Highlight

Strategi Mengembalikan Kejayaan Indonesia

Di masa lalu, Indonesia merupakan negara penguasa samudera. Untuk mengembalikan kejayaan tersebut, Presiden Joko Widodo menugaskan menteri di kabinetnya untuk mewujudkan kembali Indonesia sebagai poros maritim dunia. Di bawah Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya, luas laut In

Strategi Mengembalikan Kejayaan Indonesia

donesia yang mencapai 70% dimaksimalkan potensinya secara luar biasa.

Mendapatkan tugas untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia, Bapak Safri Burhanuddin selaku deputi empat yang menangani bidang SDM, IPTEK, dan Budaya Maritim di Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya membuat berbagai strategi yang memanfaatkan laut untuk kesejahteraan Rakyat Indonesia. Apa saja strategi yang dikerjakan di bawah kepemimpinan Bapak Safri Burhanuddin? Mari kita simak wawancara pria kelahiran Makassar ini dengan Majalah Excellent.    

 

Bisa Bapak ceritakan mengenai profil pribadi Bapak?

Saya lahir 54 tahun yang lalu di Makassar, Sulawesi Selatan. Orang tua saya seorang tentara. Saya anak keempat dari sembilan bersaudara. Saya menghabiskan masa kecil sampai SMA di Makassar. Pada tahun 1979, saya tamat SMA dan melanjutkan sekolah di Bandung tepatnya di Universitas Padjajaran. Pengalaman masa kecil saya memang sangat menarik. Background orang tua yang seorang TNI membuat keluarga kami sangat disiplin terutama terhadap waktu. Orang tua saya tidak mau mengerti, pokoknya semua harus tepat waktu baik mau berangkat ke sekolah, waktu makan, dan dalam membuat perjanjian. Dan orang tua saya termasuk tipe yang tegas. Tidak boleh anak-anaknya dilihatnya menangis. Jika orang tua melihat saya menangis, ia tidak akan tanya mengapa saya menangis tetapi saya akan langsung dihukum. Jangan sampai menangis, mengadu, dan mengeluh. Orang tua tidak mau mendengar ketiga hal tersebut. Itu pengalaman masa kecil yang tidak bisa saya lupakan.

 

Bagaimana perjalanan karier Bapak hingga bisa menjabat dari satu kementerian kemudian pindah ke kementerian lain?

Tahun 1988, saya menjadi dosen di Universitas Hasanuddin, Makassar. Setelah 1 tahun menjadi dosen, saya disekolahkan di Prancis. Selama saya sekolah, saya banyak bergaul dengan teman-teman BPPT. Saya pulang kembali ke Indonesia pada tahun 1994 sebagai doktor. Proses dari tahun 1994-1999, mungkin saya menjadi salah satu peneliti yang paling banyak berlayar untuk ikut penelitian di laut. Tahun 1999, saat Presiden Abdurrahman Wahid membentuk Departemen Eksplorasi Laut dan perikanan (DEL), Pak Sarwono (menteri era Presiden Abdurrahman Wahid) mengangkat salah satu dirjen yang bernama Indroyono Susilo. Pak Indro saat itu mengatakan kepada saya bahwa pemerintah sedang membentuk kementerian dan ada direktorat jenderal baru. Beliau tertarik dengan pengalaman saya dan mengajak saya untuk bergabung ke Jakarta. Tahun 2000, saya ke Jakarta untuk bergabung sebagai salah satu direktur di Departemen Eksplorasi Laut dan Perikanan. Namun pada bulan Desember 2004, Pak Adiyaksa Daud mengundang saya untuk bergabung di Kemenpora karena saya dan Pak Adiyaksa sama-sama memperdalam kelautan. Di Kemenpora, saya dan Pak Adiyaksa mengembangkan kegiatan yang berhubungan dengan kebaharian seperti wirausaha pemuda bahari, festival internasional pemuda olahraga bahari, dan mencanangkan beberapa kegiatan yang melibatkan masyarakat  khususnya pemuda pesisir. Dari Kemenpora, saya pindah ke Kemenko Kesra.

 

Saat ini, sebagai Deputi IV Bidang Koordinasi SDM, IPTEK dan Budaya Maritim di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya RI, program-program kerja apa sajakah yang Bapak canangkan?

Kementerian Maritim dan Sumber Daya itu membagi tugasnya berdasarkan isu dan bukan sektor.Total deputi di sini ada empat. Deputi 1 menangani kedaulatan dan keselamatan, deputi 2 menangani sumber daya alam, deputi 3 menangani infrastruktur, dan deputi 4 menangani SDM, IPTEK, dan Budaya Maritim. Jika kita melihat berdasarkan isunya, kebijakan pemerintah yang diutamakan oleh keempat kementerian ini adalah yang pertama meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan cara memperkuat ilmu pengetahuan. Kedua adalah mengangkat negara Indonesia sebagai menuju poros maritim dunia. Ketiga adalah meningkatkan pariwisata. Kami berharap dapat menggandakan jumlah wisatawan di tahun 2015 dari 10 juta menjadi menjadi 20 juta di tahun 2019.

Dan jika ingin menjadi poros maritim dunia, maka Indonesia membutuhkan penambahkan jumlah armada kapal. Untuk itu akan ada pembangunan pelabuhan sebanyak 24 termasuk 5 pelabuhan besar. Semua pembangunan fisik ini membutuhkan SDM. Jumlah SDM yang kita hasilkan dari sekolah formal (Sekolah Tinggi Ilmu Perikanan dan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran) belum mampu memenuhi kebutuhan SDM. SDM yang kita butuhkan sampai 8000-10.000 per tahun tapi baru ada 3000-4000. Oleh karena itu, tugas kami pertama adalah mengkoordinasikan potensi sekolah yang ada untuk ditingkatkan produknya, memperluas sekolahnya, menambah jumlah siswa atau menambah sekolah unggulan. Kedua adalah banyak pelaut kita yang pintar dan punya pengalaman namun tidak memiliki sertifikat sehingga dia di pasar dunia tidak dianggap sebagai profesional. Untuk itu tugas di kementerian saya adalah mempercepat mereka memperoleh sertifikat agar mereka diakui. Itu dari sisi SDM. Dari sisi IPTEK, jika ingin menuju poros maritim dunia maka harus berpikir bagaimana mengembangkan konsep sumber daya energi yang dari laut. Ketiga adalah masalah budaya. Jika berbicara mengenai pariwisata, maka salah satu budaya yang kita angkat adalah bagaimana mengangkat kebersihan dan ramah tamah serta senyum yang tidak bisa lepas dari bagian kehidupan Indonesia. Terakhir yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana mengangkat olahraga bahari. Ini semua yang kita kerjakan di deputi agar masyarakat Indonesia mengenal tentang maritim. 

 

Ingin tahu kelanjutannya? Informasi selengkapnya dapat Anda baca di Majalah EXCELLENT edisi 49. Majalah Excellent edisi 49 bisa Anda dapatkan dalam versi CETAK dan Digital (Scoop, Scanie, WayangForce atau ExcellentMediaStore). Jika ingin bentuk cetak, Anda dapat temukan di Toko Buku Gramedia Se-Jabodetabek atau bisa melakukan pemesanan dengan menghubungi 021-29034288 atau 0851 0011 2009 (Sara).

Artikel Lainnya

artikel

Nukegraphic - Web Design and Development
Komunitas Excellent
Seminar Excellent
Coach Ellies
twitter Excellent
Facebook EXCELLENT BUSINESS MAGZ
Scanie
TV Excellent
Excellent mall
BEST RAJA AMPAT