh waktu tapi saya yang mengatur waktu tersebut itu adalah sebuah paradigma.

Impian apa yang ingin bapak raih?

Sampai sekarang saya punya impian yang sangat besar tentang re-inviting culture nusantara. Impian terbesar saya adalah menciptakan re-inviting culture di nusantara, dimana saya mempunyai rumah singgah yang bisa menampung orang dari manapun juga untuk belajar sehingga kita kembali menjadi pusat kebudayaan dunia karena kita dulu pernah menjadi pusat kebudayaan dunia pada jaman sebelum Sriwijaya dimana semua guru dari belahan dunia belajar ke kita.

 

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah EXCELLENT edisi 40

ls

Artikel Lainnya

artikel

Nukegraphic - Web Design and Development
Komunitas Excellent
Seminar Excellent
Coach Ellies
twitter Excellent
Facebook EXCELLENT BUSINESS MAGZ
Scanie
TV Excellent
Excellent mall
BEST RAJA AMPAT