Highlight

Ayo Pemuda! Jadi Penguasa

Setiap orang mempuyai latar belakang, sejarah, dan cerita kehidupan yang berbeda-beda di mana itu semua menjadi memori manis bagi perjalanan kehidupan seseorang. Hal ini jugalah yang dialami oleh H. Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Tumbuh di lingkungan keluarga yan

Ayo Pemuda! Jadi Penguasa

g disiplin, agamis, dan pendidikan yang sangat ketat merupakan faktor yang membentuk seorang Imam Nahrawi menjadi pribadi yang disiplin, tegas, dan jujur. “Didikan luar biasa dari orang tua saya yang sampai saat ini masih saya ingat ‘Carilah ilmu pengetahuan, teman, dan rezeki sebanyak-banyaknya asal dengan prinsip: berkah yang benar, jujur, tidak boleh melanggar aturan dan norma etika,” ujar Menteri Pemuda dan Olahraga, H. Imam Nahrawi.

 

Pentingnya Berorganisasi

Bagi pria berusia 43 tahun ini, masa kecil yang dialaminya mungkin tidak segembira sebagian teman-teman ataupun sahabat EXCELLENT pada umumnya. Pagi hari, ia belajar di Sekolah Dasar (SD). Sorenya mengikuti Madrasah Ibtidaiyah dan malamnya harus mengaji. Selain bidang pendidikan, sedari kecil pun ia sudah diajarkan untuk membantu pekerjaan orang tua. “Bisa dibilang, orang tua saya itu pebisnis di tingkat kampung. Dari kelas 3 SMP, saya sudah diajak oleh ayah saya untuk berdagang berbagai macam dagangan seperti kerupuk, minyak, dan kebutuhan lainnya. Itu selalu dilakukan di Hari Minggu. Mereka mendidik saya, adik saya, dan kakak saya untuk membantu pekerjaan orang tua.”

Di tengah aktivitasnya yang padat, tak menyurutkan Imam Nahrawi untuk tetap aktif di berbagai organisasi. Mengatasi hal ini, pria kelahiran Bangkalan menjadikan sang ayah sebagai contoh dalam kehidupannya. “Dimasa kecil, saya itu selalu mencari contoh untuk dijadikan pedoman dalam kehidupan saya. Ayah saya walaupun sebagai petani dan pedagang pasar, tetapi ketika ada acara kampanye Beliau akan hadir, Beliau juga aktif sebagai hansip di kampung. Namun, Beliau juga tidak pernah meninggalkan organisasi Nahdatul Ulama untuk pengajian. Kondisi itu yang memungkinkan saya untuk mempelajari betul pentingnya komunitas, organisasi dan jamaah. Ketika SMA pun saya tidak pernah meninggalkan organisasi karena itu penting untuk mengasah kemampuan berdialog dan berkomunikasi ilmu pengetahuan dan pengalaman ke sesama teman. Dengan berorganisai kita juga jadi tahu bagaimana mengatur organisasi, menyiapkan program, mengetahui pentingnya penghargaan terhadap keperbedaan pikiran dan pendapat dari orang lain.”

Banyaknya pengalaman berorganisasi, memberikan pengaruh yang besar dalam meniti karier sang menteri ini. Menurutnya, pengalaman organisasi yang didapatkan menjadi nilai tambah bagi perjalanan kariernya. “Organisasi, berpartai, komunitas itu sangat penting maknanya bagi kehidupan seseorang. Tidak hanya hari ini, kemarin, tetapi pada masa berikutnya di masa jangka panjang. Dan juga tidak hanya dinikmati diri sendiri tetapi dinikmati pula generasinya, temannya, dan orang lain.”

 

Potensi, Strategi dan Tantangannya

Menjabat sebagai Menpora untuk lima tahun ke depan, Imam Nahrawi sudah mengantongi berbagai program-program yang akan dikerjakan dan yang dipastikan baik untuk Indonesia. Ada potensi besar yang dimiliki generasi muda Indonesia yang perlu di dorong seperti POTENSI DIRI, KULTURAL, dan PENGETAHUAN yang dimiliki.

 

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah EXCELLENT edisi 46. Bisa Anda dapatkan dalam versi CETAK dan DIGITAL. 

Artikel Lainnya

artikel

Nukegraphic - Web Design and Development
Komunitas Excellent
Seminar Excellent
Coach Ellies
twitter Excellent
Facebook EXCELLENT BUSINESS MAGZ
Scanie
TV Excellent
Excellent mall
BEST RAJA AMPAT