Highlight

RELA TAMBAH SERIBU MUSUH, ASAL ENTREPRENEUR BARU TUMBUH PESAT

RELA TAMBAH SERIBU MUSUH, ASAL ENTREPRENEUR BARU TUMBUH PESAT

IR. BASUKI TJAHAJA PURNAMA, MM alias AHOK

 

Pertumbuhan Entrepreneur masih menjadi perhatian besar di Indonesia. Untuk itu saya sangat berterima kasih

RELA TAMBAH SERIBU MUSUH, ASAL ENTREPRENEUR BARU TUMBUH PESAT

kepada Pak Ciputra, Pak Harun dan Pak Chandra yang mempunyai ide sangat baik dan punya hati pelayanan untuk menciptakan banyak Enterprenuer, salah satunya dengan Global Enterprenuership Week Indonesia Summit, demikian disampaikan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama yang biasa disapa dengan nama AHOK pada acara Global Enterprenuership Week Indonesia Summit.

Dukungan lain pun disampaikan beliau pada kesempatan ini, berikut kami sajikan penuturan-penuturan dari Bapak Basuki Tjahaja Purnama alias AHOK…

Kami sangat mendukung dalam hal melahirkan Entrepreneur baru, karena seperti kita ketahui tahun 2025 kita menerima yang namanya bonus demografi yang puncaknya ada di tahun 2028. Kita bisa bayangkan, ketika kita menerima bonus demografi, kalau SDM kita itu hanya Pencari kerja sedang kita ketahui persaingan di era digital saat ini berbeda dengan era industrialisasi dulu. Ketika dulu, siapa yang punya modal dia yang menang, siapa yang punya koneksi Bank dia yang menang. Tapi ke depan ini kita membicarakan keunggulan komperahantif bangsa adalah kreatifitas. Nah ini yang menjadi persoalan, ketika kita berbicara kreatifitas tentu manusianya harus disiapkan.

Inilah merupakan kesempatan untuk Indonesia menghasilkan kreatifitas yang beraneka ragam. Karena Indonesia ini sangat plural, majemuk, beragam, selain modal kita yang terdiri dari 4000- 5000 macam etnis dapat memperkaya kratifitas kita, kalau berbicara mengenai kreatifitas, ini merupakan modal pertama kita. Tetapi SDMnya juga juga harus disiapkan. Sebab di Jakarta 40% anak yang berusia 16 – 18 tahun ternyata tidak bersekolah karena tidak cukup. Sama seperti SD Negeri, yang diisi dengan anak – anak kalangan menengah keatas yang sebagian ingin menjadi jagoan saja dengan berkelahi, gangster, mau berantem. Bahkan guru maupun kepala sekolah pun ikut-ikutan tidak berani memecat, maka saya katakan pecat saja, keluarkan dari sekolah negeri, kalau yang swasta, keluarkan dari Jakarta. Jika saya dikatakan kejam pun tidak apa-apa, karena saya lebih baik mengutamakan anak yang miskin untuk bersekolah di negeri. Mengenai pandangan HAM saya, saya mau 10juta orang Jakarta ini otaknya penuh, perutnya penuh, dompetnya penuh, jadi kalau ada 2 ribu orang yang ingin membahayakan jiwa 10 juta orang, maka saya akan memilih membunuh 2 ribu orang yang akan membunuh 10 juta orang di depan Anda. Karena kalau tidak, 2 ribu orang akan membunuh 10 juta orang, itu lebih melanggar 

 

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah EXCELLENT edisi 45

17 Maret 2015

Artikel Lainnya

artikel

Nukegraphic - Web Design and Development
Komunitas Excellent
Seminar Excellent
Coach Ellies
twitter Excellent
Facebook EXCELLENT BUSINESS MAGZ
Scanie
TV Excellent
Excellent mall
BEST RAJA AMPAT