Highlight

PAMERAN WARALABA “IFRA”SUKSES DIGELAR

Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) dan Dyandra Promosindo kembali menggelar International Franchise, License & Business Concept Expo & Conference (IFRA) 3-5 Juni 2016. Kegiatan yang d

PAMERAN WARALABA “IFRA”SUKSES DIGELAR

iselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC) tersebut didukung oleh Kementrian Perdagangan, Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementrian Pariwisata, sejumlah asosiasifranchise dari luar negeri, serta PT. Pos Indonesia dan BNI.

Mengusung tema “Connecting Your Business Networks to ASEAN’s Biggest Market”, IFRA kali ini diikuti oleh 180 perusahaan dengan 320 merek. Perusahaan-perusahaan tersebut tidak hanya berasal dari Indonesia, namun juga dari enam negara lainnya—Malaysia, Singapura, Korea, Hongkong, Macao, dan Australia.

Para peserta IFRA adalah para pelaku bisnis waralaba yang bergerak di industri otomotif, spa, kecantikan dan kesehatan, retail mini market, perlengkapan bisnis, food & beverages, cleaning/laundry, restoran, café/coffee shop, IT/internet support, konsultan, klinik dan terapi, perhiasan dan asesoris, farmasi, properti, mebel, venue/hotel, recruitment & training center, karaoke/hiburan, rental company, sekolah/pendidikan, logistik, food truck, business opportunity, hingga supporting equipment.

Project Manager IFRAtahun ini, Raenita Pristiani, mengatakan bahwa sasaran utama IFRA adalah orang-orang yang akan memasuki masa pensiun. “Sasaran utama kami adalah orang-orang yang akan memasuki masa pensiun dan ingin menjalankan usaha agar kelak setelah tidak bekerja mereka masih bisa mendapat penghasilan. Namun demikian, pameran ini juga terbuka bagi semua kalangan,” paparnya.

Sementara itu, Junita, salah seorang pengunjung IFRA menyatakan bahwa tujuannya datang ke IFRA memang untuk mencari peluang membuka usaha. “Saya sedang mencari bisnis yang cocok dengan saya. Tadi sudah keliling-keliling, beberapa booth waralaba di sini cukup membuat saya tertarik,” ujarnya.

Para peserta IFRA pun terlihat menyimpan harapan besar dengan mengikuti kegiatan yang rutin diselenggarakan setiap tahun tersebut. “Ini pertama kali saya ikut IFRA. Mudah-mudahan banyak pengunjung yang berminat menjalankan bisnis waralaba bersama kami,” ujar Rudi Palinggoman, pemilik Tahu Taisi Jeletot.

Bisnis waralaba merupakan salah satu bisnis yang menjanjikan. Kontribusi yang diberikan sektor ini bagi ekonomi Indonesia juga cukup besar. Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan, Srie Agustina, mengatakan bahwa hingga menjelang pertengahan tahun ini pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 4,9 persen. Dari angka tersebut, 4,4 persen disumbangkan oleh sektor perdagangan besar dan eceran, termasuk waralaba, atau sekitar Rp303,4 triliun. Hal tersebut mencerminkan besarnya perputaran uang yang beredar di sektor waralaba.

Dan selama tiga hari kegiatan, IFRA yang diramaikan oleh berbagai program tersebut berhasil menarik pengunjung sebanyak 14.953 orang dengan nilai transaksi mencapai Rp 485 miliar.  (Zulkifli Songyanan)

admin

Artikel Lainnya

artikel

Nukegraphic - Web Design and Development
Komunitas Excellent
Seminar Excellent
Coach Ellies
twitter Excellent
Facebook EXCELLENT BUSINESS MAGZ
Scanie
TV Excellent
Excellent mall
BEST RAJA AMPAT