Highlight

Wujudkan 1.000 UKM Goes to Digital

Dalam mewujudkan implementasi 1.000 kampung UKM digital tahun 2016, PT. Telkom Indonesia Tbk. bersinergi dengan Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) mengadakan Launching Kampung UKM Digital bertajuk “UKM Goes to Digital”. 

Bertempat di Pusat L

Wujudkan 1.000 UKM Goes to Digital

ayanan Usaha Terpadu - Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (PLUT - UMKM) desa Gadog, kecamatan Pacet, kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Program yang telah disahkan melalui tandatangan MoU pada tanggal 25 Mei 2016 di Yogyakarta ini menurut Deputy Executive Vice President (EVP) Divisi Business Service Telkom, Yoyok Setyono––bertujuan mendorong para UMKM untuk memanfaatkan teknologi informasi secara komprehensif dan integratif sehingga mewujudkan UKM yang maju, mandiri, dan modern.

Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, Ir. Yuana Sutyowati Barnas, M.M mengatakan, kampung UKM Digital di PLUT UMKM Cianjur sendiri merupakan tempat ketiga yang di-launching setelah sebelumya dilakukan di Sukabumi, Jawa Barat dan Banjar Baru, Kalimantan.

“Sinergi dengan Telkom ini dibangun untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing koperasi dan UMKM. Kami berharap, seluruh PLUT yang sudah terealisasi, ditargetkan akan bersinergi dengan Kampung UKM Digital tahun ini,”tutur Yuana.

Pemerataan Ekonomi

Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Ngurah Puspayoga yang turut meresmikan acara launching tersebut mengatakan bahwa program reformasi total koperasi tengah dilakukan untuk mewujudkan pemerataan ekonomi dengan harapan tingkat pengangguran dan kemiskinan akan berkurang.

Sejalan dengan hal itu, berdirinya UKM di berbagai daerah dan perkotaan, menurut Asisten Daerah Bidang Kesejahteraan Kabupaten Cianjur, Hj. Dwi Ambar Wahyuningtyas terbukti membantu mengurangi kemiskinan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat dalam hal meningkatkan pendapatan dan lapangan kerja.

“Dari 32 kecamatan Cianjur, telah terbentuk 1.500 koperasi, 62.000 UKM, 500.000 ribu usaha mikro serta usaha rumah tangga, di mana 300.000 di dalamnya berasal dari keluarga yang tidak mampu,” tutur Dwi.

Menurut Dwi, hal Ini menunjukkan bahwa kelompok KUMKM dapat menjadi penyeimbang, penyerapan, dan pemerataan ekonomi dan tenaga kerja. KUMKM sebagai aset dapat diandalkan sebagai roda ekonomi masyarakat.

Sejalan dengan apa yang dikatakan Dwi, Yuana mengatakan bahwa potensi sumberdaya UMKM di seluruh Indonesia sudah tidak diragukan. “Kita mencatat sejak tahun 2014, terdapat 57,9 juta UMKM, dengan kontribusi PBB 58,9 %, serta peningkatan tenaga kerja hingga 97,3%. Komunitas UKM adalah pahlawan untuk meningkatkan harkat dan martabat indonesia, dari sudut pemberdayaan masyarakat, peningkatan kesejahteraan, pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan, dan untuk penyediaan tenaga kerja,”pungkas Yuana.

Goes to Digital

Dalam paparannya, Yoyok mengatakan bahwa Pt. Telkom menyediakan sarana akses internet broadband melalui wifi dan kabel sebagai sarana utama bagi UKM untuk goes digital. Selain itu terdapat Broadband Learning Center (BLC), aplikasi dan konten pendukung produktivitas UKM, juga sarana marketplace serta toko online.

“UMKM yang tergabung dalam Kampung UKM Digital, akan diprioritaskan untuk menerima bantuan dana kemitraan Telkom serta mendapatkan pelatihan dan sosialisasi terkait pemanfaatan teknologi informasi,”kata Yoyok. 

Yoyok menambahkan, saat ini telah terdapat 49 lokasi PLUT di seluruh Indonesia. Selain itu,jumlah Kampung UKM Digital yang telah dibangun Telkom saat ini sudah mencapai 509 lokasi. Sebanyak 69 di antaranya berada di Jabar. Pada akhir tahun ini ditargetkan terealisasinya 1.000 Kampung UKM Digital di seluruh Indonesia.

Pusat Teknologi Informasi

Program PLUT KUMKM, sebagaimana dikatakan Yuana––merupakan bagian dari program stratergis Kementrian Koperasi dan UKM.“Ini merupakan strategi transformasi pemberdayaan UMKM di garis-garis terluar masyarakat Dengan metodologi system technical assistant, dalam arti pendampingan UMKM yang mengawal UMKM day by day,”paparnya.

UMKM yang menurut Yoyok kerap dinilai memiliki tiga permasalahan utama, yakni akses permodalan, akses pasar, dan akses kompetensi mestilah diberikan dukungan dari berbagai pihak. Selain itu penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, merupakan hal yang tidak bisa ditawar. MEA sebagai perdagangan bebas di bidang produk jasa dan investasi ini justru menandai persaingan yang ketat bagi UMKM.

“Keterbatasan UMKM inilah yang merupakan tantangan serta komitmen kita untuk terus melakukan koordinasi, men-design program-program strategis sehingga pemberdayaan UMKM bisa lebih fokus menjawab kebutuhan-kebutuhan UKM di lapangan.” Tutur Yuana

PLUT – UMKM yang dibangun berdasarkan dana APBN dengan kisaran dana sebesar 3-4 milyar perwilayah, akan didirikan di 49 lokasi, 25 provinsi, di 24 kabupaten. Oleh Karena itu, Deputi Restrukturasi Usaha itu banyak mengucapkan terimakasih kepada perusahaan BUMN dan Share Holder terbesar itu,

“Tahun ini, terdapat 7 PLUT lain yang sedang dibangun,”pungkas Yuana. Wanita berdarah sunda ini pun menyerukan agar pemerintah daerah dan asosiasi mendorong akses IUMK sebagai pengganti SIUP kepada masyarakat marjinal secara gratis. Sehingga IUMK sebagai aspek legal yang menjembatani UMKM dalam melakukan mitra bisnis dapat segera menuai peningkatan produktivitas dan daya saing, baik di pasar dalam negeri, asia, dan pasar global.

 

 

admin

Artikel Lainnya

artikel

Nukegraphic - Web Design and Development
Komunitas Excellent
Seminar Excellent
Coach Ellies
twitter Excellent
Facebook EXCELLENT BUSINESS MAGZ
Scanie
TV Excellent
Excellent mall
BEST RAJA AMPAT