Highlight

Rahmat Mr. Power: Saya Mau 1 M per Bulan!

Baginya, memotivasi seseorang tidak cukup jika hanya dilakukan lewat luar. Sangat diperlukan pendekatan secara menyeluruh dan fundamental, mengubah hati dan juga pikiran. Konsep itulah yang membuatnya merasa berhasil ketika ia menerapkannya dan bermanfaat kepada orang lain. Adalah Rahm

Rahmat Mr. Power: Saya Mau 1 M per Bulan!

at Mr Power, pria kelahiran Bandung yang lebih memilih untuk meninggalkan kemapanan karirnya, lalu jatuh dan merangkak kembali dari bawah demi mencari kepuasan dengan menjadi seorang pemotivator dan pebisnis. Apakah sebenarnya visi dan misi yang tertanam didalam benaknya? Suatu sikap yang jarang berani dilakukan oleh kebanyakan orang. Pada kesempatan kali ini, ia akan berbagi pengalaman hidupnya kepada Majalah Excellent.

Bisa diceritakan kisah perjalanan hidup Anda dari kecil hingga saat ini?

Saya lahir di daerah Bandung timur dan juga besar di daerah sana. Seperti anak-anak lainnya, saya suka main sepak bola, perang-perangan, dan sebagainya.  Saya sangat beruntung, memiliki seorang ayah yang visioner meski dari segi pendidikan rendah (hanya tamat SD) dan berprofesi sebagai buruh bangunan. Namun, dengan visi yang jelas dan kuat, selalu mendorong anak-anaknya untuk meraih keberhasilan. Caranya dengan sekolah setinggi mungkin.

Kalau saya ditanya siapa guru motivasi saya, jelas ayah saya (almarhum), bukan dengan teori tetapi dengan praktek nyata bagaimana memotivasi anak-anaknya untuk meraih sukses sebisa mungkin meski pun dengan berbagai keterbatasan.

Prestasi saya  disekolah cukup gemilang. Setiap tahun dari SD sampai SMP selalu ranking 1 dan di SMA pun termasuk 10 besar. Mungkin persaingan lebih ketat, karena termasuk SMA favorite di Bandung. Belajar kepada ayah saya, sejak saya masuk SMA, saya sudah memiliki visi yang jelas, bahwa saya tidak hanya bagaimana melalui masa di SMA dengan baik, tetapi bisa masuk ke perguruan tinggi idaman saya, yaitu ITB. Semasa SMA, fokus saya bagaimana bisa diterima di ITB, saat itu sangat sulit, sebab benar-benar hanya ujian yang bisa memasukan saya ke sana. Dan setamat SMA, saya pun berhasil masuk ITB dengan jurusan pilihan pertama. Di ITB pun sama, saya sejak tingkat 2 sudah punya visi akan bekerja di sebuah perusahaan paling favorite di Indonesia, dengan fasilitas yang wah dan gaji yang jauh diatas rata-rata.

Apakah saya diterima? Ya, tentu saja. Kekuatan visi luar biasa. Jika kita menginginkan sesuatu, tidak ada yang tidak mungkin jika Allah sudah berkehendak. Itu nasihat ayah saya, yang tidak akan pernah saya lupakan. Namun saya tidak puas sampai disana. Saya punya visi menjadi seorang motivator dan pebisnis. Bahkan semenjak tahun-tahun pertama saya bekerja dan akhirnya saya berhenti bekerja untuk mencoba tantangan baru di bidang bisnis dan dunia training.

Disanalah saya mulai jatuh bangun. Sampai kepada titik terendah, dimana pernah mengalami kesulitan untuk makan dan menjual rumah untuk menutupi kegagalan dalam bisnis, sementara sudah punya anak. Badai pun berlalu sampai saat ini sedang berusaha menatap masa depan yang lebih baik lagi nanti.

Sejak dari kapan Anda terjun menjadi motivator dan bgaimana ceritanya?

Saya sebenarnya memulai menjadi motivator sejak berhenti bekerja (tahun 2004). Sejak kecil, saya enjoy mengajar dan memotivasi orang lain, plus dengan didikan dari orang tua saya. Namun seperti cerita diatas, semua tidak berjalan mulus. Perjalanan bisnis dan karir motivator pun jatuh bangun.

Dimulai dengan mendirikan EO sendiri dan lembaga pelatihan, yang akhirnya tutup. Sampai saya membangun brand melalui pemasaran internet, sehingga mulai dikenal dan mulai banyak panggilan ke berbagai perusahaan di Indonesia.

Mengapa Anda tertarik menjadi motivator?

Selain mendapatkan contoh nyata dari ayah saya, saya juga merasa enjoy untuk mengajar, maka saya memilih menjadi seorang motivator. Plus, amanat dari ayah saya yang menasihati saya supaya jangan puas sendiri. Bagi keberhasilan dengan orang lain. Sampai detik ini, saya menikmati saat memberikan motivasi. Ini alasan utama saya menjadi motivator.

Apa yang membedakan Anda dengan motivator lain?

Pendekatan saya adalah menyeluruh dan fundamental. Motivasi tidak sekedar semangat sesaat kemudian lupa. Saya selalu melakukan pendekatan apa yang menjadi fundamental untuk semangat dan meraih sukses. Dan fundamental itu ada di pikiran dan hati.

Meski pun orang sudah berjingkrak-jingkrak, tetapi pikiran dan hatinya masih negatif, dia tidak akan bisa mempertahankannya semangatnya dalam jangka waktu lama. Namun saat hati dan pikiran seseorang sudah positif, maka motivasi akan otomatis tumbuh dengan sendirinya.

Satu lagi, meski pun saya mempelajari berbagai metode motivasi dari luar, tetapi saya nyaris tidak menggunakannya. Bagi saya, bagaimana agar mengubah hati dan pikiran, itu adalah metode terbaik sepanjang masa.

Apa prestasi yang Anda raih di dalam karir Anda?

Biasa saja, tidak ada yang istimewa. Tapi yang membuat saya bangga dan happy adalah saat mengetahui ada orang yang menerapkan apa yang saya ajarkan kemudian dia berhasil. Prestasi yang sesungguhnya bagi saya adalah bagaimana memberikan manfaat sebesar mungkin kepada sebanyak mungkin orang.

 

 

Kendala apa saja yang Anda alami dalam karir Anda?

Saya tidak punya kendala. Bagi saya, yang ada adalah masalah-masalah yang saya bisa atasi juga. Semua masalah pasti bisa diatasi, jadi tidak ada kendala. Selain masalah, yang saya hadapi hanyalah anak tangga yang perlu saya daki, agar saya meraih pencapaian yang lebih besar lagi.

Kalau pun ada keterbatasan, seperti masalah punggung saya karena kecelakaan waktu saya kecil, itu pun bukan kendala. Akan selalu ada jalan untuk mengatasinya.

Bagaimana Anda bisa menghadapi kendala yang ada dalam karir Anda?

Seperti dikatakan diatas, bahwa saya tidak punya kendala. Jika yang dimaksud masalah dan keterbatasan, maka cara mengatasinya adalah dengan berdo’a, berpikir, dan berusaha secara bertahap untuk mengatasi semuanya.

Kunci pertama adalah berdo’a, fokus pada apa yang kita inginkan. Bukan fokus pada masalah, tetapi fokus pada apa yang kita inginkan. Apa yang Anda inginkan? Mintalah kepada Allah. Yang kedua berpikir. Setiap orang punya pikiran, masalahnya sejauh mana kita menggunakan pikiran ini? Jadi, jika ada masalah, saya akan berpikir keras untuk menemukan solusi. Jika ada keterbatasan, saya akan berpikir keras untuk menemukan jalan lain. Jika sudah berpikir belum menemukan solusi, maka kemampuan berpikir kita perlu ditingkatkan, terutama berkaitan dengan berpikir kreatif. Dengan kemampuan berpikir kreatif yang baik, kita bisa dengan mudah menemukan ide solusi untuk masalah dan keterbatasan kita.

Menurut Anda bagimana caranya agar orang yang optimis tidak menjadi sombong dan takabur?

Menurut saya, tidak ada kaitan antara optimis dengan sombong dan takabur. Orang pesimis bisa sombong. Banyak lho, orang pesimis jika dinasihati malah menolak dan merasa pendapatnya paling benar. Bukankah ini bentuk kesombongan? Padahal untuk masa depan, dia pesimis.

Pesimis lebih berkaitan dengan harapan di masa depan. Supaya tidak sombong dan takabur, pahamilah bahwa semua orang itu sama. Camkan dalam diri kita, bahwa kita tidak lebih baik dibandingkan orang lain dan tidak juga lebih buruk. Pada dasarnya potensi semua orang sama, yang membedakannya adalah sejauh mana dia berusaha dan mengoptimalkan potensi dia.

Yang kedua, yakinlah bahwa semua kekuatan manusia beserta potensinya adalah pemberian Tuhan, jadi tidak perlu sombong sebab Dia yang sesungguhnya menentukan. Kita tidak ada apa-apa kecuali Allah mengijinkan.

Kami minta tips-tips atau kiat-kiat dari Anda untuk para pembaca majalah excellent untuk dapat meraih kesuksesan?

Pertama kejelasan. Artinya jelas, Anda mau apa. Sukses adalah meraih apa yang Anda inginkan. Jadi harus jelas terlebih dahulu apa yang Anda inginkan. Kejelasan ini penting. Mau kaya? Belum jelas, tapi memiliki penghasilan Rp 1 M per bulan, mungkin lebih jelas. Bisa diperjelas lagi? Silahkan, semakin spesifik, semakin bagus.

Kedua keyakinan. Yakinlah apa yang Anda inginkan akan tercapai. Seyakin-yakinnya, jangan ragu sedikit pun. Kenapa harus yakin? Saya kira dua alasan ini sudah cukup

1.       Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah, jadi sebesar apa pun tujuan tersebut, adalah bisa terwujud.

2.       Potensi manusia itu sangat besar. Bukalah buku atau internet, banyak orang yang bisa meraih pencapaian yang luar biasa. Mereka itu punya potensi yang sama besarnya dengan Anda.

Ketiga do the best. Apa yang harus dilakukan? Jangan pusing dengan ini. Justru banyak orang yang gagal karena terlalu pusing dengan apa yang harus dilakukan. Sekarang fokus saja kepada apa yang sedang Anda jalani, lakukan dengan baik.

Jangan hiraukan dengan “apa” yang harus dilakukan. Nanti akan mengarah dengan sendirinya ke tujuan Anda, selama tujuan Anda jelas dan yakin akan dicapai.  (DR)

DR

Artikel Lainnya

artikel

Nukegraphic - Web Design and Development
Komunitas Excellent
Seminar Excellent
Coach Ellies
twitter Excellent
Facebook EXCELLENT BUSINESS MAGZ
Scanie
TV Excellent
Excellent mall
BEST RAJA AMPAT