Highlight

Bergaul dengan Orang Hebat, Akan Terpercik Kehebatannya

Pergaulan adalah sebuah investasi. Bergaul dengan orang hebat maka akan terpercik kehebatannya. Itulah filosofi Dr. H. Sakhyan Asmara, MSP, Deputi Bidang Pengembangan Pemuda di Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Sebelum menduduki jabatan sebagai deputi di Kemenpora, ia memulai

Bergaul dengan Orang Hebat, Akan Terpercik Kehebatannya

kariernya terlebih dulu menjadi Kepala Biro Humas kemudian Kepala Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan di Medan, Sumatera Utara. Menurutnya, ia bisa mencapai ini semua karena aktif bergaul sejak muda.

Sudah merasakan manfaatnya berorganisasi sejak muda dan sekarang dipercaya memangku jabatan yang sangat berperan untuk kemajuan anak muda di Indonesia, maka beliau memiliki harapan agar dapat mengembangkan potensi para pemuda supaya memiliki daya saing terhadap potensi yang dimiliknya. Bagaimana kisah masa mudanya dan apa yang dilakukannya agar memajukan para pemuda, berikut wawancara Majalah Excellent bersama Dr. H. Sakhyan Asmara, MSP.

Bisa dijelaskan mengenai perjalanan hidup Bapak?

Sebenarnya asal-muasalnya saya dari orang susah. Orang tua saya itu bekerja sebagai pegawai negeri golongan 2C. Ayah saya selain bekerja sebagai pegawai negeri, ia juga menghidupi anak-anaknya dengan melukis. Sedangkan ibu saya membantu dengan menjual kain. Waktu kecil, saya tergolong anak nakal seperti sering bolos sekolah. Oleh karena itu, saya katakan ke orang tua jika menginginkan saya menjadi sukses maka izinkan saya untuk keluar dari Medan. Alhasil, orang tua mengirim saya untuk sekolah di Jogjakarta. Lulus SMA di Jogja, saya melanjutkan kuliah di UGM. Selama kuliah, saya hanya dikirimkan Rp15.000 oleh orang tua dan itu hanya cukup untuk 10 hari-14 hari. Menutupi kekurangannya, saya berusaha sendiri. Prinsip saya sebagai seorang indekos ‘baik tidak ada yang menyuruh, buruk tidak ada yang melarang’.

Setelah sembilan tahun di Jogja, saya kembali ke Medan. Di Medan, saya menjadi seorang dosen di FISIPOL Universitas Sumatera Utara. Saya itu aktif di organisasi pemudaan dan organisasi kemasyarakatan. Saya berpendapat, investasi kita adalah pergaulan. Kita bukan dari anak orang kaya, tapi harus bisa membina jaringan dengan orang-orang kaya supaya kita terpercik dengan kekayaan dan kemewahannya. Namun, jika kita sudah miskin malah bergaul dengan orang yang serba kekurangan dan bodoh, maka kita akan terpercik dengan kekurangannya dan kebodohannya.

Kemudian saat saya menjadi dosen, saya dipromosikan oleh pak gubernur untuk menjadi Kepala Biro Humas. Hal itu bisa terjadi karena saya dikenal di kalangan pemuda. Dari kepala Biro Humas menjadi Kepala Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan (kadispora). Saat menjadi Kadispora, persoalaan-persoalaan pemuda di sana, saya hadapi dengan prinsip 3D yaitu Didengar, Didatangi, dan Diselesaikan. Lalu saya menjadi Kepala Dinas Pendidikan. Dari Kepala Dinas Pendidikan, kemudian Pak Adhyaksa Daud menjadi menteri maka saya dibawa ke Jakarta untuk menjadi deputi.

Kenapa Bapak bisa terpikir untuk investasi di pergaulan?

Bapak saya bukan orang pangkat, kemana saya harus bersandar? Saya bukan anak orang kaya, kemana saya harus mencari modal untuk melakukan sesuatu? Satu-satunya cara agar kita dihargai orang yaitu kita berhubungan dengan banyak orang melalui lembaga-lembaga dan organisasi yang akan memfasilitasi. 

 

Ingin tahu kelanjutannya? Informasi selengkapnya dapat Anda baca di Majalah EXCELLENT edisi 47. Majalah Excellent edisi 47 bisa Anda dapatkan dalam versi CETAK dan Digital (Scoop, Scanie, WayangForce atau ExcellentMediaStore). Jika ingin bentuk cetak, Anda dapat temukan di Toko Buku Gramedia Se-Jabodetabek atau bisa melakukan pemesanan dengan menghubungi 021-29034288 atau 0851 0011 2009 (Siwi).

Artikel Lainnya

artikel

Nukegraphic - Web Design and Development
Komunitas Excellent
Seminar Excellent
Coach Ellies
twitter Excellent
Facebook EXCELLENT BUSINESS MAGZ
Scanie
TV Excellent
Excellent mall
BEST RAJA AMPAT