Highlight

Mengapa Masih Perlu Sekolah?

Ketika Jokowi melantik Susi Pudjiastuti sebagai Menteri Perhubungan, banyak komentar muncul. Salah satunya, “Kalau tanpa bersekolah saja bisa jadi menteri, ngapain harus capek-capek bersekolah?”. Belum lama ini, saya pun menghadapi seorang wanita karir sukses dan juga seor

Mengapa Masih Perlu Sekolah?

ang ibu peserta training yang berkeluh kesah soal anaknya yang kini mogok sekolah. Anaknya kritis dan pingin sukses, tanpa harus pergi kesekolah. Salah satu alasannya ya itu, seteah melihat sosok seorang menteri yang tidak bersekolah. Diceritakan, si anak itupun sempat membaca beberapa buku motivasi yang mengajar, “Kalau mau sukses, nggak perlu bersekolah tinggi-tinggi!”

 

Akhirnya, menjelang awal tahun baru ini, saya pun menuliskan sebuah puisi berbentuk surat. Saya hanya tergelitik untuk menuliskan surat ini dengan membayangkan, kalau yang tidak mau bersekolah itu adalah anak saya sendiri. Maka kira-kira seperti inilah komunikasi saya dengannya. Di satu sisi, saya ingin mengatakan kepada si orang tuanya tersebut, “Berbahagialah karena anak ibu termasuk orang yang kritis!”  Soalnya, banyak anak yang pergi ke sekolah dan tidak pernah bertanya dan bahkan juga tidak peduli dengan kewajiban bersekolahnya. Anak ini punya kesadaran diri tinggi, punya jiwa kepemimpinan diri dan daya kritis yang berguna. Andaikan kita punya banyak anak seperti ini, yang tinggal kita arahkan. Nah, kepada orang tua yang menghadapi dilema yang sama, saya persembahkan puisi ini. Oh ya, mohon maaf sebelumnya jika judul puisi ini kedengarannya seperti bias gender. Betul-betul ketika  menulis saya mengimajinasikan sedang berkomunikasi dengan anak saya yang kebetulan dua-duanya laki-laki!  Buat yang anaknya perempuan, silakan menyesuaikan….

 

“BERSEKOLAHLAH,  KALAU KAMU MEMANG JANTAN!”

(Surat Seorang Ayah Kepada Putranya)

 

Anakku, kamu bertanya, “Mengapa aku perlu sekolah, Ayah?”

“Toh banyak orang sukses tidak membutuhkan sekolah, dan mereka berhasil!”

Terus terang pertanyaanmu membuatku kagum dengan kepintaranmu, dengan daya kritismu dan juga semangat mudamu….

 

Anakku, memang, sekolah tidak menjadi jaminan…

Memang, sekolah tidak pula memberi sertifikat “Orang Sukses” ataupun “Orang Hebat” seperti yang kamu cita-citakan.

 

Salahnya ayah juga, dan juga berbagai informasi yang mulai kelewatan Juga termasuk orang-orang seperti ayah, para motivator, dan juga para inspirator yang terus mengatakan, “Tidak perlu sekolah yang tinggi, untuk jadi sukses!”

 

Anakku.  Saat ini, sekolah menjadi syarat kerja.

Sama seperti KTP menjadi syarat mendapatkan SIM. Nggak peduli, waktu dapat KTP apakah kamu betul-betul sudah matang, masih kekanak-kanakan,  Tapi saat kamu sudaj punya KTP, kamu danggap sudah dewasa. Begitu juga saat kamu punya ijazah SMA, S-1 ataupun S-2, ada berbagai “kemudahan” dan “peluang” yang juga disediakan bagimu….oleh masyarakat. Suka atau tidak suka, begitulah kenyataannya.  Jadi dengan ijazah sekolahmu, memberikan peluang besar bagi hidupmu

 

Bukankah kamu paham, “Dalam hidup ini lebih baik punya banyak pilihan, daripada hidup dengan pilihan yang terbatas!” Nah, sekolah memberikanmu lebih banyak pilihan.

 

Ingin tahu kelanjutan isi surat tersebut?? selengkapnya dapat Anda baca di Majalah EXCELLENT edisi 46. Bisa Anda dapatkan dalam versi CETAK dan Digital.

Artikel Lainnya

artikel

Nukegraphic - Web Design and Development
Komunitas Excellent
Seminar Excellent
Coach Ellies
twitter Excellent
Facebook EXCELLENT BUSINESS MAGZ
Scanie
TV Excellent
Excellent mall
BEST RAJA AMPAT