Highlight

Gunung Rinjani, Kemarahan Didalam Keindahan

Hamparan dedaunan hijau berpadu didalam riuhnya isak sang pasir yang tersapu terbawa oleh indahnya irama angin diketinggian ribuan meter di atas sana, siapa yang tidak mengenal pesonanya? Sebut saja ia dengan Gunung Rinjani yang terletak di Pulau Lombok, yang merupakan bagian

Gunung Rinjani, Kemarahan Didalam Keindahan

dari Taman Nasional Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat. Memegang predikat sebagai gunung berapi tertinggi nomor dua di Indonesia dengan ketinggian yang mencapai 3.726 meter diatas permukaan laut (dpl), membuat Gunung Rinjani menjadi salah satu pilihan terfavorit bagi para pendaki gunung baik kelas lokal maupun internasional.

Gunung Rinjani mendominasi  sebagian besar pemandangan di Lombok terutama bagian Utara. Pada bagian barat Rinjani terdapat hamparan Kaldera seluas 3.500 m x 4.800 m yang memanjang dari arah timur ke barat. Pada kaldera tersebut terdapat sebuah danau yang terbentuk karena proses vulkanik yang bernama Segara Anak yang luasnya mencapai 11.000.000 m persegi dan dengan keadalaman hingga 230 meter. Didalam danau tersebut terdapat banyak ikan seperti ikan Mas dan Mujair sehingga sering digunakan untuk memancing ikan oleh para pendaki. Sementara di sisi timur kaldera tedapat sebuah gunung baru yang bernama Gunung Barujari, yang memiliki kawah berukuran 170 m x 200 m dan ketinggian mencapai 2.296 – 2.376 mdpl. Gunung kecil ini pernah meletus pada tahun 2009 dan memakan 31 orang korban jiwa karena banjir bandang yang menerjang sungai Tanggek akibat desakan lava dari segara anak.

Secara stratigrafi, Gunung Rinjani dialasi oleh batuan sedimen klastik neogen dan batuan gunung api Oligo-Miosen. Gunung api kuarter itu sendiri sebagian besar menghasilkan piroklastik, yang di beberapa tempat berselingan dengan lava. Litologi itu merekam sebagian peletusan yang diketahui didalam sejarah. Sejak tahun 1847 telah terjadi sebanyak 7 kali letusan, dengan jangka istirahat terpendek 1 tahun dan terpanjang 37 tahun. Bentuk kaldera Segara Anak yang melonjong ke arah barat-timur diduga berkaitan dengan struktur di batuan dasar. Gunung Rinjani yang terletak dijalur gunung api kuarter system busur banda dalam bagian barat dibentuk oleh kegiatan tunjaman dasar Samudra Hindia dibawah pinggiran lempeng Asia Tenggara. Jalur tunjaman yang terletak di selatan menunjukan adanya gaya mampatan yang berarah utara-selatan. Retakan batuan dasar yang berarah , yang mempengaruhi bangun kaldera, dengan demikian ditafsirkan sebagai retakan release yang disebabkan oleh gaya tarikan. Struktur itu setidaknya terbentuk sejak permulaan Zaman Kuarter.

Pendakian Gunung Rinjani merupakan objek wisata andalan di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Gunung ini merupakan gunung vulkanik yang masih aktif nomor dua terbesar di Indonesia. Puncak gunung Rinjani merupakan tujuan sebagian besar para petualang dan pecinta alam yang mengunjungi kawasan ini karena jika telah mencapai puncaknya merupakan suatu kebanggan tersendiri yang tidak terbayarkan oleh apapun. Animo komunitas pecinta alam diseluruh nusantara bahkan dari segala penjuru dunia dalam kegiatan pendakian yang cukup besar, terbukti dengan jumlah pengunjung yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Puncak terbesar pengunjung biasanya terjadi pada bulan Juli sampai Agustus, yang didominasi oleh kalangan pelajar atau mahasiswa dari seluruh Indonesia yang ingin melakukan upacara kemerdekaan HUT Republik Indonesia di atas puncak Gunung Rinjani.

Salah satu pesona unggulan Taman Nasional Gunung Rinjani yang sangat prospektif adalah danau Segara Anak. Lokasi ini dapat ditempuh dari dua jalur resmi, yaitu jalur pendakian Senaru dan jalur pendakian Sembalun. Untuk mengunjungi danau Segara Anak biasanya dibutuhkan waktu tempuh sekitar 7 sampai 10 jam dari pintu gerbang jalur pendakian Senaru. Sedangkan jika dari jalur pendakian Sembalun bisa memakan waktu tempuh selama 8 sampai 10 jam. Danau Segara Anak berada pada ketinggian 2.010 mdpl dan memiliki bentuk mirip bulan sabit jika terlihat dari langit. Di area sekitar danau Segara Anak terdapat lahan yang cukup luas dan datar, sehingga dapat dipergunakan sebagai lokasi yang tepat untuk mendirikan tenda atau berkemah dan para pendaki bisa merilekskan tubuh dengan berendam di air panas yang mengandung belerang.

Obyek lainnya yang tak kalah menarik adalah hulu sungai Koko Puteq yang berjarak kira-kira 150 meter dari danau Segara Anak. Selain itu terdapat juga Goa Susu, Goa Manik, dan Goa Payung. Goa Susu dipercaya dapat dijadikan media bercermin diri serta kerap kali dipergunakan sebagai tempat untuk meditasi. Sedangkan di danau Segara Anak terdapat sumber air panas Aik Kalak Pengkereman Jembangan yang biasa digunakan untuk menguji dan memandikan benda-benda bertuah seperti Keris, Badik, Tombak, Golok, dan sebagainya. Jika benda tersebut lengket apabila direndam maka menandakan benda tersebut tidak memiliki kekuatan supranatural, namun jika apabila saat direndam benda tersebut tetap utuh seperti aslinya makan benda tersebut dipercaya memiliki kekuatan supranatural/ dipercaya memiliki keampuhan.

Wujud Terbesar Kemarahan  Alam Yang Telah Lama Tidur

Jika ditanya tentang gunung di Indonesia yang pernah meletus dan menyebabkan kerusakan total terparah dan memakan Korban jiwa paling banyak bahkan hingga menyebabkan perubahan suhu dunia secara global, kebanyakan orang akan menjawab Gunung Krakatau di Selat Sunda atau Gunung Tambora. Namun sepertinya kita harus menarik dan menahan sejenak pendapat kita tersebut sambil membaca hasil dari riset beberapa peneliti berikut ini.

Beberapa peneliti telah mengamati jejak abu dan beberapa serpihan kimia dari sebuah gunung api yang pernah meletus dengan maha dahsyat dari jejaknya pada lapisan es, baik yang berada di Kutub Utara maupun di Kutub Selatan. Namun selama ini masih menjadi misteri, karena belum ditemukan gunung api yang meletus dan bertanggung jawab atas jejak-jejak abu dilapisan es tersebut.

Temuan yang dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences, mengatakan bahwa letusan gunung berapi tersebut adalah yang terbesar dalam 7.000 tahun terakhir.

Yang selama ini tercatat adalah gunung Tambora yang meletus hebat pada tanggal 5 April 1815 hingga menyebabkan ribuan orang meninggal dunia dan gelombang tsunami besar di masa itu. Pada tahun 1883 Gunung Krakatau juga meletus dengan dahsyat bahkan abu vulkaniknya hampir menutupi seperempat dari bagian bumi.

Namun dari dua kejadian tersebut, peneliti beranggapan bahwa sekitar tahun 1257 ada gunung berapi di Indonesia yang juga meletus dengan dahsyat. Dia adalah Gunung Samalas atau yang sekarang kita kenal sebagai Gunung Rinjani. Letusan gunung tersebut mengakibatkan banyak orang meninggal dunia dan suhu dunia turun drastis. Namun gunung tersebut kini mengalami perubahan struktur karena ledakannya sendiri, dan meletusnya Gunung Samalas/ Kerinci tersebut dianggap memliki kekuatan yang lebih besar dibandingkan letusan Gunung Krakatau atau Gunung Tambora. Akibat dari ledakan dahsyat tersebut, bagian puncak gunung Samalas hancur dan hanya menyisahkan setengah bagian gunung itu sendiri, dan tercipta sebuah lubang kaldera besar yang waktu demi waktu terisi oleh air hujan yang kini kita kenal dengan danau Segara Anak, disusul dengan tumbuhnya sebuah gunung baru yang bernama Gunung Barujari yang juga berstatus aktif dan sempat mengalami beberapa kali letusan.

Gunung Rinjani adalah saksi bisu dari bentuk kemurkaan alam yang telah lampau, jejak-jejak amarahnya masih dapat kita telusuri bahkan hingga saat ini. Namun disamping itu, musibah tersebut kini melahirkan sebuah eksotika panorama dunia yang akan menarik mata para pecintanya. Mereka tidak meminta kita untuk menakutinya, mereka hanya berpesan agar kita senantiasa menyayanginya, agar kita bisa selalu menikmati kecantikannya. (DR)

DR

Artikel Lainnya

artikel

Nukegraphic - Web Design and Development
Komunitas Excellent
Seminar Excellent
Coach Ellies
twitter Excellent
Facebook EXCELLENT BUSINESS MAGZ
Scanie
TV Excellent
Excellent mall
BEST RAJA AMPAT