Highlight

Ariel Noah: Membagi Waktu Dengan Sepatu

Terlahir di Pangkalan Brandan, Langkat, Sumatera Utara, pada 16 September 1981 dengan nama Nazril Irham atau yang biasa hangat disapa sebagai Ariel, putra bungsu dari tiga bersaudara ini mempunyai impian kecilnya menjadi arsitek tapi di tengah perjalanan hidupnya s

Ariel Noah: Membagi Waktu Dengan Sepatu

aat pindah ke Bandung dia mulai menemukan hobi lain yang mengubah haluan cita-cita kecilnya yaitu bermain musik dari sinilah awal karir Ariel meniti karir di dunia musik dengan mulai bermain melalui kafe-kafe di kota Bandung bersama bandnya.

Penampilan Ariel yang atraktif bersama Peterpan plus vokalnya yang berkarakter diam-diam mengundang atensi Noey , eks basis Java Jive yang belakangan jadi produser untuk memasukkan lagu mereka dalam album kompilasi Kisah 2002 Malam. Lagu Mimpi Yang Sempurna yang termuat di album kompilasi itu sukses jadi modal buat Peterpan untuk menembus industri rekaman. Namun pada akhir tahun 2012 band yang digawanginya selama lebih dari 10 tahun ini berubah nama menjadi Noah serta mengganti beberapa orang personilnya.

Selain berkarier di dunia musik, Ariel juga tercatat pernah beberapa kali membintangi beberapa iklan produk-produk kenamaan diantaranya Sunsilk bersama Amy Lee model berdarah Italia dan Skotlandia yang bermukim di Inggris. Selain itu, Ariel pun pernah menjadi bintang film dalam film populer “Sang Pemimpi”. Ariel memerankan tokoh Arai, seorang pemuda yang tak pernah berhenti bermimpi dan “Awal Semula” film yang menceritakan tentang perjalanan bandnya tersebut hingga memakai nama Noah, bagaimana mereka menjalani kesempatan kedua, dan bagaimana mereka menghadapi masa-masa sulit. 

Semakin tinggi pohon, semakin kencang angin bertiup. Pepatah itu tampaknya tepat disematkan pada Ariel. Perjuangannya dalam memulihkan nama baik serta merintis karirnya kembali tidaklah mudah. banyak tantangan yang harus ia hadapi. Selain aktif menjadi vokalis dan bintang iklan serta bintang film, Ariel juga sedang getol merintis usaha pribadinya, yakni produksi sepatu. Usaha barunya ini diakuinya tak akan mengganggu aktivitasnya dalam band.    

"Nggak akan mengganggu band, semoga sih enggak akan ya," tegasnya. Dalam merintis usahanya ini, Ariel tak berjalan sendiri. Ia menggandeng partner kerja yang memang sudah berpengalaman dalam berbisnis. Selain itu, faktor keterbatasan waktu menjadi pertimbangan utama Ariel dalam menggaet partner "Kalau gue sendiri mungkin juga enggak sanggup ya, banyak dikerjain yang lain. Banyak dipikirin," tukasnya.

Ariel menggunakan nama ARL by Hardware Footwear untuk toko sepatunya ini. Nama “ARL” sendiri dipilih Ariel karena dia menganggap inisial ini merupakan jati dirinya, sementara untuk “by hardware” itu sendiri adalah nama rekanan ariel dalam bisnis ini.

“saya memilih hardware sebagai partner saya karena saya tidak bisa 100% focus di industri ini jadi butuh bantuan, dan saya mencari partner yang memiliki passion yang sama, terus juga creativity nya yang pasti harus qualified, jadi walaupun saya tidak bisa berjalan 100% disini, ini bisa berjalan dengan baik,” ungkap Ariel. 

ARL by Hardware Footwear ini menyediakan jenis sepatu casual, sepatu vulcanized berbahan dasar karet yang menitik beratkan kenyamanan produk, berfokus pada desain yang detail dan pride local made sebagai identitasnya.

Pada saat soft launchingnya, ARL by Hardware merilis 3 model dasar sepatu ARL seperti Model Debut dengan hi cut silhouette, lalu Model Flip dengan low cut silhouette yang mengedepankan hasil bentuk yang simple dan desain rumit, dan Model Coda dengan model klasik yang fokus pada kenyamanan pemakainya.

Sekarang ARL akan merilis lagi beberapa produk kreatif andalannya, misalnya ada sepatu yang terinspirasi dari design arsitek sebuah panggung musik, lalu ada women collection bermotif macan tutul, dan ada sepatu berbahan ular sanca yang hanya dijual satu pasang.

Ariel menyatakan awal dari usahanya memproduksi sepatu ini karena hobinya mengkoleksi sepatu. Kemudian ia mulai melihat peluang usaha yang menjanjikan dengan membentuk brand local asli Bandung dengan kualitas yang bagus dan patut jadi saingan merek luar negeri.

Range harga yang ditawarkan untuk sepatu ini berkisar Rp378.000 hingga Rp848.000. “Harga ini cukup pantas dengan kualitas yang ditawarkan. Karena saya juga pake langsung pas manggung” tegas Ariel. Selain itu, Ariel juga memberikan kesan khas pada sepatunya yang didesain khusus dengan bagian bawah sol berbentuk Not Balok, dan pada setiap ujung tali sepatunya selalu disisipkan tulisan brand ARL.

Saat ini Ariel telah menunjuk desainer khusus sepatunya, Aji Handoko. Menurutnya desain sepatu Aji sangat mewakili style dari brand ARL. “Hingga saat ini ARL hanya memiliki satu outlet di Bandung dan sisanya hanya melalui online. Karena saya ingin sepatu ini juga bisa menjadi ciri khas yang mewakili Bandung” pungkas Ariel.

Kendala yang ditemui oleh Ariel dalam usahanya ini salah satunya sulitnya mendapatkan bahan baku, karena bahan baku sepatu yang diproduksi ARL merupakan bahan-bahan pilihan. "Awalnya untuk mendapatkan bahan bakunya sangat sulit, tetapi sekarang bahan bakunya sudah mudah didapatkan,” kata Aji Handoko sebagai pembuat desain sepatu.

Ariel mengaku menghabiskan modal sekitar Rp 300 Juta untuk membangun usaha sepatunya ini. Meski mengeluarkan cukup banyak modal untuk bisnis pertamanya, Ariel tak mau menargetkan penjualan sepatunya. Karena baginya, ini merupakan investasi yang diharapkan akan berkembang dengan baik.

"Modal awal sekitar diatas Rp200 juta dan dibawah 500juta. Saya tidak memiliki target penjualan, ngalir saja. Saya juga dibantu teman untuk desain. Yang penting saya bisa memperkenalkan sepatu kepada masyarakat bahwa produk lokal juga bisa bersaing," jelasnya.

Namun, nama besar tak selamanya membuahkan kesuksesan. Tengok saja sejumlah artis yang bisnisnya hanya bertahan seumur jagung.  Lebih sekadar nama, bisnis yang sukses membutuhkan kerja keras dan maintenance secara berkesinambungan serta promosi secara berkala karena konsumen Indonesia memang tidak loyal dengan sebuah brand, kebanyakan dari mereka gampang untuk pindah ke merek yang lain, banyak yang memprediksi usaha Ariel ini hanya bertahan dalam hitungan bulan, tapi nyatanya ARL ini masih berdiri hingga sampai saat ini karena Ariel punya branding dan positioning yang tepat kemudian juga Ariel bisa menjaga produknya tetap dikenal melalui promosi di social media dengan pasar yang menuju ke para penggemarnya.

 

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah EXCELLENT edisi 40

ls

Artikel Lainnya

artikel

Nukegraphic - Web Design and Development
Komunitas Excellent
Seminar Excellent
Coach Ellies
twitter Excellent
Facebook EXCELLENT BUSINESS MAGZ
Scanie
TV Excellent
Excellent mall
BEST RAJA AMPAT