Highlight

Matahari, Kesehatan, dan Dunia Kerja

Ra (atau Re) adalah dipuja sebagai Dewa Matahari sekaligus pencipta di kebudayaan Mesir Kuno. Pada hieroglif, Matahari digambarkan sebagai sebuah cakram. Ra menyimbolkan mata langit sehingga sering digambarkan sebagai cakram yang berada pada kepala burung falcon atau cakram bersayap.

Matahari, Kesehatan, dan Dunia Kerja

Dewa Ra dipercaya mengendarai kereta perang melintasi langit di siang hari. Dewa Ra juga digambarkan sebagai penjaga Pharaoh atau Raja Mesir. Selain itu, Ra digambarkan sebagai dewa yang sudah tua dan tinggal di langit untuk mengawasi dunia. Kepercayaan ini terjadi karena matahari dianggap sebagai pemberi kehidupan. Akan tetapi kepercayaan akan matahari untuk orang Israel dianggap sebagai penyembahan berhala, itu sebabnya di dalam Perjanjian Lama, Musa diutus Yahweh, Tuhan yang disembah orang Israel untuk membawa Israel keluar dari Mesir menuju Tanah Perjanjian yang berlimpah susu dan madu.

Di luar masalah kepercayaan, maka matahari memang memiliki manfaat sangat banyak bagi kehidupan, baik langsung maupun tidak langsung. Sinar matahari adalah salah satu sumber kekayaan kesehatan kita yang sering diabaikan, bahkan saat ini cerita tentang sinar matahari seringkali menakut-nakuti kita, khususnya bahwa sinar matahari menyebabkan kanker kulit

Dulu kala di tahun 1993, para peneliti bahkan menemukan banyak sekali manfaat kesehatan yang diberikan oleh sinar matahari, termasuk membantu penyembuhan tuberculosis atau di Indonesia dikenal dengan tbc, diabetes, hipertensi, dan hampir semua tipe kanker. Sampai saat ini, sulit dicari tandingan manfaat matahari baik dari segi manfaat atau dari segi ekonomi. Indonesia membuat cemburu banyak negara di dunia karena kita bermandikan matahari hampir sepanjang tahun

Saat ini, masyarakat kita dibombardir dengan peringatan bahwa mandi matahari meningkatkan risiko kanker, katarak, dan penuaan kulit. hanya mereka yang berani mengambil risiko mandi matahari yang bisa merasakan manfaatnya.

Sinar ultraviolet sebetulnya merangsang kelenjar tiroid untuk merangsang produksi hormon tiroid yang dampaknya adalah meningkatkan metabolisme tubuh. Peningkatan metabolisme tubuh artinya menyebabkan tubuh membakar kalori, gula, lemak, sehingga anda berpotensi menjadi lebih langsing dan tentunya mengurangi resiko kanker yang berhubungan dengan lemak tubuh. Hewan ternak akan lebih mudah gemuk bila diletakkan di dalam kandang yang tidak terkena matahari, demikian juga manusia. Kurang matahari sebetulnya merupakan salah satu pencetus penyebab kegemukan.

Bila kita kekurangan sinar matahari tubuh kita menjadi lebih lemah dan kurang energik serta kita lebih mudah mengalami depresi. Negeri di Eropa Utara seperti Finlandia yang mengalami kegelapan berbulan-bulan dalam setahun mengalami kejadian iritabilitas, kelelahan, penyakit, depresi, insomnia, alkoholisme dan keinginan bunuh diri dibanding orang yang hidup di bagian lain di dunia yang bermandikan matahari. Insidensi kanker mereka juga tinggi sekali. Contohnya, insidensi melanoma, kanker kulit di pulau-pulau Orkney dan Shetland Skotlandia Utara, 10x lebih besar dibanding Mediterania.

Sinar matahari dikenal mengaktivasi hormon yang sangat penting buat kulit yang bernama solitrol. Solitrol mempengaruhi  sistem kekebalan tubuh dan banyak pusat regulasi, dan bekerja sama dengan kelenjar pineal yang bernama melatonin.

Hemoglobin di dalam sel darah merah kita juga membutuhkan sinar ultraviolet untuk mengikat oksigen yang dibutuhkan untuk semua fungsi seluler. Kekurangan sinar matahari, karena itu bisa jadi bertanggung jawab untuk banyak penyakit dan berbagai bentuk kanker. Menggunakan kosmetik untuk memproteksi kulit dari matahari sebetulnya kurang signifikan dalam mencegah kanker. Memang benar kosmetik tersebut membantu mengurangi sunburn, tapi sunburn tidak berkorelasi terhadap terjadinya kanker. Coba dengan logika sederhana, ratusan juta orang di Indonesia yang berprofesi sebagai petani, nelayan yang terpapar sinar matahari setiap hari, tapi kejadian kanker yang mereka alami, tidak sampai 1%.

                Sekarang, dengan sedemikian banyak manfaat matahari, siapa yang sangat kekurangan sinar matahari?

                Pertama, tentunya orang di negara 4 musim, atau di sudut bumi seperti di kutub utara atau kutub selatan. Kedua, anda. Ya.. anda bisa jadi kekurangan sinar matahari, terutama karena secara alamiah pekerjaan anda mengharuskan anda keluar rumah pagi hari, masuk gedung, pulang sore hari. Mungkin hanya Sabtu-Minggu anda berpeluang terkena matahari. Itu pun kalau anda dengan sadar mau berjalan di bawah matahari pagi. Selain anda, tentunya, ratusan bahkan ribuan karyawan yang beraktivitas di perusahaan yang sama dengan anda, anak buah anda, atau rekan sekerja anda. Tentunya salah satunya karena orang harus berada di kantor sekitar jam 8 pagi.

                Saya sarankan, untuk mulai mandi matahari pagi, aktivitas sederhana yang sangat bermanfaat bagi kesehatan anda dan semua orang di perusahaan anda.

 

Oleh : Dr. Phaidon

DR

Artikel Lainnya

artikel

Nukegraphic - Web Design and Development
Komunitas Excellent
Seminar Excellent
Coach Ellies
twitter Excellent
Facebook EXCELLENT BUSINESS MAGZ
Scanie
TV Excellent
Excellent mall
BEST RAJA AMPAT