Highlight

MEMAHAMI BAHAYA CYBER WAR

Selama ini masyarakat awam hanya paham bahwa kedaulatan sebuah negara dapat dipertahankan, bila negara memiliki Angkatan Darat, Laut dan Udara yang kuat, atau tiga angkatan yang tangguh. Sementara keamanan di bidang bisnis dan masyarakat berada dibawah Kepolisian, atau angkatan ke empat.

MEMAHAMI BAHAYA CYBER WAR

Saat ini meski tanpa terasa, sudah sering terjadi perang dunia maya (cyber war), tidak ada bom, tidak ada peluru, tidak ada senjata, sunyi tanpa gerakan berarti, namun akibatnya bisa fatal. Karena cyber war, hanya menggunakan keyboard dan mouse, dan melalui internet, semua kegiatan penyerangan atau gangguan dapat dilakukan terhadap dunia perbankan, misal mengintersepsiatau memotong proses transfer, menghilangkan saldo dana di dalam bank dan kejahatan finansial lainnya, gangguan terhadap obyek vital negara seperti listrik, air minum, komunikasi, bandara, bendungan, persediaan bahan bakar, pemilihan umum, dll.

Untuk menggambarkan betapa berbahayanya cyber war, seseorang atau kelompok dapat mengganggu putaran turbin pada pembangkit listrik, sehingga terjadi ledakan. Gangguan terhadap buka tutup pintu air pada bendungan sehingga menimbulkan banjir.

Kasus lain cyber war terhadap sebuah negara antara lain dapat mengganggu pembangkit listrik sebuah negara, dengan melakukan pemadaman listrik total pada suatu malam, sehingga semua komunikasi terhenti. Lalu secara fisik pasukan tentara masuk dan menduduki teritorial yang diinginkan, tanpa menembakkan sebutir pelurupun, lebih jauh lagi teritorial itu sudah berganti penguasa ketika penduduk terbangun di pagi hari.

Sebuah perang baru dapat dilancarkan tanpa gerakan militer, cukup menggunakan drone (pesawat tanpa awak) yang digerakkan melalui internet dan menyerang obyek-obyek vital negara yang disasar. Atau, mampu melakukan pemotretan, perekaman video, pembuatan jalur penerbangan dengan menggunakan perangkat Android dengan fitur Global Positioning System (GPS) dengan mengikuti gerakan atau menelusuri garis dan bentuk.

Cyber war juga pernah mengganggu proses pemilihan umum yang menggunakan e-voting di Pakistan. Negara tetangga yang menghendaki calon presiden tertentu yang dimenangkan dapat mengganti hasil nyata e-voting. Kasus penyadapan terhadap pembicaraan telepon pimpinan negara pun merupakan salah satu dampak dari telah berlangsungnya cyber war.

Guna mencegah akibat negatif dari cyber war, maka pemerintah wajib waspada dan mulai menyusun cyber army sebagai angkatan pendukung yang setara fungsinya dengan angkatan-angkatan lainnya. Seperti pemerintah Amerika Serikat yang sekarang memiliki 5 (lima) angkatan : Army, Navy, Air Force, Space Army  dan Cyber Army. US Army Cyber Command mulai diresmikan tanggal 1 Oktober 2010. Misinya adalah merencanakan, mengkoordinasikan, mengintegrasikan, mensinkronisasikan, mengarahkan dan mengurus operasi jaringan dan mempertahankan semua jaringan militer.

*) Sutiono Gunadi,  pemerhati masalah ICT, dapat dihubungi melalui email sutiono2000@yahoo.com

 

 

Ingin tahu kelanjutannya? Informasi selengkapnya dapat Anda baca di Majalah EXCELLENT edisi 52 yang akan terbit tanggal 10, bertepatan dengan Exellent Seminar. Majalah Excellent edisi 52 bisa Anda dapatkan dalam versi CETAK dan Digital (Scoop, WayangForce, atau ExcellentMediaStore). Jika ingin bentuk cetak, Anda dapat temukan di Toko Buku Gramedia Se-Jabodetabek atau bisa melakukan pemesanan dengan menghubungi 021-29034288 atau 0851 0011 2009 (Wishu Muhamad).

admin

Artikel Lainnya

artikel

Nukegraphic - Web Design and Development
Komunitas Excellent
Seminar Excellent
Coach Ellies
twitter Excellent
Facebook EXCELLENT BUSINESS MAGZ
Scanie
TV Excellent
Excellent mall
BEST RAJA AMPAT