Highlight

Ahmad Zabadi: “Kami Adalah Pelayan Para KUKM”

Sejak ditunjuk menjadi pengganti Ir. Yuana Sutyowati, MM selaku Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM (Dirut LLP KUKM), sejumlah program dan terobosan telah digulirkan Ahmad Zabadi, SH, MM.

Sosok kelahiran Jakarta, 12 Februari 1968 ini merupakan pegawai tulen Kem

Ahmad Zabadi: “Kami Adalah Pelayan Para KUKM”

enterian Koperasi dan UKM. Berkarir di Kementerian Koperasi dan UKM, selama 3 tahun pertama masa kerja Zabadi dihabiskan Semarang, tepatnya di Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Tengah.

Kurang lebih pada tahun 1995, Zabadi ditarik kembali ke Jakarta untuk menempati Biro Humas. Diberi kepercayaan utama me-Revitalisasi Pasar Tradisiona melalui koperasi, maka pada tahun 2006 hingga 2010 Zabadi menduduki posisi Asisten Deputi Urusan Sarana dan Prasarana Pemasaran, Kementerian Koperasi dan UKM. Selama masa jabatannya itu, ia telah membangun 215 pasar tradisional, yang pengelolaannya dilakukan oleh koperasi

Tak berhenti di situ, selanjutnya pada 2010 hingga 2013, anak kedua dari tujuh bersaudara ini kembali diberi kepercayaan untuk menduduki posisi Asisten Deputi Urusan Pemberdayaan Lembaga Pengembangan Bisnis, Kementerian Koperasi dan UKM. Dari posisi itulah Zabadi kemudian diberi amanah lebih besar untuk mengemban tanggungjawab sebagai Dirut LLP KUKM atau SMESCO.

Telah berhasil disusun draft Standar Kompetensi Konsultan Pendamping Koperasi dan UKM pada periode tersebut dengan kapasitas pengembangan 1009 konsultan pendamping. Pada periode yang sama juga diluncurkan program inisiatif baru Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUKM, yang dikembangkan di 43 kota di seluruh Indonesia, dengan SDM pengelola bersumber utamanya dari konsultan pendamping Koperasi dan UKM yang bersertifikat.

Beberapa waktu lalu, Majalah Excellent berkesempatan mewawancarai Ahmad Zabadi dalam sebuah talkshow di sela kegiatan Smesco Excellent Entrepreneurs Seminar. Acara tersebut berlangsung di Gedung SME Tower, Jalan Gatot Subroto Kav. 94, Jakarta Selatan. Dengan logat santai khas Betawi, Zabadi menyatakan bahwa lembaga yang kini ia nahkodai merupakan rumah buat para pelaku KUKM. “Smesco adalah rumah para pelaku KUKM, dan kami pelayannya”.

Berdasar pengalamannya bergulat di bidang KUKM, Zabadi menunjukkan optimisme mengenai kualitas produk-produk dalam negeri. “Produk Indonesia, khususnya UKM, memiliki kekhasan dan keunikan, serta kekuatan. Pengalaman saya melihat produk-produk berbagai negara, Insya Allah produk UKM kita tidak kalah kualitasnya. Harganya juga relatif sangat bersaing untuk masuk di pasar internasional,” katanya.

Bagi Zabadi, fakta bahwa Indonesia adalah sebuah bangsa yang heterogen, dan dengan demikian merupakan negara yang kaya baik secara budaya maupun sumber daya alam, sedikit banyak dicerminkan lewat produk-produk KUKM. “Kekuatan kita di etnik. Kekayaan negeri ini telah melahirkan produk-produk bernilai tinggi. Di SMESCO sendiri ada lebih dari 58 ribu item produk, dan setiap tahun harus terus bertambah, karena SMESCO ini adalah rumah para pelaku KUKM,” tambah Zabadi, sambil menyinggung tagline SMESCO, yakni Smesco Rumahku, Rumahnya KUKM.

Dengan tagline di atas, menurut Zabadi, para pelaku usaha, terutama kalangan startup, berhak mendapat kesempatan luas untuk dapat memanfaatkan berbagai program dan fasilitas yang ada di SMESCO, misalnya berupa promosi—turut serta dalam business meeting, pameran di dalam maupun luar negeri; juga pengembangan kualitas produk, mulai dari packaging, quality control, dan lain sebagainya.

“Setelah re-branding, kita mempunyai berbagai fasilitas, antara lain Co-Working Space dan Makerspace, yang dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas usaha,” kata Zabadi. Makerspace adalah ruang workshop yang dimaksudkan untuk memfasilitasi para pelaku KUKM agar dapat meningkatkan kualitas produknya, dengan didampingi para mentor yang kompeten.

Zabadi sadar betul bahwa sektor UKM memiliki kelemahan terkait ruang representatif yang amat dibutuhkan untuk menunjang perkembangan usaha mereka. Lantaran hal itu, Co-Working Space disiapkan untuk meeting point yang diperlukan KUKM hingga dapat mengembangkan akses mereka, misalnya bertemu private equity, angel capital, dan lain-lain. “Kita tahu UKM-UKM kita tidak memiliki kantor yg representatif. Dapur rumah tangga mereka adalah sekaligus dapur produksi. Jadi bagaimana mau melakukan pertemuan bisnis yang representatif dengan mitra bisnis?,” kata Zabadi.“Co-Working Space merupakan virtual office bagi para pelaku KUKM,” tambahnya.

Zabadi menekankan posisi SMESCO sebagai rumah KUKM. “SMESCO adalah rumah para pelaku KUKM, dan kami pelayannya. Kami yang ditugaskan di SMESCO adalah pelayan para KUKM. Majikan kami adalah para pelaku KUKM, yakni startup, dan sebagainya. Kami sangat terbuka bagi segala masukan untuk optimalisasi SMESCO,” papar Zabadi.

Pria Betawi yang mengaku mampu berbahasa Jawa ini lantas mengatakan harapan-harapannya. “Kami berharap SMESCO tidak hanya menjadi tempat display produk, destinasi bagi para buyers dan tamu negara yang ingin melihat produk-produk KUKM Indonesia, tapi juga menjadi kawah candradimuka yang dapat melahirkan para pelaku KUKM tangguh ke depannya”.

Tantangan dan Solusi

Zabadi menyadari bahwa sebagai rumah KUKM, SMESCO memiliki keterbatasan dalam menampung produk-produk KUKM. “Jumlah KUKM kita besar. Menurut statistik, ada sekitar 57,9 juta unit usaha UMKM di Indonesia. Jumlah tersebut sangat besar dan tidak memungkinkan untuk diwadahi di dalam satu gedung seperti SMESCO,” aku Zabadi.

Selain itu, interaksi juga merupakan hal lain yang menjadi perhatian Ahmad Zabadi dan rekan-rekannya di SMESCO. Menurutnya, display produk yang bersifat offline membatasi interaksi antara customer-buyers-pelaku KUKM. “Interaksi di antara mereka sangat tergantung pada kesediaan waktu dan tempat,” katanya,

 

Ingin tahu kelanjutannya? Informasi selengkapnya dapat Anda baca di Majalah EXCELLENT edisi 51. Majalah Excellent edisi 51 bisa Anda dapatkan dalam versi CETAK dan Digital (Scoop, Scanie, WayangForce atau ExcellentMediaStore). Jika ingin bentuk cetak, Anda dapat temukan di Toko Buku Gramedia Se-Jabodetabek atau bisa melakukan pemesanan dengan menghubungi 021-29034288 atau 0851 0011 2009 (Wishu).

admin

Artikel Lainnya

artikel

Nukegraphic - Web Design and Development
Komunitas Excellent
Seminar Excellent
Coach Ellies
twitter Excellent
Facebook EXCELLENT BUSINESS MAGZ
Scanie
TV Excellent
Excellent mall
BEST RAJA AMPAT